Nailal • May 06 2026 • 8 Dilihat

Yogyakarta ~ Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X dijadwalkan meresmikan penerapan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) pada 4 Mei 2026. Program ini akan diterapkan di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. PKJ hadir sebagai upaya memperkuat pembentukan karakter siswa dengan landasan nilai budaya lokal. Pemerintah daerah menempatkan kearifan budaya sebagai fondasi utama dalam sistem pendidikan agar mampu menjawab tantangan global.
Ketua Dewan Pendidikan DIY, Sutrisna Wibawa, menuturkan bahwa gagasan PKJ lahir dari pemikiran Gubernur DIY yang menekankan pentingnya pendidikan berbasis budaya.
“Ngarsa Dalem itu kan inspirasi utama dalam Pendidikan Khas Kejogjaan ketika beliau pidato pengukuhan Dr. Honoris Causa tahun 2019 di UNY. Beliau menyampaikan perlu pendidikan berbasis budaya itu diberi ‘roh Jogja’,” ujar Sutrisna dikutip dari TribunJogja, Jumat (24/4/2026).
“Saat itu beliau menyampaikan 3 filosofi utama yang saya ingat. Pertama adalah Hamemayu Hayuning Bawana. Kedua, Sangkan Paraning Dumadi. Lalu yang ketiga, Manunggaling Kawula Gusti,” sambungnya.
Menurut Sutrisna, wacana PKJ mulai digarap sejak 2020 melalui kerja sama Dewan Pendidikan dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY. Program ini kemudian diuji coba secara bertahap sejak 2022. Hasil uji coba menunjukkan capaian positif, dengan pengukuran karakter (skala 1–5) menghasilkan rata-rata 4,1, masuk kategori sangat baik.
“Nanti kita harapkan setelah proses uji coba ini selesai, kita laksanakan di sekolah, dan Insya Allah tanggal 4 Mei nanti Ngarsa Dalem, Bapak Gubernur akan meresmikan PKJ berlaku seluruh DIY,” jelas Sutrisna. “Mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, sampai perguruan tinggi. Dan bukunya sudah siap, termasuk e-book-nya yang bisa diunduh,” tambahnya.
Dalam penerapannya, PKJ tidak akan berdiri sebagai mata pelajaran baru. Materi pendidikan karakter dan muatan lokal akan diintegrasikan ke seluruh mata pelajaran yang ada. Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Dikpora DIY, Suci Rohmadi, menekankan bahwa pendekatan ini bertujuan membentuk karakter khas Yogyakarta pada peserta didik.
“Makanya kita harapkan tujuan kita mereka menjadi generasi yang berkarakter ke-Jogja-an. Namanya kan Pendidikan Khas Kejogjaan, kita berharap punya generasi berkarakter Jogja atau Jalma Kang Utama tadi. Manusia yang berbudi pekerti luhur, berkarakter, dan bertanggung jawab,” ujar Suci.
Konsep ini sudah dijalankan di sejumlah sekolah percontohan, salah satunya SD Negeri Kasihan di Kabupaten Bantul yang mulai menerapkan PKJ sejak akhir 2023.
Sumber: kompas
Jumlah pengunjung : 11 Yogyakarta ~ Sejumlah orang tua korban dugaan kekerasan dan penelantaran di D...
Jumlah pengunjung : 33 Proses pembangunan infrastruktur jalan tol di wilayah Sleman berdampak pada k...
Jumlah pengunjung : 31 Pelaksanaan kebijakan work from home (WFH) di lingkungan Pemerintah Daerah Da...
Jumlah pengunjung : 59 Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat identitas sebagai Kota Festival d...
Jumlah pengunjung : 52 Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta menerima hibah alat m...
Jumlah pengunjung : 74 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong para siswa untu...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.