Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Hemat Energi vs Pendidikan, Gus Hilmy Angkat Suara

    Apr 09 2026237 Dilihat

    Gus Hilmy menyoroti wacana sekolah daring dan mengingatkan agar pendidikan tidak dikorbankan demi kebijakan hemat energi.

    Wacana penerapan kembali pembelajaran daring sebagai bagian dari kebijakan penghematan energi mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya disampaikan oleh anggota DPD RI, Hilmy Muhammad, yang mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak berdampak negatif terhadap kualitas pendidikan.

    Menurutnya, pendidikan merupakan sektor yang sangat penting dan tidak seharusnya dikorbankan hanya demi efisiensi energi. Ia menilai bahwa setiap kebijakan harus mempertimbangkan dampaknya secara menyeluruh, terutama terhadap proses belajar siswa.

    “Jangan sampai pendidikan menjadi korban dari kebijakan energi,” ujarnya.

    Baca juga: Mendiktisaintek: Saatnya Mahasiswa Beralih ke Tugas Digital

    Ia juga menyoroti bahwa pembelajaran daring memiliki berbagai tantangan, terutama terkait kesiapan infrastruktur, akses internet, serta kemampuan siswa dan tenaga pendidik dalam beradaptasi dengan sistem tersebut.

    “Jika tidak disiapkan dengan matang, kebijakan ini justru berpotensi menurunkan kualitas pembelajaran,” tegasnya.

    Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah untuk mencari solusi yang seimbang antara efisiensi energi dan kualitas pendidikan. Kebijakan yang diambil diharapkan tetap mengutamakan keberlangsungan pendidikan yang optimal bagi seluruh siswa.

    Sumber: https://ejogja.id/wacana-sekolah-daring-gus-hilmy-jangan-jadikan-pendidikan-korban-kebijakan-energi/

    Share to

    Related News

    Pembelajaran di sekolah rakyat dinilai semakin stabil setelah berbagai tantangan berhasil diatasi secara bertahap.

    Lulusan Sekolah Rakyat Tak Boleh Mengang...

    by Sep 11 2026

    Jumlah pengunjung : 53 Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pemerintah menyiapkan dua jalur bag...

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjelaskan alasan pemerintah memilih Peraturan Presiden sebagai dasar regulasi nasional mengenai kecerdasan artifisial atau AI.

    Regulasi AI Indonesia Akan Diatur Lewat ...

    by Sep 11 2026

    Jumlah pengunjung : 17 Pemerintah memilih menuangkan regulasi nasional mengenai kecerdasan artifisia...

    Guru PPPK mengajar di ruang kelas saat DPR mengusulkan kenaikan gaji minimal Rp7 juta per bulan bagi guru PPPK penuh waktu sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

    Guru di Sleman Diajak Refleksikan Pembel...

    by Sep 10 2026

    Jumlah pengunjung : 64 Yayasan Dinamika Edukasi Dasar kembali menggelar Jelajah Edukasi Dasar untuk ...

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan orasi ilmiah dalam Wisuda Perbanas Institute Tahun 2026 dan memberikan pesan kepada lulusan untuk adaptif terhadap perkembangan AI serta tetap menjaga integritas.

    Lulusan Perguruan Tinggi Dituntut Adapti...

    by Sep 08 2026

    Jumlah pengunjung : 80 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulia...

    Siswa sekolah dasar mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris di kelas sebagai bagian dari persiapan kebijakan mata pelajaran wajib yang akan diterapkan secara nasional mulai 2027.

    Penggunaan Smartphone dan AI Dinilai Pen...

    by Sep 08 2026

    Jumlah pengunjung : 42 Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) mulai memengaruhi pola inte...

    Kemendikdasmen Atur Pembelajaran Sekolah Terdampak Karhutla Berdasarkan ISPU

    Kemendikdasmen Atur Pembelajaran Sekolah...

    by Sep 07 2026

    Jumlah pengunjung : 39 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan layanan...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top