Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Dorong Kebugaran Siswa, MAN 2 Yogyakarta Jadi Madrasah Rujukan Sport Science

    Nov 29 2025118 Dilihat

    YOGYAKARTA—MAN 2 Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas generasi usia sekolah. Pada Kamis (27/11/2025), madrasah tersebut resmi menandatangani 6 Komitmen Penguatan Kebugaran Jasmani Siswa sebagai langkah strategis untuk mendukung pencegahan sekaligus percepatan penurunan angka stunting. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting yang menandai perubahan madrasah dari lembaga berprestasi akademik menuju pusat pembelajaran berbasis sport science di lingkungan madrasah.

    Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd. Momentum ini menjadi bukti bahwa aspek kebugaran jasmani kini dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan lagi sekadar pelengkap kegiatan sekolah. Inisiatif ini lahir dari visi besar untuk membentuk Generasi Emas 2045 yang berpengetahuan luas, berkarakter, serta memiliki fisik yang tangguh.

    Sinergi Lintas Sektor Cegah Stunting

    Upaya ini semakin kuat melalui kerja sama lintas sektor bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta selaku penyelenggara utama pertemuan penggalangan komitmen. Dinkes berperan besar dalam program pencegahan dan penanganan stunting, mulai dari pendataan ibu hamil dan balita, intervensi serta edukasi gizi dan sanitasi, pemantauan kasus, hingga kerja kolaboratif dengan berbagai pihak agar program berjalan efektif dan berkelanjutan. Kehadiran sektor pendidikan dan kesehatan dalam forum bersama tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting perlu dimulai sejak hulu hingga ke lingkungan sekolah.

    Forum ini juga menghadirkan narasumber dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yakni Dwi Andriyani, dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan. Ia menyampaikan kajian ilmiah dan data terbaru mengenai kondisi kebugaran peserta didik di Indonesia. Dalam pemaparannya, Dwi menyoroti hasil tes kebugaran nasional yang menunjukkan mayoritas anak usia 10–15 tahun berada pada kategori “kurang sekali” dan “kurang”, yang diakibatkan oleh gaya hidup sedenter seperti duduk berkepanjangan, ketergantungan pada gim digital, minim aktivitas fisik harian, serta kebiasaan mager. Fenomena ini dinilai sebagai ancaman baru bagi kesehatan anak, yang dapat menurunkan imunitas, meningkatkan risiko penyakit, dan membuat kebugaran merosot drastis pada masa pertumbuhan.

    Dwi juga menegaskan bahwa kebugaran fisik memiliki hubungan erat dengan kualitas pembelajaran. Anak-anak yang terbiasa aktif bergerak umumnya memiliki konsentrasi lebih baik, kesehatan metabolik stabil, daya tahan tubuh kuat, serta rasa percaya diri yang lebih positif.

    “Hal terpenting bukan seberapa banyak anak mengetahui konsep hidup sehat, melainkan seberapa besar kemauan mereka untuk bergerak demi dirinya sendiri,” tegasnya, mengajak peserta forum melihat olahraga sebagai ilmu masa depan, bukan hanya aktivitas di lapangan.

    Inovasi Kelas Olahraga dan “Ice Ntarking”

    Gagasan tersebut sejalan dengan arah perubahan MAN 2 Yogyakarta yang kini mulai merancang kelas khusus olahraga sebagai identitas baru madrasah. Kelas tersebut diposisikan sebagai ruang pembinaan fisik dan karakter berbasis sport science, meliputi latihan kebugaran terstruktur, pola nutrisi, manajemen aktivitas fisik, pembentukan mental juara, kerja sama tim, disiplin, dan pembinaan karakter positif. Inisiatif ini diproyeksikan menjadi kekuatan branding baru MAN 2 Yogyakarta di wilayah DIY.

