Sharwo • Dec 08 2025 • 77 Dilihat

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, membeberkan data terbaru mengenai dampak bencana ekologis yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan data yang dihimpun hingga 7 Desember 2025, tercatat hampir tiga ribu satuan pendidikan mengalami kerusakan.
Mu’ti menekankan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan kemungkinan akan bertambah mengingat kendala akses di lapangan.
“Sementara data yang masuk 2.900 sekian. Tapi itu masih progresif, ya. Kami masih terus update data karena memang belum semua daerah bisa dijangkau,” ungkap Mu’ti saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Pihak kementerian berkomitmen untuk terus memantau perkembangan terkini, mencakup jumlah bangunan rusak serta total siswa dan guru yang terdampak, sembari menyiapkan langkah strategis penanganannya.
Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada November lalu memaksa kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayah terdampak harus menyesuaikan diri. Mu’ti menjelaskan, meski saat ini memasuki periode tes akhir semester dalam kalender akademik normal, pelaksanaannya di lapangan sangat bervariasi. Bagi wilayah yang terdampak parah, pemerintah memberikan kelonggaran.
“Tapi memang yang tidak bisa masuk, ya, tidak tes kan,” jelasnya.
Namun, proses pendidikan tidak sepenuhnya berhenti. Sebagian sekolah menerapkan ujian daring, sementara lainnya menggunakan metode jemput bola atau memanfaatkan fasilitas umum yang tersisa.
“Atau ditampung di tempat tertentu, misalnya di masjid atau bangunan lain yang memang bisa untuk belajar sementara, gurunya mendatangi,” tutur Mu’ti.
Sebelumnya, pada 28 November 2025, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, telah mengimbau agar proses pembelajaran tetap berjalan meski di tengah situasi darurat. Ia menyarankan skema pengungsian sementara bagi siswa ke sekolah-sekolah yang aman.
“Kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan. (Yang terkena dampak) bisa mengungsi di sekolah terdekat,” ujar Atip.
Atip juga memastikan bahwa pemerintah akan memprioritaskan perbaikan fisik bagi seluruh sekolah yang rusak akibat bencana agar fasilitas pendidikan dapat segera berfungsi kembali.
Artikel lainnya: Indonesia Peringkat Kedua Dunia Kehilangan Hutan Tropis Primer, Luasnya Capai 10,7 Juta Hektare
Sumber: Tempo
Jumlah pengunjung : 3 Isu mengenai jumlah guru di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah muncul...
Jumlah pengunjung : 16 Tokoh nasional Fadli Zon mendorong Indonesia untuk memperkuat perannya sebaga...
Jumlah pengunjung : 14 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengingatkan perguruan ti...
Jumlah pengunjung : 22 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengajak generasi muda Indone...
Jumlah pengunjung : 22 Pelaksanaan pembelajaran di sekolah rakyat menunjukkan perkembangan yang sema...
Jumlah pengunjung : 37 Pemerintah Indonesia terus mendorong pengembangan teknologi hijau sebagai lan...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.