Fajar A • Sep 03 2026 • 17 Dilihat

Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi melalui pengembangan riset bersama, penguatan talenta unggul, mobilitas akademik, serta pendidikan digital. Penguatan kerja sama tersebut dibahas Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan bersama Menteri Pendidikan Kerajaan Arab Saudi Yousef bin Abdullah Al-Benyan dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah H. Amodi di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Hingga 2026, tercatat 95 dokumen kerja sama aktif antara perguruan tinggi Indonesia dan Arab Saudi. Dokumen tersebut terdiri atas 45 Memorandum of Understanding (MoU), 33 Memorandum of Agreement (MoA), dan 17 Implementation Arrangement (IA).
Kerja sama yang telah berjalan mencakup penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kurikulum dan program bersama, pusat penelitian dan keilmuan, pertukaran dosen, hingga visiting professor. Jejaring tersebut menjadi modal bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama yang lebih konkret, khususnya pada bidang yang menjadi prioritas bersama.
Pertemuan antara delegasi kedua negara juga membahas penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi, bidang STEM, riset bersama, pendidikan digital, program mobilitas akademik, serta pengembangan kapasitas.
“Ke depan, kami akan terus mendorong lebih banyak kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dengan pemangku kepentingan dari Arab Saudi, termasuk di bidang STEM dan prioritas nasional kedua negara,” ujar Wamen Fauzan.
Salah satu agenda utama kerja sama diarahkan pada pengembangan penelitian yang lebih dekat dengan kebutuhan pasar dan dunia usaha. Menteri Pendidikan Arab Saudi Yousef bin Abdullah Al-Benyan menilai keterkaitan antara penelitian dan kebutuhan industri penting untuk diperkuat.
Sebagai langkah lanjutan, Arab Saudi berencana melakukan asesmen untuk mengidentifikasi sekitar tiga hingga lima perguruan tinggi Indonesia yang dinilai memiliki potensi menjadi mitra dalam program penelitian bersama.
Langkah tersebut melanjutkan proses matchmaking perguruan tinggi kedua negara. Sebelumnya, Kemdiktisaintek telah mengusulkan 11 perguruan tinggi Indonesia untuk dihubungkan dengan perguruan tinggi unggulan di Arab Saudi. Pada 2026, kedua negara juga mendorong hubungan antara 11 perguruan tinggi Indonesia dan 15 perguruan tinggi Arab Saudi, termasuk pengembangan riset bersama yang melibatkan profesor dari kedua negara.
Sejumlah kerja sama perguruan tinggi juga telah berlangsung, di antaranya Universitas Negeri Surabaya dengan Saudi Electronic University, Universitas Muhammadiyah Makassar dengan Al Baha University, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan King Saud University, Universitas Negeri Yogyakarta dengan Prince Sattam bin Abdulaziz University, serta Universitas Islam Bandung dengan King Abdulaziz University.
Selain riset, pengembangan talenta menjadi bagian penting dalam hubungan pendidikan Indonesia dan Arab Saudi. Arab Saudi telah berkomitmen menyediakan 1.000 kuota beasiswa bagi pelajar dan akademisi Indonesia untuk tahun akademik 2026–2027.
Kemdiktisaintek mendorong agar peluang tersebut dimanfaatkan secara strategis, terutama untuk mendukung kebutuhan studi doktoral bagi dosen Indonesia pada bidang-bidang yang menjadi prioritas.
Wamen Fauzan menegaskan bahwa kerja sama kedua negara perlu terus diperluas dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan nasional masing-masing.
“Untuk tahun-tahun mendatang, kami berharap kita dapat terus melanjutkan hubungan dan kerja sama yang telah berlangsung lama, sekaligus memperluas cakupan kegiatan dan bidang kolaborasi dengan tetap mempertimbangkan kepentingan nasional Indonesia dan Arab Saudi,” ujarnya.
Penguatan kemitraan tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak yang mendorong pendidikan tinggi, sains, dan teknologi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan. Kolaborasi yang semakin substantif antara Indonesia dan Arab Saudi diharapkan mampu memperkuat sumber daya manusia, meningkatkan kapasitas riset, serta mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedua negara.
Sumber: Kemdiktisaintek
Jumlah pengunjung : 1 Pelajar dan mahasiswa masih memiliki sejumlah kesempatan untuk mendapatkan ban...
Jumlah pengunjung : 34 Pemerintah membuka seleksi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)...
Jumlah pengunjung : 29 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama...
Jumlah pengunjung : 45 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membuka Beasiswa Santri BAZNAS 2026 bag...
Jumlah pengunjung : 102 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuli...
Jumlah pengunjung : 107 Calon penerima bantuan pendidikan perlu mengetahui posisi desil kesejahteraa...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.