Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Sekolah Alternatif: Solusi Kesenjangan Akses Pendidikan di Indonesia

    Jan 16 2025311 Dilihat

    sekolah alternatif

    Warta Pendidikan Jogja – Di tengah tantangan pendidikan nasional, sekolah alternatif hadir sebagai jawaban atas kesenjangan akses bagi anak-anak kurang beruntung. Salah satu contohnya adalah Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA), yang berlokasi di Pengarengan, Jakarta Timur.

    Pada awal tahun 2000-an, kawasan ini menjadi tempat berkumpulnya anak-anak jalanan. Awalnya, SAAJA berfungsi sebagai kelompok belajar sederhana untuk membantu anak-anak mengenal baca tulis dan berhitung. Setelah berjalan sekitar dua tahun, sekolah ini berkembang menjadi lembaga pendidikan yang lebih terstruktur.

    Menurut Agus Supriyanto, selaku Pembina SAAJA, sekolah alternatif menjadi bentuk kritik terhadap ketimpangan akses pendidikan.

    “Kami menghadirkan SAAJA sebagai bentuk protes terhadap ketidakadilan dalam dunia pendidikan yang masih dialami masyarakat,” jelasnya.

    Banyak anak terpaksa tidak bersekolah karena berbagai faktor, seperti jarak sekolah yang jauh, kendala ekonomi, hingga tuntutan untuk membantu orang tua mencari nafkah. Padahal, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

    Selain itu, kurikulum yang tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri. Banyak materi pembelajaran di sekolah formal yang belum sesuai dengan kebutuhan nyata para siswa.

    Salah satu contoh lain dari sekolah alternatif adalah Sekolah Pagesangan, yang didirikan oleh Diah Widuretno di Gunung Kidul, Yogyakarta, pada tahun 2008. Berbeda dengan sekolah formal, Sekolah Pagesangan tidak menggunakan kurikulum dari pemerintah, melainkan menyusun sendiri metode pembelajaran yang lebih sesuai dengan kehidupan masyarakat pedesaan.

    Diah menekankan bahwa tujuan sekolah ini adalah memberikan pendidikan yang lebih kontekstual bagi masyarakat desa.

    “Pendidikan bukan hanya soal akses, tetapi juga tentang kesesuaian kurikulum dengan kehidupan nyata peserta didik,” ungkapnya.

    Ia menambahkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk menyelaraskan materi pembelajaran dengan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Dengan begitu, sekolah dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi para siswa.

    Penulis: Aizan Syalim

    Sumber Gambar: https://kbr.id/artikel-podcast/uang-bicara/sekolah-alternatif-menjawab-masalah-pendidikan-indonesia

    Sumber Berita: https://kbr.id/artikel-podcast/uang-bicara/sekolah-alternatif-menjawab-masalah-pendidikan-indonesia

    Share to

    Related News

    Wamendikdasmen memastikan program revitalisasi pendidikan mampu meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.

    Revitalisasi Pendidikan sebagai Upaya Pe...

    by Apr 30 2026

    Jumlah pengunjung : 16 Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa program revitali...

    Mendiktisaintek menegaskan program studi tidak ditutup, melainkan diperbarui untuk menyesuaikan kebutuhan zaman.

    Mendiktisaintek menegaskan program studi...

    by Apr 30 2026

    Jumlah pengunjung : 15 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan bahwa program stud...

    Mobil Mogok di Perlintasan Kereta, Ini P...

    by Apr 29 2026

    Jumlah pengunjung : 64 Kejadian mobil yang tiba-tiba mati mesin atau “mogok” tepat di te...

    Jumlah guru disebut berlebih, namun banyak daerah di Indonesia masih mengalami kekurangan tenaga pendidik.

    Ketimpangan Distribusi Guru di Indonesia...

    by Apr 29 2026

    Jumlah pengunjung : 20 Isu mengenai jumlah guru di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah muncu...

    Kemdiktisaintek mengingatkan perguruan tinggi agar tidak gegabah dalam bertransformasi menjadi PTNBH dan tetap mempertimbangkan kesiapan.

    Urgensi Kesiapan Tata Kelola dalam Perub...

    by Apr 28 2026

    Jumlah pengunjung : 24 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengingatkan perguruan ti...

    Mendiktisaintek mendorong generasi muda untuk memperkuat inovasi sains dan teknologi guna mendukung kemajuan bangsa.

    Penguatan Inovasi Sains dan Teknologi ol...

    by Apr 27 2026

    Jumlah pengunjung : 28 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengajak generasi muda Indone...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top