    Tak berhenti pada tataran kebijakan, MAN 2 Yogyakarta juga menyiapkan inovasi implementatif melalui model “Ice Ntarking” (Ice Breaking + Body Movement + Thinking Refresh) yang akan diperkenalkan kepada seluruh guru. Melalui model ini, para pendidik didorong untuk menyisipkan aktivitas fisik ringan dan bermakna di sela proses pembelajaran sehingga setiap kelas menjadi ruang yang aktif, segar, dan menyenangkan. Dengan demikian, budaya sedenter perlahan dapat digantikan dengan budaya bergerak dan belajar aktif.

    Enam Komitmen Kebugaran yang Disepakati:

    1. Mengalokasikan anggaran memadai untuk program kebugaran jasmani;
    2. Menambah serta meningkatkan fasilitas olahraga madrasah;
    3. Mengoptimalkan jam pelajaran pendidikan jasmani;
    4. Memperluas ragam aktivitas olahraga melalui permainan tradisional dan rekreatif;
    5. Melaksanakan tes kebugaran secara berkala;
    6. Menyampaikan hasil tes kebugaran kepada orang tua.

    Dalam refleksinya, Hartiningsih menutup forum dengan pesan kuat yang sekaligus mempertegas branding madrasah: “Generasi emas tidak boleh tumbuh dengan tubuh yang mudah menyerah. Ilmu harus berjalan berdampingan dengan stamina. MAN 2 Yogyakarta ingin memastikan anak-anak tumbuh dengan kebiasaan sehat, mental yang kuat, dan fisik bugar. Masa depan besar bukan hanya milik mereka yang pandai berbicara dan menulis, tetapi juga yang mau bergerak, melangkah, dan berlatih,” ungkapnya.

    Dengan penandatanganan enam komitmen tersebut, MAN 2 Yogyakarta secara resmi meneguhkan posisinya sebagai: Madrasah Anti-Mager; Madrasah Kader Kebugaran & Sport Science; Madrasah Berbasis Budaya Ilmu dan Gerak; serta Madrasah Pendukung Yogyakarta Bebas Stunting. Slogan yang diusung pun jelas: “Badan Sehat, Bugar, Gizi Seimbang, Masa Depan Gemilang Tanpa Stunting.”

    Sumber : Harian Jogja
    Penulis: Putri Indah Syafitri

    Share to

    Related News

    Pembelajaran di sekolah rakyat dinilai semakin stabil setelah berbagai tantangan berhasil diatasi secara bertahap.

    Lulusan Sekolah Rakyat Tak Boleh Mengang...

    by Sep 11 2026

    Jumlah pengunjung : 53 Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pemerintah menyiapkan dua jalur bag...

    Guru PPPK mengajar di ruang kelas saat DPR mengusulkan kenaikan gaji minimal Rp7 juta per bulan bagi guru PPPK penuh waktu sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

    Guru di Sleman Diajak Refleksikan Pembel...

    by Sep 10 2026

    Jumlah pengunjung : 65 Yayasan Dinamika Edukasi Dasar kembali menggelar Jelajah Edukasi Dasar untuk ...

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan orasi ilmiah dalam Wisuda Perbanas Institute Tahun 2026 dan memberikan pesan kepada lulusan untuk adaptif terhadap perkembangan AI serta tetap menjaga integritas.

    Lulusan Perguruan Tinggi Dituntut Adapti...

    by Sep 08 2026

    Jumlah pengunjung : 82 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulia...

    Siswa sekolah dasar mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris di kelas sebagai bagian dari persiapan kebijakan mata pelajaran wajib yang akan diterapkan secara nasional mulai 2027.

    Penggunaan Smartphone dan AI Dinilai Pen...

    by Sep 08 2026

    Jumlah pengunjung : 42 Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) mulai memengaruhi pola inte...

    Kemendikdasmen Atur Pembelajaran Sekolah Terdampak Karhutla Berdasarkan ISPU

    Kemendikdasmen Atur Pembelajaran Sekolah...

    by Sep 07 2026

    Jumlah pengunjung : 39 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan layanan...

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Sekolah, Mendikdasmen Atur PJJ dan Protokol Kesehatan

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Sekola...

    by Sep 07 2026

    Jumlah pengunjung : 35 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengin...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top