Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • PPDS 2026 Buka 25 Prodi Baru, Cek Daftar Spesialis dan Rumah Sakitnya

    Sep 02 202616 Dilihat

    PPDS 2026 Buka 25 Prodi Baru, Cek Daftar Spesialis dan Rumah Sakitnya

    Pemerintah membuka seleksi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit untuk 25 program studi baru mulai 3 September 2026. Pembukaan program tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis nasional yang diperkirakan mencapai sekitar 65.000 orang sekaligus memperluas pemerataan layanan kesehatan, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

    PPDS Berbasis Rumah Sakit Diperluas

    Program PPDS Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU) sebenarnya telah berjalan sejak 2024. Pada awal pelaksanaannya, program tersebut hanya tersedia di enam rumah sakit.

    Pada tahap pertama 2026, pemerintah menambah 25 program studi baru sehingga jumlah program studi PPDS RSPPU mencapai 31 prodi. Program tersebut diselenggarakan melalui kerja sama rumah sakit pendidikan dengan perguruan tinggi serta kolegium untuk memastikan standar kompetensi dokter spesialis tetap terjaga.

    Pemerintah juga menyiapkan tahap berikutnya. Sebanyak 30 program studi spesialis lainnya ditargetkan memperoleh izin penyelenggaraan pada Oktober 2026, terdiri atas 13 prodi spesialis dasar dan 17 prodi dalam rumpun Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU).

    Seleksi PPDS Dibuka 3 September 2026

    Seleksi peserta untuk 25 program studi baru PPDS RSPPU dijadwalkan dibuka pada 3 September 2026. Program ini memberikan perhatian khusus kepada putra-putri daerah untuk mendukung pemerataan dokter spesialis.

    Selain pendidikan yang diselenggarakan di rumah sakit, penempatan kerja lulusan juga telah dirancang sejak awal. Skema tersebut diharapkan dapat memastikan dokter spesialis yang telah menyelesaikan pendidikan dapat mengisi kebutuhan tenaga medis di wilayah yang menjadi prioritas nasional.

    PPDS RSPPU merupakan model pendidikan dokter spesialis yang dilaksanakan secara langsung di rumah sakit yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit penyelenggara utama.

    Daftar 25 Prodi PPDS Baru

    Sebanyak 25 program studi yang dibuka pada tahap pertama 2026 terdiri atas 11 prodi spesialis dasar dan 14 prodi dalam rumpun KJSU serta spesialis unggulan lainnya.

    Berikut daftar program studi beserta rumah sakit penyelenggaranya:

    1. Anestesiologi dan Terapi Intensif — RSUP Fatmawati, RS Ortopedi Prof. Dr. Soeharso Surakarta, dan RSU Hermina Depok.
    2. Obstetri dan Ginekologi — RSAB Harapan Kita dan RSIA Bunda Jakarta.
    3. Radiologi — RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, RSUP Persahabatan, dan RSUP Dr. M. Djamil.
    4. Ilmu Penyakit Dalam — RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
    5. Ilmu Kesehatan Anak — RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
    6. Ilmu Bedah — RSUD dr. Iskak Tulungagung.
    7. Bedah Saraf — RS Pusat Otak Nasional dan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
    8. Bedah Thorax Kardiovaskuler — RSUP H. Adam Malik dan RSUD Dr. Saiful Anwar.
    9. Urologi — RSUD Dr. Moewardi dan RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.
    10. Jantung dan Pembuluh Darah — RSUP Dr. Mohammad Hoesin, RSU Murni Teguh Memorial Hospital, dan RSUD dr. Soedarso.
    11. Kedokteran Nuklir — RSUP Dr. Kariadi.
    12. Kesehatan Mata — Jakarta Eye Centre (JEC) Kedoya.
    13. Orthopaedi dan Traumatologi — RSD dr. Soebandi, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih.

