Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Mahasiswa UPN Jogja, Badai Harish Faza, Hilang Sebulan Lebih dan Belum Ditemukan

    Feb 27 2025162 Dilihat

    Mahasiswa UPN Jogja hilang

    Warta Pendidikan Jogja – Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ‘Veteran’ Yogyakarta, Badai Harish Faza, dilaporkan hilang kontak sejak 27 Juli lalu. Hingga kini, lebih dari sebulan berlalu, keberadaannya masih belum diketahui.

    Sub-Koordinator Humas dan Kerjasama UPN Veteran Yogyakarta, Panji Dwi Ashrianto, mengonfirmasi bahwa belum ada perkembangan terbaru mengenai keberadaan Badai. Berdasarkan informasi yang diterima pihak kampus, mahasiswa Teknik Pertambangan itu terakhir terdeteksi di Gunungkidul.

    “Pihak keluarga mendapat informasi dari Polda Jawa Tengah bahwa lokasi terakhir yang terpantau berada di Gunungkidul,” ujar Panji saat dihubungi wartawan, Sabtu (7/9/2024).

    Menurutnya, jejak Badai di Gunungkidul terdeteksi sekitar satu bulan yang lalu. Hingga saat ini, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai keberadaannya.

    “Sudah sekitar sebulan lalu, dan hanya informasi itu yang kami terima sejauh ini,” tambahnya.

    Dari sisi akademik, Badai kini berstatus sebagai mahasiswa tidak aktif dan telah diberikan cuti oleh pihak kampus.

    “Kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut karena kasus ini sudah ditangani oleh Polda Jateng. Secara akademik, dia sudah kami cutikan untuk semester ini,” jelas Panji.

    Sebelumnya, Badai Harish Faza dilaporkan menghilang sejak Sabtu (27/7). Ia terakhir diketahui sedang menyelesaikan tugas akhirnya di Palembang sebelum kembali ke Semarang pada Januari 2024. Pada 14 Juli, ia berangkat ke Yogyakarta untuk menyelesaikan skripsinya dan mencari tempat kos. Namun, sejak saat itu, ia tidak lagi memberikan kabar kepada keluarga. Terakhir, nomor ponselnya terpantau tidak aktif pada Sabtu (27/7) pukul 20.27 WIB.

    Kabar hilangnya Badai disebarluaskan melalui akun Instagram resmi kampus @infoupnyk pada Rabu (31/7). Pihak kampus juga mengajak civitas akademika serta masyarakat untuk membantu pencarian dengan menghubungi nomor kontak yang telah disediakan.

    “Jika ada yang mengetahui keberadaan Badai, harap segera menghubungi nomor 08193203610 atau mengirimkan pesan langsung melalui DM. Setiap informasi sangat berharga bagi kami,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

    Penulis: Aizan
    Sumber Gambar: https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2016/09/18/7f305ef3-3d4d-4e7b-aa66-3d6d9fc615d3_169.jpg?w=700&q=90
    Sumber Berita: https://www.detik.com/jogja/berita/d-7529768/hilang-sebulan-lebih-badai-mahasiswa-upn-jogja-belum-ditemukan

    Share to

    Related News

    Gus Hilmy menyoroti wacana sekolah daring dan mengingatkan agar pendidikan tidak dikorbankan demi kebijakan hemat energi.

    Hemat Energi vs Pendidikan, Gus Hilmy An...

    by Apr 09 2026

    Jumlah pengunjung : 12 Wacana penerapan kembali pembelajaran daring sebagai bagian dari kebijakan pe...

    Mendiktisaintek mendorong tugas mahasiswa dibuat dalam bentuk digital untuk meningkatkan efisiensi dan kesiapan menghadapi era teknologi.

    Mendiktisaintek: Saatnya Mahasiswa Beral...

    by Apr 08 2026

    Jumlah pengunjung : 19 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong agar tugas-tugas ma...

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menghadirkan program pengabdian dengan menerjunkan 150 alumni LPDP ke berbagai daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Program ini bertujuan untuk mempercepat transformasi digital di sekolah, khususnya di tingkat sekolah dasar. Para alumni akan bertugas selama kurang lebih 12 minggu dan ditempatkan di 150 sekolah di berbagai wilayah. Mereka berperan dalam mendukung pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, sekaligus membantu guru mengembangkan metode belajar yang lebih interaktif dan relevan bagi siswa. “Peserta hadir bukan sebagai pengganti guru, tetapi sebagai teman belajar digital dan mitra inovasi untuk bersama sama menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan relevan bagi murid,” ujarnya. Program ini memiliki fokus pada pembiasaan penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar, peningkatan kemampuan guru melalui praktik langsung, serta penguatan budaya digital di lingkungan sekolah agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Sebelum diterjunkan ke lapangan, para alumni telah mendapatkan pelatihan intensif yang mencakup kemampuan mengajar, pemanfaatan teknologi, serta strategi pembelajaran. Diharapkan, kehadiran mereka dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T.

    Transformasi Digital Sekolah Dimulai, 15...

    by Apr 06 2026

    Jumlah pengunjung : 18 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Lembaga Pengelola Dana Pend...

    e-Rapor 2025 rapor digital sekolah Kemendikdasmen sistem penilaian pendidikan digitalisasi pendidikan Dapodik transparansi penilaian siswa data rapor nasional administrasi sekolah digita

    Kemendikdasmen Dorong Digitalisasi Sekol...

    by Dec 23 2025

    Jumlah pengunjung : 24 JAKARTA— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi m...

    Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong regenerasi petani muda sebagai langkah strategis memperkuat pertanian dan ketahanan pangan nasional.

    Regenerasi Petani Muda Dipercepat, Menta...

    by Dec 22 2025

    Jumlah pengunjung : 28 JAKARTA—Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pe...

    “Pemkab Bantul menerima tambahan bus sekolah gratis dan mematangkan rute layanan untuk pelajar. Persiapan armada dan rute sedang finalisasi.”

    Gratis untuk Pelajar! Bantul Tambah Bus ...

    by Dec 19 2025

    Jumlah pengunjung : 55 BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menerima tambahan satu unit bus sekolah ...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top