Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Resan Gunungkidul: Gerakan Swadaya Pelestari Sumber Air di Tanah

    Dec 22 2024171 Dilihat

    Resan Gunungkidul konservasi sumber air

    Warta Pendidikan Jogja – Di Kabupaten Gunungkidul, terdapat sebuah komunitas bernama Resan Gunungkidul yang berfokus pada konservasi sumber daya air berbasis masyarakat. Komunitas ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan, khususnya terkait ketersediaan air bersih di wilayah tersebut. Nama “Resan” sendiri berasal dari idiom Jawa yang berarti menjaga (reksa) dan pohon (wreksa), mencerminkan komitmen mereka dalam melestarikan alam dan sumber air.

    Sejak didirikan pada tahun 2018 oleh Edi Padmo, Resan Gunungkidul telah melakukan berbagai upaya konservasi, seperti penanaman pohon di sekitar sumber mata air, pembuatan pembibitan mandiri, dan normalisasi sumber-sumber air yang terbengkalai. Hingga saat ini, komunitas ini berhasil merestorasi sekitar 17 sumber mata air di berbagai wilayah Gunungkidul. Selain itu, mereka juga aktif mengajak masyarakat untuk terlibat dalam pelestarian lingkungan melalui kegiatan gotong royong dan edukasi.

    Salah satu program unggulan Resan Gunungkidul adalah pendirian Rumah Bibit Resan (RBR), yang berfungsi sebagai tempat pembibitan dan penyemaian berbagai jenis pohon konservasi. Bibit-bibit ini kemudian ditanam di sekitar sumber mata air dan area kritis lainnya untuk menjaga ketersediaan air tanah. Selain itu, komunitas ini juga mengadakan kegiatan budaya seperti rasulan, sebuah upacara tradisional yang bertujuan untuk membersihkan dan melestarikan sumber air.

    Menariknya, Resan Gunungkidul tidak memiliki struktur organisasi formal. Anggotanya terdiri dari relawan yang tergerak oleh kesadaran pribadi untuk menjaga lingkungan. Koordinasi dilakukan melalui grup WhatsApp, dan setiap orang dipersilakan untuk bergabung tanpa adanya keanggotaan resmi. Pendanaan kegiatan pun berasal dari usaha mandiri, seperti usaha sablon baju bernama Umbul Kreatif, yang hasilnya digunakan untuk mendukung berbagai program konservasi.

    Penulis: Aizan Syalim

    Sumber Gambar: https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2024/03/31/resan-gunungkidul_169.jpeg?w=700&q=90

    Sumber Berita: https://www.detik.com/jogja/berita/d-7270766/mengenal-resan-komunitas-konservasi-sumber-air-di-gunungkidul

    Share to

    Related News

    Resmi Dibuka, Pameran Poster PIMNAS ke-3...

    by Dec 27 2025

    Jumlah pengunjung : 70 Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi membuka pintu bagi publik untuk menyaksi...

    Hasil TKA 2025 Sudah Keluar! Ini Jadwal ...

    by Dec 27 2025

    Jumlah pengunjung : 108 Pemerintah melalui Kemendikdasmen resmi mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akad...

    Peluncuran platform Read Indonesia oleh Menteri Kebudayaan Tampilan situs Read Indonesia sebagai gerbang sastra global

    Kemenbud Luncurkan Read Indonesia: Platf...

    by Dec 25 2025

    Jumlah pengunjung : 80 JAKARTA — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) resmi merilis platform digital ...

    e-Rapor 2025 rapor digital sekolah Kemendikdasmen sistem penilaian pendidikan digitalisasi pendidikan Dapodik transparansi penilaian siswa data rapor nasional administrasi sekolah digita

    Kemendikdasmen Dorong Digitalisasi Sekol...

    by Dec 23 2025

    Jumlah pengunjung : 114 JAKARTA— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi ...

    Saat Tangan Bersatu, Bangsa Menguat: Mak...

    by Dec 11 2025

    Jumlah pengunjung : 169 Gotong royong merupakan salah satu nilai budaya paling penting dalam kehidup...

    Sultan HB X Instruksikan Kampus Data Mah...

    by Dec 10 2025

    Jumlah pengunjung : 114 Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, men...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top