Fajar A • Sep 10 2026 • 33 Dilihat

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta menginisiasi pembentukan konsorsium perguruan tinggi se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memperkuat kolaborasi antara kampus, pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah. Gagasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan saat membuka Sarasehan Sains dan Teknologi di Yogyakarta, Rabu (9/9/2026).
Fauzan mengatakan konsorsium dibentuk agar perguruan tinggi di DIY tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. Menurutnya, potensi dan kepakaran yang dimiliki masing-masing kampus perlu disatukan agar penyelesaian berbagai persoalan dapat dilakukan secara lebih efektif.
“Tujuannya untuk bekerja bersama-sama antarperguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dunia industri dalam rangka mengatasi problem yang ada di wilayah masing-masing,” kata Fauzan.
Selama ini, berbagai program perguruan tinggi dalam membantu pemerintah daerah masih banyak dilakukan secara parsial. Kondisi tersebut membuat potensi yang dimiliki kampus belum sepenuhnya terintegrasi.
“Kalau selama ini perguruan tinggi itu masih bersifat sendiri-sendiri atau parsial, hasilnya kurang efektif. Maka, pada hari ini kita memulai agar perguruan tinggi itu bisa bekerja bersama-sama,” ujarnya.
Melalui konsorsium, perguruan tinggi diharapkan dapat menggabungkan berbagai bidang keahlian untuk menghasilkan solusi yang lebih konkret terhadap persoalan di DIY.
Fauzan menilai perguruan tinggi memiliki sumber daya yang besar untuk mendukung pemerintah daerah. Selain dosen dan para pakar, mahasiswa dengan beragam kompetensi juga dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan sesuai kebutuhan.
“Perguruan tinggi ini kan tempatnya orang pintar, orang unggul, ada mahasiswa dan dosen yang memiliki kepakaran berbeda-beda. Tentu itu harus kita gerakkan, bekerja sama dengan instansi terkait untuk bersama-sama mengatasi masalah,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara terpisah. Kampus juga diharapkan dapat mengambil peran sebagai problem solver yang terlibat langsung dalam persoalan masyarakat.
Fauzan menegaskan bahwa perguruan tinggi pada dasarnya merupakan bagian dari masyarakat sehingga tidak seharusnya diposisikan sebagai institusi yang terpisah dari persoalan di sekitarnya.
“Kami berharap kampus yang ada di DIY ini berkontribusi atau menjadi problem solver terhadap persoalan-persoalan yang tadi sudah disampaikan oleh Gubernur DIY. Saya kira itu semangatnya,” katanya.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut positif rencana pembentukan konsorsium perguruan tinggi se-DIY. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat membuat peran kampus dalam membantu pemerintah daerah menjadi lebih efektif, termasuk dalam memberikan masukan untuk pengambilan kebijakan.
“Selama ini kami juga banyak dengan perguruan tinggi pemerintah maupun swasta melakukan MoU, jadi hanya tinggal dengan kebijakan secara menyeluruh, nasional begini bisa lebih efektif di dalam pola dialog maupun pendekatan,” ujar Sri Sultan.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten dan kota di DIY selama ini telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi. Salah satu bentuknya adalah melibatkan profesor untuk memberikan pandangan berdasarkan bidang keahlian tertentu sesuai kebutuhan pemerintah daerah.
Profesor yang dilibatkan dapat berganti setiap enam bulan menyesuaikan persoalan dan kebutuhan yang sedang dihadapi pemerintah daerah.
Pembentukan konsorsium diharapkan dapat memperkuat pola kerja sama yang sebelumnya banyak dilakukan secara individual antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Dengan kebijakan yang lebih terintegrasi, kepakaran dan sumber daya kampus dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri juga diharapkan mampu menghasilkan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam menghadapi berbagai persoalan di DIY.
Melalui konsorsium tersebut, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pengetahuan, tetapi juga diharapkan hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan dan menyelesaikan persoalan daerah.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 112 BANTUL – Pembangunan kampus baru Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kali...
Jumlah pengunjung : 121 Prestasi membanggakan ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Psikologi Univ...
Jumlah pengunjung : 303 Warta Pendidikan Jogja – Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta, Rabu (...
Jumlah pengunjung : 252 Warta Pendidikan Jogja – Yogyakarta, 10 Juni 2025 – Dosen-dosen dari...
Jumlah pengunjung : 297 Warta Pendidikan Jogja – Pada 11 Juni 2025, LLDIKTI Wilayah V menyelen...
Jumlah pengunjung : 303 Untuk menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang lebih aman dan bebas dari...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.