Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Lonjakan Kasus Keracunan Menu MBG di Sleman: Dinkes Catat 500 Korban

    Oct 06 2025234 Dilihat

    Warta Pendidikan Jogja — Program Menu Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan di Kabupaten Sleman kembali menjadi sorotan setelah kasus keracunan massal dilaporkan di sejumlah sekolah. Dinas Kesehatan Sleman menyebutkan bahwa total korban keracunan akibat konsumsi menu MBG telah mencapai sekitar 500 orang.

    Menurut Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama, wilayah dengan jumlah kasus tertinggi adalah Kapanewon Mlati dengan 373 korban, disusul Berbah sebanyak 69 kasus, dan Gamping dengan 58 kasus. Ketiga wilayah ini menjadi pusat konsentrasi insiden selama pelaksanaan program MBG.

    Namun, data tersebut berbeda dengan laporan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sleman. Kepala SPPG Margodadi Seyegan, Muhammad Bogo Prasetyo, mencatat hanya 393 kasus keracunan, dengan sebaran terbanyak di Jogotirto Berbah (137 kasus) dan Tlogoadi (157 kasus), serta beberapa titik lain seperti Cangkringan, Sleman I, dan Sendangtirto Berbah.

    Cahya menegaskan bahwa meskipun insiden di Mlati melibatkan 14 sekolah, tidak ada penyebaran kasus baru sejak kejadian awal. Untuk sementara, biaya pengobatan ditanggung oleh Pemkab Sleman melalui skema Jaring Pengaman Sosial (JPS), dengan klaim diajukan oleh fasilitas kesehatan ke Dinkes dan diteruskan ke Dinas Sosial.

    Namun, Pemkab Sleman tengah merumuskan mekanisme baru agar tanggung jawab pembiayaan dialihkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) melalui SPPG. “Penyelenggara program MBG harus ikut bertanggung jawab,” tegas Cahya.

    Khamidah Yuliati, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Sleman, merinci bahwa 373 kasus di Mlati tersebar di 13 sekolah, termasuk SDN Gabahan (23 kasus), SMP Pamungkas (76 kasus), SMPN 3 Mlati (74 kasus), hingga SMAN 1 Mlati (85 kasus).

    Insiden ini memicu evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam hal pengawasan kualitas makanan dan penanganan tanggap darurat di lingkungan sekolah.

    Author: Allif

    Sumber: https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2025/09/30/512/1230119/dinkes-sebut-korban-keracunan-mbg-di-sleman-capai-500-orang

    Share to

    Related News

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjelaskan alasan pemerintah memilih Peraturan Presiden sebagai dasar regulasi nasional mengenai kecerdasan artifisial atau AI.

    Regulasi AI Indonesia Akan Diatur Lewat ...

    by Sep 11 2026

    Jumlah pengunjung : 17 Pemerintah memilih menuangkan regulasi nasional mengenai kecerdasan artifisia...

    Mensos Tegaskan Pengawasan Siswa Sekolah Rakyat Tak Boleh Kendur

    Mensos Tegaskan Pengawasan Siswa Sekolah...

    by Sep 04 2026

    Jumlah pengunjung : 87 Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta seluruh kepala Sekolah R...

    Kemendikdasmen Dukung Imunisasi Anak Sekolah 2026 untuk Wujudkan Lingkungan Sekolah Sehat

    Kemendikdasmen Dukung Imunisasi Anak Sek...

    by Sep 02 2026

    Jumlah pengunjung : 90 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung pelaksan...

    Hadapi Ekonomi Hijau, Wamendiktisaintek Dorong Mahasiswa Kuasai Kompetensi Baru

    Hadapi Ekonomi Hijau, Wamendiktisaintek ...

    by Sep 01 2026

    Jumlah pengunjung : 82 Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) men...

    Seleksi CPNS 2027 Dibuka untuk Guru PPPK, Bukan Pengangkatan Otomatis

    Seleksi CPNS 2027 Dibuka untuk Guru PPPK...

    by Sep 01 2026

    Jumlah pengunjung : 51 Guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mendapa...

    Cegah Karhutla, Guru Besar UGM Dorong 3 Strategi Penjagaan Hutan

    Cegah Karhutla, Guru Besar UGM Dorong 3 ...

    by Aug 24 2026

    Jumlah pengunjung : 98 Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia perlu diarahkan ...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top