    Daftar tersebut mencakup 25 prodi baru dengan sejumlah lokasi penyelenggaraan di berbagai rumah sakit pendidikan.

    Baca juga: Seleksi CPNS 2027 Dibuka untuk Guru PPPK, Bukan Pengangkatan Otomatis

    Fokus pada Spesialis Dasar dan KJSU

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa 25 prodi baru tersebut terbagi menjadi 11 program spesialis dasar dan 14 program dalam rumpun KJSU.

    Pengembangan program diarahkan pada bidang yang dinilai memiliki kebutuhan tenaga spesialis tinggi. Rumah sakit penyelenggara dipilih berdasarkan kemampuan pendidikan dan pelayanan kesehatan, kemudian bermitra dengan perguruan tinggi serta kolegium.

    Model tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pendidikan dokter spesialis tanpa mengabaikan kualitas dan standar kompetensi lulusan.

    Pemerintah Kejar Pemerataan Dokter Spesialis

    Perluasan PPDS menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengatasi ketimpangan distribusi dokter spesialis. Kekurangan tenaga spesialis masih menjadi persoalan di berbagai daerah sehingga masyarakat belum seluruhnya memperoleh akses layanan kesehatan dengan kualitas yang sama.

    Kemdiktisaintek sebelumnya juga menyebutkan target pembukaan 148 program PPDS pada 57 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan dokter spesialis.

    Melalui penambahan program berbasis rumah sakit, pemerintah berharap kapasitas pendidikan spesialis meningkat dan lulusan dapat lebih cepat ditempatkan di daerah yang membutuhkan.

    Pendidikan Spesialis Diharapkan Lebih Merata

    Pembukaan 25 prodi baru PPDS pada 2026 menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat sistem kesehatan nasional melalui peningkatan jumlah dan pemerataan dokter spesialis.

    Dengan seleksi yang mulai dibuka pada 3 September 2026, calon peserta perlu memperhatikan ketentuan dan mekanisme pendaftaran yang ditetapkan untuk masing-masing program. Perluasan program ini diharapkan tidak hanya menambah jumlah dokter spesialis, tetapi juga memastikan tenaga medis tersedia di berbagai wilayah Indonesia sesuai kebutuhan masyarakat.

    Sumber: HarianJogja

    Tags:
    Share to

    Related News

    SNPMB 2026 Dievaluasi, Pemerintah Perkuat Transparansi dan Integritas Seleksi

    SNPMB 2026 Dievaluasi, Pemerintah Perkua...

    by Aug 31 2026

    Jumlah pengunjung : 24 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama...

    Mendiktisaintek Dorong Penguatan PTS agar Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat

    Mendiktisaintek Dorong Penguatan PTS aga...

    by Aug 26 2026

    Jumlah pengunjung : 98 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulia...

    Anggaran Pendidikan 2027 Naik Jadi Rp820,9 Triliun, Ini Rincian Penggunaannya

    Rp820,9 Triliun untuk Pendidikan 2027, I...

    by Aug 20 2026

    Jumlah pengunjung : 138 Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam ...

    Mendiktisaintek Brian Yuliarto bertemu Dubes Arab Saudi untuk Indonesia membahas penguatan kerja sama pendidikan tinggi, riset bersama, dan pertukaran mahasiswa.

    Indonesia-Arab Saudi Perkuat Kolaborasi ...

    by Aug 12 2026

    Jumlah pengunjung : 138 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memper...

    Senyum Sumringah Mahasiswa Baru UGM Warn...

    by Aug 04 2026

    Jumlah pengunjung : 152 YOGYAKARTA – Ribuan mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) tampak pe...

    Program AKSARA Mahasiswa 2026 Dorong Mahasiswa Hadirkan Solusi untuk Masyarakat

    Program AKSARA Mahasiswa 2026 Dorong Mah...

    by Jul 30 2026

    Jumlah pengunjung : 161 DENPASAR – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisa...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top