Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Indonesia Peringkat Kedua Dunia Kehilangan Hutan Tropis Primer, Luasnya Capai 10,7 Juta Hektare

    Dec 05 2025173 Dilihat

    Keberadaan hutan sebagai ekosistem kompleks yang menaungi ragam vegetasi dan satwa memegang peranan vital bagi bumi. Tergantung pada iklim dan kondisi tanahnya, hutan terbagi menjadi beberapa jenis, mulai dari sabana, hutan rawa gambut, hingga hutan tropis yang memiliki curah hujan tinggi.

    Di antara jenis tersebut, hutan tropis menjadi penyangga kehidupan yang krusial karena fungsinya dalam mitigasi perubahan iklim, penyedia sumber air, serta habitat bagi keanekaragaman hayati. Sayangnya, penyusutan luas hutan tropis, khususnya hutan tropis primer yaitu hutan alami yang belum tersentuh aktivitas manusia terus terjadi. Kondisi ini memicu ketidakstabilan ekosistem dan meningkatkan frekuensi bencana alam seperti banjir, longsor, dan kekeringan.

    Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, M Iqbal Damanik, menyoroti bahwa hilangnya hutan bukan sekadar soal berkurangnya jumlah pohon, melainkan kehancuran sebuah sistem kehidupan.

    Jadi, ketika ada hutan yang terbuka, disitu tidak hanya pohonnya yang hilang, tetapi ada keanekaragaman hayati yang hilang disitu. Jadi dia dijadikan fungsi ekosistem, jadi logika business as usual yang menjadikan lahan atau hutan sebagai business as usual tidak melihat bahwa hutan sebagai sebuah ekosistem menyeluruh. Bahwa ada yang hidup disitu, ada keanekaragaman hayati disitu, ada masyarakat sekitar hutan yang bergantung sama hutan, ada juga orang yang tinggal di hutan, itu yang kadang tidak terlihat,” ucap M Iqbal Damanik kepada VOA Indonesia, Kamis (2/1/2025).

    Data Kehilangan Hutan Dunia

    Mengutip data World Resources Institute (WRI) tahun 2024, Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai negara yang kehilangan hutan tropis primer terluas, yakni mencapai 10,7 juta hektare. Posisi pertama ditempati oleh Brasil dengan kehilangan 33,5 juta hektare. Posisi selanjutnya diisi oleh Republik Demokratik Kongo (7,4 juta hektare), Bolivia (5,7 juta hektare), dan Malaysia (3 juta hektare).

    Faktor utama hilangnya hutan ini didominasi oleh aktivitas deforestasi, seperti pembukaan lahan untuk pertambangan, perluasan perkebunan dan pertanian, serta penebangan liar.

    Deforestasi di Tingkat Provinsi

    Data Deforestasi di Indonesia menurut Goodstats

    Di dalam negeri, data Auriga Nusantara mencatat Kalimantan Timur sebagai provinsi dengan angka deforestasi tertinggi pada 2024, mencapai luas 44.483 hektare. Posisi berikutnya disusul oleh Kalimantan Barat (39.598 hektare), Kalimantan Tengah (33.389 hektare), dan Riau (20.812 hektare).

    Penggundulan hutan secara masif ini tidak hanya mengancam spesies langka, tetapi juga membahayakan kehidupan manusia.

    Menanggapi fenomena bencana yang kian sering terjadi akibat kerusakan alam, Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Priyono Suryanto memberikan peringatan keras.

    Banyaknya ragam bencana alam sudah cukup menjadi alarm bagi tata kehidupan untuk kita kembali harmoni dengan kesemestaan secara utuh,” ujarnya pada Jumat (24/1/2025), dikutip dari laman UGM.

    Sumber: GoodStats

    Share to

    Related News

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjelaskan alasan pemerintah memilih Peraturan Presiden sebagai dasar regulasi nasional mengenai kecerdasan artifisial atau AI.

    Regulasi AI Indonesia Akan Diatur Lewat ...

    by Sep 11 2026

    Jumlah pengunjung : 22 Pemerintah memilih menuangkan regulasi nasional mengenai kecerdasan artifisia...

    Mensos Tegaskan Pengawasan Siswa Sekolah Rakyat Tak Boleh Kendur

    Mensos Tegaskan Pengawasan Siswa Sekolah...

    by Sep 04 2026

    Jumlah pengunjung : 99 Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta seluruh kepala Sekolah R...

    Kemendikdasmen Dukung Imunisasi Anak Sekolah 2026 untuk Wujudkan Lingkungan Sekolah Sehat

    Kemendikdasmen Dukung Imunisasi Anak Sek...

    by Sep 02 2026

    Jumlah pengunjung : 113 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung pelaksa...

    Hadapi Ekonomi Hijau, Wamendiktisaintek Dorong Mahasiswa Kuasai Kompetensi Baru

    Hadapi Ekonomi Hijau, Wamendiktisaintek ...

    by Sep 01 2026

    Jumlah pengunjung : 84 Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) men...

    Seleksi CPNS 2027 Dibuka untuk Guru PPPK, Bukan Pengangkatan Otomatis

    Seleksi CPNS 2027 Dibuka untuk Guru PPPK...

    by Sep 01 2026

    Jumlah pengunjung : 56 Guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mendapa...

    Cegah Karhutla, Guru Besar UGM Dorong 3 Strategi Penjagaan Hutan

    Cegah Karhutla, Guru Besar UGM Dorong 3 ...

    by Aug 24 2026

    Jumlah pengunjung : 100 Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia perlu diarahkan...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top