Nice • Dec 12 2025 • 120 Dilihat

Data World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dan otomatisasi akan mengubah dunia kerja secara drastis. Sekitar 39 persen keterampilan diprediksi tidak lagi relevan menjelang 2030. Sementara beberapa pekerjaan administratif akan tergantikan teknologi, kebutuhan terhadap kemampuan kreatif, berpikir kritis, dan empati justru semakin tinggi. Kondisi ini membuat anak-anak perlu menguasai keterampilan adaptif yang sesuai dengan era kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi digital.
Dalam konteks perubahan ini, pendidikan yang fokus pada akademik saja dinilai tak lagi memadai. Pembentukan karakter, ketahanan mental, kecerdasan emosional, serta kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting untuk menghadapi masa depan.
Misi Pendidikan Menurut Warren Wessels
Koordinator IB Diploma Programme di North Jakarta Intercultural School (NJIS), Warren Wessels, menyoroti bagaimana sekolah seharusnya mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan penuh ketidakpastian. Dengan pengalaman lebih dari enam belas tahun, ia menegaskan bahwa pendidikan tidak sebatas angka pada rapor. Menurutnya, pendidikan mencakup identitas, kepercayaan diri, ketangguhan, serta kecerdasan sosial dan emosional siswa.
“Pencapaian akademik itu penting, tetapi perkembangan identitas, kepercayaan diri, ketahanan, dan kecerdasan sosial-emosional juga sama pentingnya. Pendidikan adalah perjalanan untuk menjadi pribadi yang utuh,” katanya.
Warren juga mengingatkan bahwa siswa belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari. Bila guru ingin mengembangkan rasa ingin tahu, keberanian bertanya, serta empati, maka guru harus mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata.
Theory of Knowledge: Menguji Cara Berpikir
International Baccalaureate Continuum, yang diterapkan di NJIS, dirancang untuk menumbuhkan pemikir kritis dan mandiri. Komponen Theory of Knowledge (TOK) mengajak siswa mempertanyakan hal-hal yang selama ini mereka anggap benar serta memahami pengaruh budaya, bahasa, dan emosi pada cara pandang mereka.
Extended Essay: Pengalaman Riset Seperti di Universitas
Extended Essay adalah esai akademik empat ribu kata yang memberi siswa pengalaman layaknya melakukan penelitian tingkat perguruan tinggi. Mereka belajar merumuskan pertanyaan penelitian, menilai sumber, dan menyusun argumen.
Warren mengatakan, “Momen paling berkesan sebagai guru adalah ketika siswa menyadari bahwa mereka mampu mencapai sesuatu yang sebelumnya terasa mustahil. Dari situ muncul ketangguhan dan kepercayaan diri.”
Indonesia dikenal sebagai negara multikultural, dan hal itu tercermin di lingkungan NJIS. Siswa berasal dari berbagai provinsi, budaya, bahasa, dan agama. Siswa neurodiverse juga belajar berdampingan dengan siswa neurotypical.
Menurut Warren, “Di lingkungan seperti ini, keberagaman tidak hanya diajarkan, tetapi dialami secara langsung. Siswa tumbuh dengan melihat dunia melalui berbagai perspektif, dan hal itu membentuk mereka menjadi individu yang lebih berempati dan sadar akan isu global.”
Ia menegaskan bahwa seluruh proses pembelajaran hanya dapat berjalan optimal jika siswa merasa aman secara emosional, aman bertanya, mencoba, gagal, dan belajar kembali.
Program Beasiswa NJIS
Warren menyampaikan bahwa anak-anak berkembang ketika mereka dihargai sebagai individu. Prinsip tersebut menjadi dasar program beasiswa NJIS, yang mencari siswa dengan karakter kuat, potensi besar, kepemimpinan, serta motivasi belajar tinggi.
Program beasiswa ini diberikan kepada siswa Indonesia dan ekspatriat kelas sembilan hingga dua belas yang menunjukkan : prestasi akademik kuat, kemampuan memimpin, dan keselarasan dengan IB Learner Profile.
Beasiswa meliputi biaya sekolah dan capital charge selama satu tahun akademik, dengan peluang perpanjangan. Para penerima juga menjadi duta sekolah.
Warren menegaskan, “Peluang dapat mengubah potensi menjadi tujuan. Beasiswa bukan hanya bantuan biaya, tetapi keyakinan bahwa seorang siswa memiliki kapasitas untuk berkembang dan berkontribusi.”
Bagi Warren, pendidikan bukan hanya soal angka atau perguruan tinggi bergengsi. Pendidikan adalah proses membentuk seseorang menjadi bijaksana, berempati, dan berani menghadapi dunia.
Ia menegaskan, “Anak-anak ini bukan hanya dipersiapkan untuk menyesuaikan diri dengan masa depan. Mereka dipersiapkan untuk membentuk masa depan itu sendiri,” tuturnya.
NJIS pun menyediakan program beasiswa, salah satunya NJIS Excellence Scholarship bagi siswa Indonesia maupun ekspatriat yang punya prestasi akademik kuat dan karakter kepemimpinan, termasuk cakupan biaya pendidikan serta peluang perpanjangan.
Sumber : Kompas.com
Jumlah pengunjung : 105 Islamic Development Bank (IsDB) kembali membuka kesempatan emas bagi para pe...
Jumlah pengunjung : 116 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di bawah naungan Kementerian Pendidika...
Jumlah pengunjung : 116 JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menyetujui pemberian 100 beasiswa LPDP k...
Jumlah pengunjung : 121 Pemerintah Prancis kembali membuka peluang bagi mahasiswa internasional, ter...
Jumlah pengunjung : 326 Dalam momen Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) IPB Univ...
Jumlah pengunjung : 369 Pelajar SMA dan SMK kini memiliki pilihan beasiswa yang bisa membantu mering...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.