Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • BGN DIY Perkuat Edukasi Gizi dan Keamanan Pangan di Seluruh SPPG

    Sep 03 202613 Dilihat

    BGN DIY Perkuat Edukasi Gizi dan Keamanan Pangan di Seluruh SPPG

    Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar edukasi gizi secara serentak di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 26–28 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di wilayah DIY ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gizi seimbang, pola makan sehat, serta keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Edukasi Gizi Jadi Bagian dari Program MBG

    Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko mengatakan edukasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan masyarakat tidak hanya menerima dan mengonsumsi makanan dari program MBG, tetapi juga memahami tujuan pemberian makanan serta cara memilih pangan yang baik.

    “Ini merupakan inisiatif yang kami pikir penting dan strategis dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat,” katanya.

    Menurut Gagat, makanan yang diberikan melalui MBG dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan sekaligus pengetahuan gizi yang lebih baik. Karena itu, keberhasilan program tidak semata-mata dilihat dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi juga dari sejauh mana penerima manfaat memahami kandungan gizi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    “Makanan yang diberikan dalam program MBG merupakan pintu masuk untuk membangun kebiasaan dan pengetahuan gizi yang lebih baik,” ujar Gagat.

    Baca juga: 97 SPPG di DIY Hentikan Operasional, Program MBG Siswa Terdampak

    SPPG Didorong Menjadi Pusat Edukasi

    Gagat menjelaskan bahwa kegiatan edukasi juga diarahkan untuk memperkuat fungsi SPPG sebagai unit pelayanan publik. SPPG diharapkan tidak hanya menjalankan kegiatan produksi dan distribusi makanan, tetapi turut membangun komunikasi dengan masyarakat penerima manfaat.

    “Edukasi ini merupakan bagian dari penguatan kembali fungsi SPPG sebagai unit pelayanan publik, bukan semata-mata tempat produksi dan distribusi makanan,” katanya.

    Materi yang disampaikan mencakup prinsip gizi seimbang, pemenuhan kebutuhan gizi, pemilihan makanan yang beragam dan aman, serta pemahaman mengenai makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi SPPG untuk menerima masukan dan memahami kebutuhan masyarakat guna meningkatkan kualitas pelayanan.

    Keamanan Pangan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

    Selain aspek gizi, BGN menekankan pentingnya pemahaman mengenai keamanan pangan dalam seluruh rantai pelaksanaan MBG. Tanggung jawab tersebut tidak hanya berada di SPPG, tetapi juga melibatkan sekolah, guru, kader, pengelola kelompok penerima manfaat, hingga penerima makanan.

    “Bukan hanya tanggung jawab SPPG, tetapi termasuk pihak sekolah, guru, kader, pengelola kelompok penerima manfaat, serta penerima manfaat itu sendiri,” kata Gagat.

    Setiap SPPG diharapkan memahami dan menerapkan prosedur operasional standar (SOP), mulai dari penerimaan makanan, penanganan, penyimpanan sementara, distribusi, hingga makanan dikonsumsi. Sementara itu, pihak penerima manfaat juga perlu memahami ketentuan setelah makanan diterima.

    “Kami tidak ingin keamanan pangan hanya dipahami sebagai urusan dapur karena begitu makanan keluar dari SPPG, ada bagian dari rantai keamanan pangan yang juga menjadi tanggung jawab ekosistem penerima manfaat,” kata Gagat.

    Edukasi Diharapkan Berdampak Jangka Panjang

    BGN DIY berharap edukasi yang diberikan dapat memperluas manfaat MBG hingga ke lingkungan keluarga. Pengetahuan mengenai gizi dan keamanan pangan diharapkan tidak berhenti ketika makanan selesai dikonsumsi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Kalau kita memberikan makanan sekaligus pengetahuan, manfaatnya dapat terus dibawa pulang, diterapkan di keluarga, dan diwariskan menjadi kebiasaan yang lebih baik,” ujarnya.

    Untuk memperluas jangkauan informasi, seluruh SPPG juga didorong mendokumentasikan dan memublikasikan kegiatan edukasi melalui media sosial secara kreatif. Kampanye bersama yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah “MBG Jogja Istimewa-dari Jogja untuk Indonesia”.

    Melalui pendekatan tersebut, SPPG di DIY diharapkan semakin berperan dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai gizi, keamanan pangan, dan pola hidup sehat, sehingga manfaat program MBG dapat dirasakan dalam jangka panjang.

    Sumber: AntaraNews

    Tags:
    Share to

    Related News

    97 SPPG di DIY Hentikan Operasional, Program MBG Siswa Terdampak

    97 SPPG di DIY Hentikan Operasional, Pro...

    by Aug 21 2026

    Jumlah pengunjung : 81 Sebanyak 97 dari sekitar 380 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Daerah...

    Sri Sultan Hamengku Buwono X meluncurkan Pendidikan Khas Kejogjaan untuk perguruan tinggi di Yogyakarta.

    Sultan Luncurkan PKJ untuk Kampus, Doron...

    by Aug 21 2026

    Jumlah pengunjung : 90 Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X melunc...

    Krama Inggil Akan Dibiasakan di Sekolah Yogyakarta, Ini Tujuannya

    Krama Inggil Akan Dibiasakan di Sekolah ...

    by Aug 13 2026

    Jumlah pengunjung : 147 YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama DPRD Kota Yogyakarta m...

    Yogyakarta Kembali Menghela Napas Litera...

    by Aug 10 2026

    Jumlah pengunjung : 111 YOGYAKARTA — Di tengah derasnya arus informasi digital, buku tetap menjadi...

    Universitas Alma Ata Menyelenggarakan Pe...

    by Aug 10 2026

    Jumlah pengunjung : 130 YOGYAKARTA – Universitas Alma Ata secara resmi melepas mahasiswa peserta K...

    Program Sekolah Rakyat di DIY Dikawal DPRD agar Berjalan Efektif

    Program Sekolah Rakyat di DIY Dikawal DP...

    by Aug 05 2026

    Jumlah pengunjung : 153 YOGYAKARTA – DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan komitmennya ...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top