Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Inovasi Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Pembakar Sampah Portabel Ramah Lingkungan

    Oct 21 2025319 Dilihat

    YOGYAKARTA – Sebuah inovasi untuk mengatasi masalah sampah domestik telah berhasil dikembangkan oleh lima mahasiswa dari program studi Teknologi Rekayasa Elektro, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Lewat Tim Pekan Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI), mereka menciptakan “Gelora”, sebuah insinerator atau alat pembakar sampah portabel yang dirancang spesifik untuk penggunaan skala rumah tangga.

    Tim ini beranggotakan Amir Fren Afrizal, Fa’iq Al-Baihaqi, Mohammad Lathif Adani, Muhammad Zulfa Azizi, dan Rahma’ Alya Nabila Damayanti.

    Baca juga: Inovasi Daur Ulang Plastik Bernilai Tinggi, KKN-T Universitas Alma Ata Tunjang UMKM Desa Campurejo dengan Digitalisasi

    Menjawab Keterbatasan Teknologi Pengolahan Sampah

    Inovasi ini lahir sebagai respons atas keprihatinan terhadap tingginya volume sampah rumah tangga di Indonesia, yang mencapai lebih dari 34 juta ton per tahun, di mana sebagian besarnya belum terkelola secara optimal.

    Ketua tim, Amir Fren Afrizal, menuturkan bahwa keterbatasan teknologi pengolahan sampah skala kecil di pemukiman menjadi penghambat partisipasi masyarakat.

    “Keterbatasan teknologi pengolahan sampah skala kecil membuat masyarakat kesulitan berpartisipasi aktif dalam pengurangan sampah. Gelora dirancang sebagai solusi sederhana dan efisien yang bisa digunakan langsung di rumah,” Ungkap Amir.

    Alat ini dirancang untuk mendukung pengelolaan sampah mandiri dan penerapan ekonomi sirkular langsung di tingkat masyarakat.

    Keunggulan Teknologi Ramah Lingkungan dan Fitur Keamanan

    Gelora dilengkapi dengan serangkaian fitur utama yang mengedepankan keamanan dan aspek lingkungan. Untuk menekan polusi, alat ini menggunakan sistem pembakaran tertutup yang dilengkapi filtrasi karbon aktif. Sistem filter tersebut dirancang dengan mekanisme plug and play agar mudah diganti oleh pengguna.

    Dari sisi keamanan, alat ini memiliki tiga lapisan isolator panas serta material batu tahan api untuk melindungi pengguna saat proses pembakaran berlangsung. Sesuai namanya, incinerator ini juga bersifat portabel, dilengkapi roda dan gagang agar mudah dipindahkan.

    Secara teknologi, Gelora memanfaatkan mikrokontroler ESP32 yang terhubung ke layar LCD. Sistem ini memungkinkan pengguna memonitor suhu pembakaran dan kadar emisi gas karbon monoksida (CO) secara real-time, memastikan proses berjalan efisien dan aman.

    Saat ini, tim mahasiswa UGM tersebut sedang dalam proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk melindungi desain industri inovasi mereka. Selain itu, mereka juga telah aktif mempublikasikan karya ini melalui berbagai platform media sosial.

    Kehadiran “Gelora” diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi rumah tangga untuk mengelola sampahnya secara mandiri. Inovasi ini membuktikan peran aktif mahasiswa dalam menciptakan teknologi tepat guna yang berdampak langsung pada kelestarian lingkungan.

    Artikel lainnya: Universitas Alma Ata Gelar Workshop Penelitian: Evidence-Based Manajemen Laktasi

    Penulis: Sarwo

    Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-alat-pembakar-sampah-portable-skala-rumah-tangga/

    Share to

    Related News

    Pembelajaran di sekolah rakyat dinilai semakin stabil setelah berbagai tantangan berhasil diatasi secara bertahap.

    Lulusan Sekolah Rakyat Tak Boleh Mengang...

    by Sep 11 2026

    Jumlah pengunjung : 53 Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pemerintah menyiapkan dua jalur bag...

    Guru PPPK mengajar di ruang kelas saat DPR mengusulkan kenaikan gaji minimal Rp7 juta per bulan bagi guru PPPK penuh waktu sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

    Guru di Sleman Diajak Refleksikan Pembel...

    by Sep 10 2026

    Jumlah pengunjung : 65 Yayasan Dinamika Edukasi Dasar kembali menggelar Jelajah Edukasi Dasar untuk ...

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan orasi ilmiah dalam Wisuda Perbanas Institute Tahun 2026 dan memberikan pesan kepada lulusan untuk adaptif terhadap perkembangan AI serta tetap menjaga integritas.

    Lulusan Perguruan Tinggi Dituntut Adapti...

    by Sep 08 2026

    Jumlah pengunjung : 83 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulia...

    Siswa sekolah dasar mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris di kelas sebagai bagian dari persiapan kebijakan mata pelajaran wajib yang akan diterapkan secara nasional mulai 2027.

    Penggunaan Smartphone dan AI Dinilai Pen...

    by Sep 08 2026

    Jumlah pengunjung : 42 Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) mulai memengaruhi pola inte...

    Kemendikdasmen Atur Pembelajaran Sekolah Terdampak Karhutla Berdasarkan ISPU

    Kemendikdasmen Atur Pembelajaran Sekolah...

    by Sep 07 2026

    Jumlah pengunjung : 40 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan layanan...

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Sekolah, Mendikdasmen Atur PJJ dan Protokol Kesehatan

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Sekola...

    by Sep 07 2026

    Jumlah pengunjung : 35 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengin...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top