Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Demonstrasi dan Amarah Publik: 11 Penyebab Demo Besar Tempo Lalu

    Sep 02 2025405 Dilihat

    Demonstrasi besar yang melanda sejumlah kota di Indonesia tempo lalu bukan sekadar letupan spontan. Ia lahir dari akumulasi ketidakpuasan masyarakat terhadap elite politik, kebijakan pemerintah, hingga faktor emosional yang memicu solidaritas luas. Dari mahasiswa, buruh, pengemudi ojek online, hingga masyarakat umum, suara yang tumpah di jalan-jalan memperlihatkan kedalaman krisis kepercayaan publik.

    1. Anggaran dan Hak Istimewa Anggota DPR/MPR
    Gelombang demonstrasi awalnya dipicu oleh sorotan publik terhadap fasilitas dan tunjangan anggota DPR/MPR. Salah satu yang paling memancing amarah adalah tunjangan rumah yang nilainya mencapai sekitar Rp50 juta per bulan untuk tiap anggota dewan—nyaris sepuluh kali lipat dari Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta. Fakta ini menegaskan jurang ketimpangan antara kehidupan elite politik dan masyarakat biasa yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.

    2. Kematian Demonstran
    Situasi semakin panas setelah kabar meninggalnya Affan Kurniawan (21 tahun), seorang pengemudi ojek online yang tertabrak kendaraan lapis baja milik polisi saat aksi berlangsung. Tragedi ini memantik gelombang emosi publik dan membuat aksi yang semula terpusat di beberapa titik meluas ke berbagai daerah di Indonesia.

    3. Ketimpangan Ekonomi dan Kekesalan terhadap Pemerintah
    Selain kasus tunjangan dewan, demonstrasi juga mencerminkan kekecewaan lebih luas terhadap pemerintah. Mahasiswa, buruh, hingga masyarakat umum menyoroti masalah pertumbuhan ekonomi yang melambat, kesenjangan pendapatan, dan beban biaya pendidikan yang masih dirasa berat. Kekecewaan itu terakumulasi menjadi kritik bahwa DPR dan pemerintah gagal menjawab persoalan rakyat.

    4. Tanggapan Kekerasan Aparat
    Respon keras aparat keamanan memperparah situasi. Penggunaan gas air mata, penembakan peluru karet, dan tindakan represif lainnya dinilai berlebihan oleh kelompok masyarakat sipil dan lembaga HAM. Tindakan itu justru memperlebar jurang ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi keamanan.

    5. Tuntutan Reformasi Politik
    Gelombang aksi juga membawa tuntutan reformasi politik. Demonstran mendesak adanya transparansi pemerintahan, evaluasi sejumlah undang-undang, hingga penghapusan pola keistimewaan yang dinilai hanya menguntungkan segelintir elite. Kritik tajam juga diarahkan terhadap pembahasan RUU KUHAP yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.

    6. UU Minerba
    Revisi Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (UU Minerba) juga tak luput dari sorotan. Aktivis lingkungan dan mahasiswa menilai aturan ini lebih menguntungkan korporasi tambang besar, sementara masyarakat sekitar lokasi tambang masih menanggung kerusakan lingkungan dan dampak sosial.

    7. Kaji Ulang Proyek Strategis Nasional (PSN)
    Sejumlah proyek infrastruktur berskala besar yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dinilai bermasalah. Kritik datang dari masyarakat yang terdampak langsung, terutama terkait pembebasan lahan dan potensi kerusakan lingkungan. Demonstran menuntut agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap PSN.

    8. Inpres Nomor 1 Tahun 2025
    Instruksi Presiden (Inpres) No. 1/2025 juga menjadi salah satu pemantik. Kebijakan ini dipandang multitafsir dan dianggap lebih berpihak pada kepentingan politik tertentu ketimbang kepentingan publik. Isu ini menambah panjang daftar ketidakpuasan massa aksi.

    9. Perppu Perampasan Aset yang Tidak Jelas
    Pemerintah juga digugat karena penerbitan Perppu terkait perampasan aset tindak pidana yang dinilai tidak memiliki kejelasan implementasi. Ketidakjelasan ini dikhawatirkan dapat membuka ruang penyalahgunaan wewenang dan ketidakadilan hukum.

