Fajar A • Jun 25 2026 • 6 Dilihat

SLEMAN – Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sleman menghadapi persoalan serius berupa minimnya jumlah peserta didik baru. Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, puluhan SD tercatat kekurangan murid, bahkan ada sekolah yang hanya memperoleh satu siswa baru.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman karena dapat memengaruhi efektivitas proses pembelajaran dan keberlangsungan sekolah dalam jangka panjang. Fenomena ini juga menunjukkan adanya perubahan preferensi masyarakat dalam memilih sekolah bagi anak-anak mereka.
Ketimpangan jumlah pendaftar terjadi di berbagai wilayah. Beberapa sekolah favorit mengalami kelebihan peminat, sementara sekolah lainnya justru kesulitan memenuhi kuota penerimaan siswa baru.
Perbedaan lokasi sekolah, jumlah penduduk usia sekolah, hingga persepsi masyarakat terhadap kualitas sekolah menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi distribusi pendaftar.
Akibatnya, terdapat sekolah yang hanya mendapatkan sedikit siswa baru meskipun proses penerimaan murid telah berlangsung sesuai jadwal yang ditetapkan.
Selain persaingan antar sekolah, berkurangnya jumlah anak usia sekolah juga disebut menjadi salah satu penyebab menurunnya jumlah peserta didik baru di sejumlah SD.
Fenomena penurunan angka kelahiran yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir mulai berdampak pada jumlah calon siswa yang masuk ke jenjang pendidikan dasar.
Baca juga: Mulai 2027, Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib untuk Siswa SD
Pemerintah daerah terus melakukan evaluasi terhadap kondisi sekolah yang mengalami kekurangan murid. Berbagai langkah dipertimbangkan untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan optimal meskipun jumlah siswa terbatas.
Evaluasi tersebut mencakup pemerataan kualitas pendidikan, penguatan program sekolah, hingga kemungkinan penataan kelembagaan pendidikan sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing.
Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa setiap anak tetap harus memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terkendala lokasi maupun kapasitas sekolah.
Pengamat pendidikan menilai sekolah perlu melakukan berbagai inovasi agar mampu meningkatkan daya tarik di tengah persaingan yang semakin ketat.
Peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan program unggulan, pemanfaatan teknologi pendidikan, hingga pengembangan karakter peserta didik menjadi beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk menarik minat masyarakat.
Selain itu, sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat juga diperlukan agar pemerataan kualitas pendidikan dapat terwujud.
Kasus puluhan SD di Sleman yang kekurangan murid menjadi gambaran tantangan yang dihadapi pendidikan dasar saat ini. Tidak hanya soal kualitas pembelajaran, tetapi juga berkaitan dengan perubahan demografi dan distribusi peserta didik.
Pemerintah daerah diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang adaptif agar seluruh sekolah tetap dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 8 JAKARTA – Usulan peningkatan kesejahteraan guru kembali mengemuka. Wakil Ket...
Jumlah pengunjung : 42 PIDIE – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menarget...
Jumlah pengunjung : 62 JAKARTA – Program beasiswa yang diberikan Pemerintah Jepang kepada mahasisw...
Jumlah pengunjung : 27 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisain...
Jumlah pengunjung : 47 KUDUS – Pemerintah terus mempercepat program revitalisasi sekolah di berbag...
Jumlah pengunjung : 36 JAKARTA – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, mengajak para pelajar ...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.