Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Ketimpangan Distribusi Guru di Indonesia: Antara Kelebihan dan Kekurangan Tenaga Pendidik

    Apr 29 2026139 Dilihat

    Jumlah guru disebut berlebih, namun banyak daerah di Indonesia masih mengalami kekurangan tenaga pendidik.

    Isu mengenai jumlah guru di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah muncul anggapan bahwa terjadi kelebihan atau oversupply tenaga pendidik. Namun, para pakar menilai bahwa kondisi tersebut tidak sepenuhnya tepat, karena pada kenyataannya masih banyak daerah yang mengalami kekurangan guru, terutama di wilayah terpencil dan kurang berkembang.

    Ketimpangan ini terjadi akibat distribusi guru yang tidak merata antara daerah perkotaan dan wilayah pelosok. Di beberapa kota besar, jumlah guru dinilai relatif mencukupi bahkan berlebih, sementara di daerah tertentu justru masih kekurangan tenaga pendidik untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran.

    “Bukan berarti jumlah guru terlalu banyak, tetapi distribusinya yang belum merata,” ujarnya.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa permasalahan utama dalam sistem pendidikan bukan hanya pada jumlah tenaga pendidik, melainkan pada pengelolaannya. Pemerataan distribusi guru menjadi faktor penting untuk memastikan setiap siswa mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas.

    Baca juga: Masih Banyak Guru Belum Tersertifikasi! Pemerintah Mulai Penjaringan Data

    Di sisi lain, wilayah terpencil di Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan tenaga pendidik. Beberapa daerah bahkan mengalami kekurangan guru dalam jumlah signifikan, sehingga berdampak pada kualitas pembelajaran yang diterima siswa.

    “Masih banyak daerah yang membutuhkan guru, terutama di wilayah 3T,” katanya.

    Para ahli menekankan bahwa kebijakan pendidikan ke depan perlu lebih fokus pada pemerataan distribusi guru, bukan sekadar penambahan jumlah. Dengan langkah yang tepat, kesenjangan pendidikan antarwilayah dapat dikurangi dan kualitas pendidikan nasional dapat meningkat secara lebih merata.

    Sumber: https://www.kompas.com/edu/image/2026/04/28/172201971/jumlah-guru-disebut-oversupply-pakar-justru-banyak-daerah-kekurangan?page=1

    Share to

    Related News

    Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu di Indonesia.

    Pemerintah Targetkan 100 Sekolah Rakyat ...

    by Aug 12 2026

    Jumlah pengunjung : 60 Pemerintah menargetkan 50 hingga 100 unit Sekolah Rakyat mulai aktif beropera...

    Mendiktisaintek Brian Yuliarto bertemu Dubes Arab Saudi untuk Indonesia membahas penguatan kerja sama pendidikan tinggi, riset bersama, dan pertukaran mahasiswa.

    Indonesia-Arab Saudi Perkuat Kolaborasi ...

    by Aug 12 2026

    Jumlah pengunjung : 94 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperk...

    Beasiswa Kuliah ke Malaysia Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

    BOS Madrasah Tahap II 2026 Rp4,1 Triliun...

    by Aug 11 2026

    Jumlah pengunjung : 64 Kementerian Agama (Kemenag) segera menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekol...

    Kemdiktisaintek Dorong Kampus Perkuat Kesiapan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

    Kemdiktisaintek Dorong Kampus Perkuat Ke...

    by Aug 10 2026

    Jumlah pengunjung : 64 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendoro...

    Vidio Drone Tampilkan Kopdes Merah Putih...

    by Aug 10 2026

    Jumlah pengunjung : 129 JAWA BARAT— Sebuah potret udara yang menampilkan bangunan Koperasi Desa (K...

    Mengenal Universitas Republik Indonesia, Simak 5 Fakta yang Perlu Diketahui

    Mengenal Universitas Republik Indonesia,...

    by Aug 07 2026

    Jumlah pengunjung : 73 JAKARTA – Universitas Republik Indonesia (URI) menjadi perhatian publik set...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top