Sharwo • Dec 05 2025 • 78 Dilihat

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bergerak cepat memberikan bantuan kemanusiaan kepada mahasiswanya, Olivia Yuliana, yang menjadi korban bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) angkatan 2024 ini harus kehilangan kedua orang tua serta dua kakaknya dalam tragedi yang terjadi pada Selasa (25/11).
Kepastian dukungan tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi Pengelolaan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan DPPM UPI, Dr. Sandey Tantra Paramitha, S.Si., S.H., M.Pd., di Gedung DPPM UPI, Senin (1/12). Ia mengungkapkan bahwa pimpinan universitas telah turun langsung menemui korban.
“Pagi tadi Bapak Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPOK, Dr. Dian Budiana, M.Pd., telah berkunjung untuk memastikan kondisi mahasiswa dan memberikan dukungan awal,” ujar Sandey.
Sebagai wujud tanggung jawab institusi agar mahasiswanya tidak putus sekolah, UPI mengeluarkan kebijakan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi Olivia hingga ia lulus. Tak hanya itu, pihak kampus juga menyediakan fasilitas Asrama Putri sebagai tempat tinggal yang aman selama masa pemulihan.
“Ini perlu perhatian khusus agar pendidikannya tidak terhenti,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPOK, Dr. Dian Budiana, M.Pd., melalui sambungan telepon menjelaskan kondisi terkini Olivia. Saat ini, korban berada dalam pendampingan kerabatnya di kawasan Bojongsoang, Bandung. Di kampung halamannya, rumah keluarga Olivia di Palembayan dilaporkan rusak parah akibat sapuan material lumpur, batu, dan kayu dari luapan sungai.
“Secara mental Olivia berusaha tegar. Kami telah bertemu dan menyatakan dukungan penuh. Ia tetap menyampaikan tekad untuk melanjutkan kuliah hingga selesai,” ungkap Dian.
Saat ini, UPI tengah melakukan asesmen lanjutan yang melibatkan fakultas dan Direktorat Kemahasiswaan. Langkah ini mencakup pemetaan kebutuhan akademik, administrasi, hingga dukungan psikologis jangka panjang.
“Kami juga sedang mendata apakah ada mahasiswa lain yang terdampak. Prioritas berikutnya adalah stabilitas psikososial dan keberlanjutan pendidikan,” jelasnya.
Sebagai informasi, banjir bandang di Agam kali ini tercatat sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Seluruh jenazah keluarga inti Olivia dikabarkan telah ditemukan dan dikebumikan. UPI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemulihan mahasiswa terdampak melalui koordinasi lintas unit.
Baca juga: Imbas Banjir di Sumatera, 8 Kampus Putuskan Gelar Kuliah Daring
Sumber: Humas UPI
Jumlah pengunjung : 23 Tim SWA RoboKnights dari Sinarmas World Academy, yang beranggotakan Audric Ts...
Jumlah pengunjung : 43 JAKARTA — Pemerintah menargetkan operasional empat sekolah Garuda baru akan...
Jumlah pengunjung : 55 Keanekaragaman budaya di Indonesia sangatlah banyak yang terkadang budaya ter...
Jumlah pengunjung : 52 YOGYAKARTA — Kemendikdasmen resmi menerbitkan aturan tentang penerapan buda...
Jumlah pengunjung : 88 YOGYAKARTA — Menteri Kebudayaan menegaskan pentingnya menulis dan merekam s...
Jumlah pengunjung : 79 JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan Program Makan Bergizi Gratis...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.