Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Penggunaan Smartphone dan AI Dinilai Pengaruhi Interaksi Sosial Anak di Sekolah

    Sep 08 20269 Dilihat

    Siswa sekolah dasar mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris di kelas sebagai bagian dari persiapan kebijakan mata pelajaran wajib yang akan diterapkan secara nasional mulai 2027.

    Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) mulai memengaruhi pola interaksi anak di lingkungan sekolah. Guru SD sekaligus Co-Founder Smartick Indonesia, Galih Sulistyaningra, menyoroti semakin banyaknya anak yang mengalami socially awkward atau merasa canggung ketika berinteraksi dengan orang lain. Fenomena tersebut dibahas dalam acara IdeaFest 2026 di Jakarta, Jumat (4/9/2026), di tengah semakin luasnya penggunaan smartphone dan teknologi AI oleh anak-anak.

    Smartphone Mengubah Pola Interaksi Anak

    Galih mengatakan perkembangan teknologi dan AI merupakan bagian dari perubahan zaman yang sulit dihindari. Namun, semakin luasnya penggunaan smartphone juga dapat membuat anak lebih banyak berinteraksi dengan perangkat digital dibandingkan dengan lingkungan sosial di sekitarnya.

    Socially awkward dapat terlihat dari kesulitan anak memulai percakapan, membangun hubungan, maupun menyesuaikan diri ketika berada dalam situasi sosial. Menurut Galih, kondisi tersebut juga mulai terlihat pada sejumlah murid yang ditemuinya di sekolah.

    “Berbicara tentang perkembangan tekonologi dan socially awkward, murid-murid saya juga banyak yang mengalami hal tersebut,” katanya.

    Meski demikian, perkembangan teknologi tidak semestinya menjadi satu-satunya pihak yang disalahkan. Rumah dan sekolah justru memiliki peran penting dalam membantu anak memahami teknologi sekaligus membangun kemampuan berinteraksi dengan orang lain.

    Empati Anak Perlu Dibangun dari Lingkungan Terdekat

    Di tengah penggunaan teknologi yang semakin intensif, hubungan dan komunikasi antarmanusia tetap dinilai penting bagi perkembangan anak. Galih menilai kemampuan berempati dan peduli terhadap orang lain perlu dibentuk melalui lingkungan terdekat, terutama keluarga dan sekolah.

    Karena itu, pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab guru. Orang tua dan orang dewasa di sekitar anak juga perlu menciptakan ruang yang mendorong anak untuk berkomunikasi, bekerja sama, serta memahami perasaan orang lain.

    “Kita sering mendengar bahwa dibutuhkan satu kampung untuk membesarkan seorang anak. Bahkan mungkin dibutuhkan satu negara atau satu dunia untuk kita bergandengan tangan mengatasi ini,” imbuhnya.

    Baca juga: Kemendikdasmen Atur Pembelajaran Sekolah Terdampak Karhutla Berdasarkan ISPU

    Percakapan di Kelas Tak Bisa Sepenuhnya Digantikan AI

    Galih juga mendorong agar percakapan dan diskusi langsung tetap menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Interaksi tersebut bukan hanya membantu penyampaian materi, tetapi juga membangun kedekatan antara guru dan siswa.

    Menurutnya, AI memang dapat membantu merangkum atau menyintesis hasil percakapan. Namun, teknologi tersebut belum dapat menggantikan berbagai hal yang lahir dari pertemuan langsung, seperti kepercayaan, kredibilitas, kesan, dan gagasan yang berkembang melalui koneksi antarmanusia.

    Karena itu, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan perlu tetap diimbangi dengan kesempatan bagi anak untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung dengan guru maupun teman sebaya.

    AI Tetap Bisa Mendukung Proses Belajar

    Di sisi lain, Galih menilai dunia pendidikan tetap perlu beradaptasi dengan perkembangan AI. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu guru menghadapi keberagaman kebutuhan belajar siswa.

    Ia turut mengembangkan platform pembelajaran matematika adaptif berbasis AI yang dirancang untuk membuat pembelajaran lebih personal sesuai kemampuan masing-masing siswa. Pemanfaatan teknologi ini menjadi salah satu cara membantu guru yang harus menangani sekitar 30 siswa dalam satu kelas dengan karakteristik dan kebutuhan belajar yang berbeda.

    Galih menegaskan AI seharusnya digunakan sebagai alat pendukung, bukan pengganti guru. Dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi dapat membantu mengurangi beban pendidik sekaligus membuat proses pembelajaran lebih sesuai dengan kebutuhan setiap siswa.

    Sumber: HarianJogja

    Share to

    Related News

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan orasi ilmiah dalam Wisuda Perbanas Institute Tahun 2026 dan memberikan pesan kepada lulusan untuk adaptif terhadap perkembangan AI serta tetap menjaga integritas.

    Lulusan Perguruan Tinggi Dituntut Adapti...

    by Sep 08 2026

    Jumlah pengunjung : 58 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulia...

    Kemendikdasmen Atur Pembelajaran Sekolah Terdampak Karhutla Berdasarkan ISPU

    Kemendikdasmen Atur Pembelajaran Sekolah...

    by Sep 07 2026

    Jumlah pengunjung : 16 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan layanan...

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Sekolah, Mendikdasmen Atur PJJ dan Protokol Kesehatan

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Sekola...

    by Sep 07 2026

    Jumlah pengunjung : 18 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengin...

    Arab Saudi Siapkan 1.000 Beasiswa, Kolaborasi Riset Indonesia Kian Diperkuat

    Arab Saudi Siapkan 1.000 Beasiswa, Kolab...

    by Sep 03 2026

    Jumlah pengunjung : 59 Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, s...

    PPDS 2026 Buka 25 Prodi Baru, Cek Daftar Spesialis dan Rumah Sakitnya

    PPDS 2026 Buka 25 Prodi Baru, Cek Daftar...

    by Sep 02 2026

    Jumlah pengunjung : 61 Pemerintah membuka seleksi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)...

    SNPMB 2026 Dievaluasi, Pemerintah Perkuat Transparansi dan Integritas Seleksi

    SNPMB 2026 Dievaluasi, Pemerintah Perkua...

    by Aug 31 2026

    Jumlah pengunjung : 39 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top