Fajar A • May 12 2026 • 20 Dilihat

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan bahwa kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan utama yang harus dimiliki talenta digital di tengah perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, manusia tetap memiliki peran penting dalam mengevaluasi, mengkritisi, dan mengambil keputusan atas hasil kerja teknologi AI.
Dalam kegiatan peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (DIGDAYA x Hackathon 2026), Stella Christie menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan pemanfaatan AI secara global. Hal tersebut didukung oleh tingginya jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai sekitar 210 juta pengguna dengan tingkat penetrasi internet sekitar 83 persen.
“Yang membuat manusia tidak tergantikan bukan hanya kemampuan menggunakan AI, tetapi kemampuan untuk mengevaluasi apakah luaran AI itu benar, relevan, dan dapat digunakan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, manusia tidak akan pernah tergantikan oleh AI,” tegas Wamen Stella.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI membawa dampak positif sekaligus tantangan yang perlu dihadapi secara bijak. Di satu sisi, AI mampu meningkatkan efisiensi, membuka peluang ekonomi baru, serta memperluas akses pendidikan dan layanan kesehatan. Namun di sisi lain, AI juga memiliki risiko seperti meningkatnya ancaman keamanan siber, penyebaran informasi yang tidak reliabel, hingga potensi bertambahnya pengangguran.
Baca juga: Kemendikdasmen Dorong Penguatan Bahasa Inggris bagi Guru Sekolah Dasar
Karena itu, pengembangan talenta digital dinilai tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan teknis. Pemerintah mendorong penguatan kemampuan berpikir analitis, kreativitas, ketahanan, kemampuan belajar sepanjang hayat, serta pendekatan human-in-the-loop yang tetap menempatkan manusia sebagai pengambil keputusan utama dalam ekosistem teknologi.
“Pengembangan kapasitas AI, difokuskan pada kelompok yang paling terdampak oleh disrupsi teknologi, sekaligus memperkuat keterampilan esensial seperti berpikir analitis, kreatif, dan belajar sepanjang hayat, di mana manusia tetap berperan sebagai pengambil keputusan utama dalam ekosistem teknologi,” pungkas Wamendiktisaintek.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan komunitas agar pengembangan AI tetap berorientasi pada kemanusiaan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang inklusif sekaligus mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi perubahan teknologi di masa depan.
Sumber: https://kemdiktisaintek.go.id/news/article/wamen-stella-dorong-talenta-digital-berpikir-kritis-di-atas-ai
Jumlah pengunjung : 53 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan langkah redistribusi gur...
Jumlah pengunjung : 10 Josepha Alexandra, atau yang akrab disapa Ocha, siswi dari SMAN 1 Pontianak, ...
Jumlah pengunjung : 14 Aksi viral Josepha Alexandra, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pontianak, yang den...
Jumlah pengunjung : 14 Sekolah kedinasan masih menjadi salah satu pilihan favorit bagi lulusan SMA y...
Jumlah pengunjung : 60 Presiden memastikan bahwa seluruh sekolah di Indonesia akan mendapatkan progr...
Jumlah pengunjung : 72 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus memperkuat kualitas pendidika...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.