Fajar A • Aug 06 2025 • 310 Dilihat

Warta Pendidikan Jogja — Di balik gemerlap prestasi akademik, tersimpan kisah perjuangan luar biasa dari seorang perempuan muda asal Magetan, Jawa Timur. Namanya Apia Dewi Agustin, dan ia berhasil menempuh pendidikan dari jenjang sarjana hingga doktoral di Universitas Gadjah Mada (UGM) tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.
Apia baru saja menyelesaikan Magister Sains Akuntansi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM dengan IPK nyaris sempurna: 3,96, hanya dalam waktu 1 tahun 4 bulan 29 hari. Tak berhenti di situ, ia langsung melanjutkan ke Program Doktor Ilmu Akuntansi dan kini tercatat sebagai mahasiswa aktif semester pertama.
Apia tumbuh di pelosok desa, dalam keluarga yang jauh dari akses pendidikan tinggi. Ayahnya seorang petani yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal dan telah meninggal saat Apia masih kuliah S1. Ibunya hanya lulusan sekolah dasar dan sehari-hari berjualan di warung kelontong. Meski begitu, kedua orangtuanya selalu menanamkan nilai bahwa pendidikan adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Dengan semangat pantang menyerah, Apia berhasil lulus S1 Akuntansi UGM pada tahun 2022 dengan predikat cumlaude, berkat beasiswa Bidikmisi dan dukungan dari Keluarga Alumni FEB UGM (KAFEGAMA).
Keinginan kuat untuk menjadi akademisi membawanya kembali ke kampus, kali ini melalui skema beasiswa PMDSU (Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul). Program ini menargetkan penyelesaian studi S2 dan S3 dalam waktu maksimal 4 tahun. Tantangannya tidak ringan—mulai dari manajemen waktu, tekanan riset, hingga pengelolaan emosi.
Namun Apia tidak sendiri. Ia mendapat dukungan penuh dari lingkungan akademik FEB UGM, termasuk dosen, pembimbing, dan promotor seperti Prof. Mahfud Sholihin, Ph.D., yang menjadi sosok penting dalam perjalanan risetnya.
Selama studi pascasarjana, Apia aktif dalam berbagai kegiatan ilmiah. Ia menjadi asisten dosen, mengikuti konferensi internasional, dan bahkan meraih penghargaan sebagai best paper dan best presenter. Tesisnya mengangkat isu pengungkapan terkait iklim (climate-related disclosure) di perusahaan Asia Pasifik, yang kini tengah dikembangkan menjadi buku dan telah memperoleh hibah Penelitian Kompetitif Unggulan dari FEB UGM.
Kisah Apia adalah bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Ia menunjukkan bahwa dengan tekad, kerja keras, dan dukungan yang tepat, mimpi besar bisa menjadi kenyataan.
Author: Allif
Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-apia-kuliah-s1-s2-dan-s3-gratis-di-ugm/
Jumlah pengunjung : 7 SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat program Beasiswa Slema...
Jumlah pengunjung : 21 JAKARTA – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka pendaftara...
Jumlah pengunjung : 140 Minat terhadap program beasiswa Indonesia mengalami peningkatan yang signifi...
Jumlah pengunjung : 147 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan program beasiswa sarjan...
Jumlah pengunjung : 147 Kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri kembali terbuka melalui pro...
Jumlah pengunjung : 308 Kabar gembira bagi keluarga mitra pengemudi, Yayasan GoTo Merah Putih (YGMP)...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.