Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Sekolah Alternatif: Solusi Kesenjangan Akses Pendidikan di Indonesia

    Jan 16 2025332 Dilihat

    sekolah alternatif

    Warta Pendidikan Jogja – Di tengah tantangan pendidikan nasional, sekolah alternatif hadir sebagai jawaban atas kesenjangan akses bagi anak-anak kurang beruntung. Salah satu contohnya adalah Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA), yang berlokasi di Pengarengan, Jakarta Timur.

    Pada awal tahun 2000-an, kawasan ini menjadi tempat berkumpulnya anak-anak jalanan. Awalnya, SAAJA berfungsi sebagai kelompok belajar sederhana untuk membantu anak-anak mengenal baca tulis dan berhitung. Setelah berjalan sekitar dua tahun, sekolah ini berkembang menjadi lembaga pendidikan yang lebih terstruktur.

    Menurut Agus Supriyanto, selaku Pembina SAAJA, sekolah alternatif menjadi bentuk kritik terhadap ketimpangan akses pendidikan.

    “Kami menghadirkan SAAJA sebagai bentuk protes terhadap ketidakadilan dalam dunia pendidikan yang masih dialami masyarakat,” jelasnya.

    Banyak anak terpaksa tidak bersekolah karena berbagai faktor, seperti jarak sekolah yang jauh, kendala ekonomi, hingga tuntutan untuk membantu orang tua mencari nafkah. Padahal, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

    Selain itu, kurikulum yang tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri. Banyak materi pembelajaran di sekolah formal yang belum sesuai dengan kebutuhan nyata para siswa.

    Salah satu contoh lain dari sekolah alternatif adalah Sekolah Pagesangan, yang didirikan oleh Diah Widuretno di Gunung Kidul, Yogyakarta, pada tahun 2008. Berbeda dengan sekolah formal, Sekolah Pagesangan tidak menggunakan kurikulum dari pemerintah, melainkan menyusun sendiri metode pembelajaran yang lebih sesuai dengan kehidupan masyarakat pedesaan.

    Diah menekankan bahwa tujuan sekolah ini adalah memberikan pendidikan yang lebih kontekstual bagi masyarakat desa.

    “Pendidikan bukan hanya soal akses, tetapi juga tentang kesesuaian kurikulum dengan kehidupan nyata peserta didik,” ungkapnya.

    Ia menambahkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk menyelaraskan materi pembelajaran dengan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Dengan begitu, sekolah dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi para siswa.

    Penulis: Aizan Syalim

    Sumber Gambar: https://kbr.id/artikel-podcast/uang-bicara/sekolah-alternatif-menjawab-masalah-pendidikan-indonesia

    Sumber Berita: https://kbr.id/artikel-podcast/uang-bicara/sekolah-alternatif-menjawab-masalah-pendidikan-indonesia

    Share to

    Related News

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan pentingnya pendekatan deep learning untuk meningkatkan minat baca, literasi, dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam sebuah kegiatan di Jakarta.

    Deep Learning Jadi Strategi Kemendikdasm...

    by Jul 08 2026

    Jumlah pengunjung : 13 JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul MuR...

    Peluncuran Program Sinergi Peduli Pendidikan Bermutu (PSPB) oleh Kemendikdasmen sebagai upaya memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

    PSPB Resmi Diluncurkan, Kemendikdasmen P...

    by Jul 07 2026

    Jumlah pengunjung : 69 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi ...

    Siswa sekolah dasar mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris di kelas sebagai bagian dari persiapan kebijakan mata pelajaran wajib yang akan diterapkan secara nasional mulai 2027.

    Mulai 2027, Bahasa Inggris Jadi Mata Pel...

    by Jun 23 2026

    Jumlah pengunjung : 62 JAKARTA – Pemerintah berencana menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelaj...

    Peserta dan pemangku kepentingan pendidikan mengikuti Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 di Sleman untuk membahas transformasi pendidikan, inovasi pembelajaran, dan pendidikan inklusif di Indonesia.

    Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 Dig...

    by Jun 08 2026

    Jumlah pengunjung : 190 SLEMAN – Kabupaten Sleman akan menjadi tuan rumah Konferensi Pendidikan In...

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti berfoto bersama pelajar peserta Pentas Pelajar 2026 yang menampilkan beragam kreativitas seni dan karya siswa dari berbagai daerah di Indonesia.

    Kemendikdasmen Dorong Bakat Seni Pelajar...

    by May 26 2026

    Jumlah pengunjung : 125 JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengh...

    Kemendikdasmen resmi mengubah aturan masuk SD dengan memperbolehkan anak usia 5,5 tahun mendaftar sekolah dasar apabila dinilai memiliki kesiapan psikologis dan kemampuan belajar yang memadai.

    Kemendikdasmen Resmi Ubah Syarat Masuk S...

    by May 26 2026

    Jumlah pengunjung : 109 JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melak...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top