Fajar A • Jul 27 2026 • 7 Dilihat

JAKARTA – Indonesia dan Singapura memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dengan menitikberatkan pada pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran, pembaruan nota kesepahaman (MoU), serta perluasan akses pendidikan bagi peserta didik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kedua negara membangun sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan global.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pemerataan layanan pendidikan karena memiliki lebih dari 50 juta peserta didik yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi, termasuk AI, dapat mendukung pembelajaran jarak jauh (distance learning) sekaligus membantu mengurangi kesenjangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pelosok.
“Kita bisa menggunakan teknologi, termasuk AI, sebagai bagian dari strategi untuk menghilangkan kesenjangan antara pelajar yang tinggal di kota dan pelajar yang tinggal di pelosok negeri,” ujar Abdul Mu’ti.
Meski mendorong pemanfaatan AI, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak dapat menggantikan kemampuan berpikir reflektif dan kritis manusia. Menurutnya, AI masih memiliki keterbatasan dalam memahami bahasa, budaya, maupun konteks lokal sehingga tetap diperlukan kemampuan analisis dari peserta didik.
Selain membahas pemanfaatan AI, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi dengan Temasek dan perusahaan-perusahaan Singapura untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, terutama di wilayah yang memiliki kedekatan geografis dengan Singapura.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee mengusulkan pembaruan nota kesepahaman kerja sama pendidikan yang terakhir disepakati pada 2017.
Menurutnya, perkembangan teknologi, AI, dan berbagai tantangan global memerlukan bentuk kerja sama yang lebih fleksibel, adaptif, dan berorientasi pada masa depan, terutama menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura pada 2027.
Kedua negara juga membahas peningkatan kompetensi tenaga pendidik serta pekerja migran Indonesia agar memiliki kemampuan profesional yang lebih baik.
Selain itu, Indonesia dan Singapura mendiskusikan keberlanjutan Sekolah Indonesia Singapura (SIS), mengingat masa penggunaan lokasi sekolah tersebut akan berakhir pada April 2027. Pembahasan ini diharapkan menghasilkan solusi yang dapat menjamin keberlanjutan layanan pendidikan bagi warga negara Indonesia di Singapura.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 73 JAKARTA – Pemerintah segera membuka seleksi penerimaan Sekolah Kedinasan Ta...
Jumlah pengunjung : 31 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisain...
Jumlah pengunjung : 25 JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Universitas Republik In...
Jumlah pengunjung : 34 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisain...
Jumlah pengunjung : 38 JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk me...
Jumlah pengunjung : 67 Kemendikdasmen Perkuat Sekolah Aman dan Inklusif, Ini Programnya JAKARTA – ...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.