Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Mobil Mogok di Perlintasan Kereta, Ini Penyebabnya!

    Apr 29 2026202 Dilihat

    Kejadian mobil yang tiba-tiba mati mesin atau “mogok” tepat di tengah perlintasan kereta api sering kali berakhir dengan tragedi. Selama ini, masyarakat kerap mengaitkan fenomena ini dengan hal-hal mistis. Namun, insiden semacam ini sebenarnya dapat dijelaskan secara ilmiah dan logis melalui perpaduan faktor teknis kelistrikan, kondisi infrastruktur, hingga psikologis manusia.

    Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Amarulla Octavian, baru-baru ini memberikan penjelasan berbasis sains untuk merespons kecelakaan yang melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur. Menurutnya, BRIN telah melakukan kajian mendalam terkait fenomena ini.

    Berikut adalah tiga faktor utama mengapa mobil sering mogok dan sulit bergerak di perlintasan kereta api:

    1. Pengaruh Medan Magnet Besar dari Lokomotif (Faktor Teknis)

    Berdasarkan hasil kajian BRIN, penyebab utama kendaraan kehilangan tenaga di atas rel adalah paparan medan magnet yang sangat besar. Medan magnet ini muncul saat kereta api akan melintas dan bersumber langsung dari mesin lokomotif.

    Kekuatan listrik dan magnet ini terhantar melalui rel kereta api hingga ke area di depannya. Saat mobil melintas ketika kereta sudah dekat, medan magnet tersebut dapat “menyambar” dan mengganggu sistem kelistrikan mesin (seperti Electronic Control Unit atau ECU).

    “Jadi medan magnet yang besar itu dihasilkan oleh kereta api yang mau lewat. Jadi karena sumbernya itu di lokomotif itu besar sekali, listriknya, magnetnya itu terhantar sampai ke rel kereta api ke depan,” urai Amarulla dalam acara BRIN 5.0: Inovasi untuk Negeri di Jakarta.

    Ia juga menegaskan bahwa masalah ini tidak hanya menyerang kendaraan modern. “Dari data-data teknis sebelumnya (ditemukan) tidak hanya mobil listrik, tapi mobil dengan bahan bakar juga banyak yang tidak cukup tahan terhadap pengaruh medan magnet besar ketika kereta api itu akan lewat,” tuturnya.

    2. Kontur Perlintasan yang Tidak Rata (Faktor Infrastruktur)

    Selain gangguan magnetik, kondisi jalan di perlintasan itu sendiri sering kali menjadi jebakan. Perlintasan kereta api pada umumnya memiliki kontur jalan yang menanjak, bergelombang, atau tidak rata karena adanya tumpukan batu kerikil dan susunan rel baja.

    Kondisi fisik ini menuntut keahlian berkendara yang presisi. Jika pengemudi (khususnya yang membawa mobil bertransmisi manual) tidak menyesuaikan bukaan gas dan momentum pedal kopling dengan tepat saat melewati rel yang menanjak, mobil sangat rentan mengalami stall atau mati mesin mendadak akibat beban putaran mesin yang terlalu berat.

    3. Kepanikan Pengemudi (Faktor Psikologis)

    Ketika mesin mobil tiba-tiba mati di atas rel, entah karena medan magnet atau salah injak pedal dan sirine peringatan kereta mulai berbunyi nyaring, pengemudi sering kali mengalami kepanikan yang luar biasa.

    Faktor psikologis ini sangat fatal. Dalam kondisi panik, sistem motorik dan konsentrasi manusia menurun drastis. Akibatnya, pengemudi sering kesulitan melakukan prosedur sederhana untuk menghidupkan kembali mesin. Mereka mungkin salah menginjak pedal kopling, lupa menggeser tuas transmisi ke posisi netral, atau tidak memutar kunci kontak dengan benar. Waktu berharga yang seharusnya bisa digunakan untuk menyalakan mesin justru habis karena kepanikan.

    Langkah Riset BRIN dan Keselamatan

    Menyadari besarnya risiko keselamatan ini, BRIN berkomitmen untuk melanjutkan riset guna memitigasi bahaya di perlintasan sebidang. Fokus riset tersebut meliputi:

    • Netralisasi Medan Magnet: Mencari cara untuk menetralisir paparan magnet di sekitar lintasan agar tidak mengganggu sistem mesin kendaraan.
    • Sistem Jaring Keamanan: Mengembangkan teknologi deteksi otomatis. “Seberapa jauh sebetulnya sistem deteksi itu bisa diketahui secara otomatis oleh masinis di gerbong kereta api,” papar Amarulla mengenai rencana BRIN ke depan.

    Kombinasi antara gangguan medan magnet, jalan yang tidak rata, dan kepanikan ini sering menjadi bencana di perlintasan kereta. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, tidak menerobos palang pintu perlintasan, dan memacu kendaraan dengan stabil.

    Jika skenario terburuk terjadi mobil mogok dan kereta sudah terlihat atau terdengar, segera tinggalkan kendaraan Anda dan menjauh dari rel. Keselamatan nyawa Anda jauh lebih berharga daripada kendaraan apa pun.

    Share to

    Related News

    Program AKSARA Mahasiswa 2026 Dorong Mahasiswa Hadirkan Solusi untuk Masyarakat

    Program AKSARA Mahasiswa 2026 Dorong Mah...

    by Jul 30 2026

    Jumlah pengunjung : 18 DENPASAR – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisai...

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menerima audiensi pengurus ABPPTSI untuk membahas penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta dalam mendukung pembangunan nasional.

    Kemdiktisaintek Perkuat Sinergi PTN-PTS,...

    by Jul 29 2026

    Jumlah pengunjung : 26 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisain...

    Peserta mengikuti seleksi sekolah kedinasan sebagai salah satu jalur pendidikan yang membuka peluang berkarier sebagai aparatur sipil negara (ASN) setelah lulus.

    Cara Jadi CPNS Lewat Sekolah Kedinasan, ...

    by Jul 29 2026

    Jumlah pengunjung : 25 JAKARTA – Sekolah kedinasan kembali menjadi salah satu jalur yang diminati ...

    implementasi kebijakan Kemendikdasmen yang mendorong pembatasan penggunaan gawai demi memperkuat interaksi sosial.

    Kemendikdasmen Batasi Penggunaan Gawai u...

    by Jul 28 2026

    Jumlah pengunjung : 79 YOGYAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ber...

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti bersama Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee saat membahas penguatan kerja sama pendidikan berbasis kecerdasan artifisial (AI) dan perluasan akses pembelajaran.

    Indonesia dan Singapura Sepakat Perluas ...

    by Jul 27 2026

    Jumlah pengunjung : 39 JAKARTA – Indonesia dan Singapura memperkuat kerja sama di bidang pendidika...

    Calon peserta mengikuti proses seleksi sekolah kedinasan sebagai persiapan memasuki tahapan penerimaan peserta didik sekolah kedinasan tahun 2026.

    Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Seger...

    by Jul 24 2026

    Jumlah pengunjung : 86 JAKARTA – Pemerintah segera membuka seleksi penerimaan Sekolah Kedinasan Ta...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top