Fajar A • Sep 10 2026 • 13 Dilihat

Yayasan Dinamika Edukasi Dasar kembali menggelar Jelajah Edukasi Dasar untuk ketiga kalinya di Kompleks Sekolah Eksperimental Mangunan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Sabtu (19/9/2026). Mengusung tema “Impian dari Yogyakarta: Dari Ruang Kelas untuk Masa Depan Pendidikan”, kegiatan ini menjadi ruang bagi guru dan tenaga kependidikan untuk berbagi pengalaman, merefleksikan praktik pembelajaran, serta membahas pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan anak dan perkembangan zaman.
Pengurus Yayasan Dinamika Edukasi Dasar Carolus Borromeus Mulyatno mengatakan Jelajah Edukasi Dasar dirancang sebagai pengalaman belajar yang memungkinkan peserta melihat secara langsung berbagai realitas pendidikan.
Pengalaman yang diperoleh guru dan tenaga kependidikan tidak hanya dibagikan sebagai cerita, tetapi juga dikembangkan melalui action research atau penelitian tindakan. Pendekatan tersebut digunakan untuk memahami berbagai persoalan pendidikan dari sudut pandang yang lebih luas.
“Jelajah Edukasi Dasar dirancang sebagai pengalaman belajar. Peserta tidak hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga mengamati, mengalami, berdialog, dan merefleksikan berbagai realitas pendidikan secara langsung,” kata Mulyatno.
Berbagai persoalan pendidikan menjadi bagian dari pembahasan dalam kegiatan tahun ini. Materinya mencakup perlindungan murid, strategi pembelajaran, hingga penguatan hubungan antara sekolah dan keluarga.
Dalam sesi seminar, peserta akan membahas pendampingan murid korban kekerasan melalui kolaborasi antara sekolah dan instansi pemerintahan. Materi lainnya mencakup pengenalan kedisiplinan pada anak, peningkatan keterampilan menulis, serta upaya meningkatkan minat makan anak melalui kegiatan taman gizi.
Jelajah Edukasi Dasar juga menghadirkan sejumlah inovasi pembelajaran, seperti kelas ekspresi, model Cooperative Circuit Games (CCG), strategi pembelajaran IPA yang menyenangkan, serta penguatan kemitraan sekolah dan orang tua dalam mendampingi anak.
Ragam materi tersebut menunjukkan bahwa pengalaman di ruang kelas dapat menjadi dasar untuk mengembangkan metode pendidikan yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan lingkungan sekolah.
Selain seminar, kegiatan ini menghadirkan workshop dengan 18 narasumber. Workshop dirancang untuk memperkaya pengetahuan sekaligus keterampilan guru dan tenaga kependidikan dalam menghadapi berbagai kebutuhan pembelajaran.
Materi yang diberikan antara lain integrasi kompetensi komunikatif dan literasi untuk siswa kelas IX, metode multisensori dalam pengenalan huruf bagi anak TK, pengelolaan emosi anak, pembelajaran berdiferensiasi, penguatan motivasi belajar melalui permainan, hingga pemanfaatan data supervisi BPJS.
Kegiatan juga dilengkapi gelar wicara bersama Mulyatno dan Bukik Setiawan dari Guru Belajar Foundation. Diskusi tersebut mengangkat tema “Impian dari Yogyakarta: Pendidikan yang Memanusiakan dan Relevansi Pemikiran Y.B. Mangunwijaya.”
Mulyatno yang juga merupakan Dekan Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta menilai pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat, lingkungan, perubahan zaman, dan tantangan yang akan dihadapi generasi mendatang.
Karena itu, Jelajah Edukasi Dasar diarahkan agar peserta tidak hanya melihat persoalan pendidikan dari ruang kelas, tetapi juga memahami kaitannya dengan perubahan sosial dan kebutuhan generasi masa depan.
Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Dinamika Edukasi Dasar ingin mendorong guru dan tenaga kependidikan memandang ruang kelas sebagai tempat tumbuhnya pengalaman, pertanyaan, dan gagasan baru tentang pendidikan.
Jelajah Edukasi Dasar dapat diikuti secara luring maupun daring. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bertukar pengalaman sekaligus mendorong lahirnya gagasan pendidikan yang lebih manusiawi, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 68 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulia...
Jumlah pengunjung : 28 Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) mulai memengaruhi pola inte...
Jumlah pengunjung : 30 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan layanan...
Jumlah pengunjung : 27 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengin...
Jumlah pengunjung : 64 Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, s...
Jumlah pengunjung : 76 Pemerintah membuka seleksi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.