Fajar A • Jul 08 2026 • 3 Dilihat

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendekatan deep learning menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi siswa. Melalui pendekatan ini, peserta didik tidak hanya didorong gemar membaca, tetapi juga mampu memahami, mengolah, serta menyampaikan kembali isi bacaan dengan bahasa mereka sendiri.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pembelajaran deep learning mengajak siswa memahami isi buku secara lebih mendalam, bukan sekadar membaca untuk menghafal materi.
Setelah membaca, siswa didorong membuat ulasan (review) dan menjelaskan kembali isi buku menggunakan bahasa mereka sendiri sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna.
“Karena itu dalam deep learning, kami dorong agar anak-anak lebih berani untuk membaca buku, mereview buku itu dan menjelaskannya dengan bahasa mereka sendiri,” kata Abdul Mu’ti.
Selain melalui aktivitas membaca, pendekatan deep learning juga mendorong siswa mengeksplorasi lingkungan sekitar dan pengalaman sehari-hari.
Berbagai pengalaman tersebut kemudian diolah menjadi karya, termasuk tulisan, sebagai bagian dari penguatan literasi sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk berekspresi dan mengembangkan kreativitas.
Menurut Abdul Mu’ti, keberhasilan penguatan literasi juga bergantung pada optimalisasi fungsi perpustakaan sekolah.
Ia menegaskan perpustakaan tidak seharusnya hanya menjadi pelengkap sarana pendidikan atau sekadar memenuhi persyaratan akreditasi, tetapi harus menjadi pusat kegiatan belajar yang mampu menumbuhkan budaya membaca di lingkungan sekolah.
“Kami berkomitmen agar perpustakaan tidak sekadar menjadi ruang yang sering kali hanya ada di sudut sekolah, yang kadang-kadang hanya memenuhi persyaratan akreditasi belaka,” ujarnya.
Selain itu, Kemendikdasmen juga mendorong penguatan formasi pustakawan agar pengelolaan perpustakaan semakin optimal dalam mendukung proses pembelajaran.
Penerapan pendekatan deep learning menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik.
Melalui strategi tersebut, pemerintah berharap budaya membaca dan literasi siswa terus meningkat sehingga mampu membentuk generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif menghadapi tantangan masa depan.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 67 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi ...
Jumlah pengunjung : 61 JAKARTA – Pemerintah berencana menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelaj...
Jumlah pengunjung : 187 SLEMAN – Kabupaten Sleman akan menjadi tuan rumah Konferensi Pendidikan In...
Jumlah pengunjung : 124 JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengh...
Jumlah pengunjung : 109 JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melak...
Jumlah pengunjung : 93 YOGYAKARTA — Rencana pemerintah yang disebut akan menutup sejumlah program ...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.