Sarwo • Nov 30 2025 • 96 Dilihat

Demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Sekolah Garuda. Program sekolah berasrama unggulan ini merupakan bagian dari inisiatif Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang didesain untuk mengakselerasi transformasi pendidikan nasional sekaligus mencetak generasi muda yang kompetitif di kancah global.
Komitmen pemerintah terhadap program ini dibuktikan melalui dukungan finansial yang masif. Dalam APBN 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 triliun, atau setara dengan 0,27 persen dari total Anggaran Pendidikan. Dari jumlah tersebut, separuhnya yakni Rp1 triliun, dikunci sebagai dana abadi sekolah unggul untuk memastikan keberlangsungan program ini di masa depan.
Target 100 Sekolah hingga 2029
Peluncuran program ini dipimpin langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang menetapkan 16 titik awal pengembangan. Rinciannya terdiri dari 12 Sekolah Garuda Transformasi dan 4 Sekolah Garuda Baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Pemerintah memiliki peta jalan ambisius dengan menargetkan pembangunan dan pembinaan total 100 sekolah hingga tahun 2029, yang mencakup 80 Sekolah Garuda Transformasi dan 20 Sekolah Garuda Baru.
Fokus Transformasi dan Pemerataan di Daerah 3T
Program ini dibagi menjadi dua kategori utama. Pertama, Sekolah Garuda Transformasi, yang berfokus pada peningkatan kapasitas SMA/MA unggulan yang sudah ada. Tujuannya adalah memperbaiki tata kelola manajemen, kompetensi guru, dan kualitas siswa agar lulusannya mampu menembus perguruan tinggi kelas dunia.
Kedua, Sekolah Garuda Baru, yang akan dibangun dari nol di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta daerah yang minim akses pendidikan berkualitas. Langkah ini diharapkan dapat menutup kesenjangan pendidikan dan memberikan kesempatan yang adil bagi talenta-talenta muda dari berbagai pelosok negeri.
SMA Pradita Dirgantara menjadi salah satu institusi yang terpilih sebagai pionir Sekolah Garuda Transformasi. Kepala SMA Pradita Dirgantara, M. Ridwan Aziz, menyambut baik inisiatif ini dan memandangnya sebagai momentum krusial dalam manajemen talenta siswa berprestasi.
“Potensi yang sudah besar, dikelola, dididik dengan sumber daya terbaik juga, maka mereka akan lebih unggul lagi. Sehingga harapan kita di 2045 Indonesia benar-benar bisa menjadi kekuatan yang diperhitungkan di dunia,” tegas Aziz.
Melalui Sekolah Garuda, pemerintah berupaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya inklusif dan berkelanjutan, tetapi juga berstandar internasional sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
Baca juga: Presiden Prabowo: Anggaran Pendidikan Harus Tepat Sasaran hingga ke Sarana Sekolah
Sumber: indonesiainside.id
Jumlah pengunjung : 17 JAKARTA – Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi’i, meyakini pengembanga...
Jumlah pengunjung : 20 JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menyusun Peta Jala...
Jumlah pengunjung : 50 SLEMAN – Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sleman menghadapi persoal...
Jumlah pengunjung : 36 JAKARTA – Usulan peningkatan kesejahteraan guru kembali mengemuka. Wakil Ke...
Jumlah pengunjung : 56 PIDIE – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menarget...
Jumlah pengunjung : 73 JAKARTA – Program beasiswa yang diberikan Pemerintah Jepang kepada mahasisw...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.