    10. Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) di Daerah
    Selain isu nasional, demonstrasi juga merebak di sejumlah daerah, seperti di Kabupaten Pati. Warga menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) yang melonjak drastis, mulai dari 250% hingga 1000%. Kenaikan tersebut dinilai tidak rasional dan semakin membebani masyarakat di tengah kondisi ekonomi sulit.

    11. Rasa Emosi karena Pernyataan dan Sindiran Publik Figur
    Gelombang kemarahan juga dipicu faktor emosional. Anggota DPR Syahroni mendapat sorotan setelah ucapannya yang menyebut masyarakat “tolol” viral di media sosial. Ucapan itu dianggap merendahkan dan menambah bara di tengah ketidakpuasan publik. Tak hanya itu, video parodi yang dibuat oleh Uya Kuya dan Eko Patrio terkait kenaikan gaji dan tunjangan DPR ikut memperkeruh suasana. Bagi banyak orang, parodi tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk pengolok-olokan terhadap penderitaan rakyat.

    Versi : Gutama

    Sumber :
    https://www.kompas.id/artikel/en-unjuk-rasa-dan-urgensi-kebijakan-deliberatif?
    https://www.kompas.id/artikel/en-apa-yang-sebenarnya-terjadi-dengan-demonstrasi-indonesia-gelap?
    https://www.thejakartapost.com/indonesia/2025/08/31/five-things-to-know-about-indonesias-deadly-unrest.html?utm_source=chatgpt.com
    https://www.bbc.com/indonesia/articles/cjr10j5j70qo
    https://www.detik.com/kalimantan/berita/d-8074165/muncul-seruan-bubarkan-dpr-sahroni-orang-tolol-sedunia
    https://www.inanews.co.id/2025/08/pemicu-kegaduhan-ahmad-sahroni-eko-patrio-dan-uya-kuya-didesak-dipecat-dari-anggota-dpr/
    https://news.detik.com/kolom/d-6918332/siapa-menghalangi-ruu-perampasan-aset
    https://ti.or.id/ruu-minerba-disahkan-potensi-tinggi-korupsi-dan-bukti-nyata-tamaknya-rezim/
    https://www.bisnis.com/read/20250829/638/1906770/mereka-yang-tewas-karena-aksi-polisi-ada-affan-hingga-korban-tragedi-kanjuruhan
    https://www.bbc.com/indonesia/articles/cqle4p2gdnzo

    Share to

    Related News

    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen pemerintah untuk mempercepat renovasi sekolah di seluruh Indonesia guna meningkatkan kualitas sarana pendidikan.

    Prabowo: Seluruh Sekolah yang Rusak Dita...

    by Jul 20 2026

    Jumlah pengunjung : 42 Prabowo Targetkan Renovasi Seluruh Sekolah Rampung pada 2029 JAKARTA – Pres...

    Tim Olimpiade Fisika Indonesia berfoto bersama usai meraih satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu pada International Physics Olympiad (IPhO) 2026 di Kolombia.

    Pelajar Indonesia Sabet Lima Medali pada...

    by Jul 16 2026

    Jumlah pengunjung : 69 JAKARTA – Tim Olimpiade Fisika Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa d...

    150 Ribu Guru Dapat Beasiswa S1 dari Kem...

    by Jul 03 2026

    Jumlah pengunjung : 76 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengal...

    Siswa menggunakan perangkat digital di sekolah dengan akses internet sebagai bagian dari program pemerintah mempercepat digitalisasi pembelajaran di satuan pendidikan Indonesia.

    Digitalisasi Pendidikan Dipercepat, 16.5...

    by Jul 03 2026

    Jumlah pengunjung : 63 JAKARTA – Pemerintah mempercepat program digitalisasi pendidikan dengan men...

    Suasana pembukaan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta yang mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi pendidikan di Indonesia.

    KPI 2026 di Sleman Perkuat Sinergi Daera...

    by Jul 02 2026

    Jumlah pengunjung : 91 SLEMAN – Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 resmi digelar di Univer...

    Suasana kegiatan MPR RI yang membahas revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) sebagai upaya memperkuat pendidikan inklusif dan pemerataan akses pendidikan di Indonesia.

    MPR Dorong Revisi UU Sisdiknas demi Peme...

    by Jul 02 2026

    Jumlah pengunjung : 54 JAKARTA – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menilai revisi Undang-Und...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top