sarwoo • Nov 27 2025 • 121 Dilihat

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) kembali mengirimkan putra-putri terbaik bangsa ke kancah global. Sebanyak enam siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) resmi diberangkatkan untuk mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi International Junior Science Olympiad (IJSO) 2025. Kompetisi sains tingkat dunia ini diselenggarakan di Sochi, Rusia, mulai tanggal 23 November hingga 2 Desember 2025.
Tim nasional yang mewakili Merah Putih terdiri dari putra-putra terbaik berbagai daerah, yakni Howard Valero Hansen (SMP Darma Yudha, Pekanbaru), Neo Haven Tanuwijaya (SMPK Frater Maumere, Sikka), Matthew Pranawinata Tarigan (SMP Swasta Permata Bangsa, Binjai), Reyno Felix Altair Hidayat (MTsN 3 Banyuwangi), serta dua perwakilan DKI Jakarta, Darrel Blessthee Hutagalung (SMPK 2 Penabur) dan Benedict Luvenco Pardi (SMPS Narada).
Para delegasi ini merupakan jebolan juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang Pendidikan Dasar bidang IPA yang telah melewati serangkaian seleksi ketat dan pembinaan intensif dari Puspresnas.
Pelepasan delegasi dilakukan langsung oleh Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, di Laboratorium Fisika Universitas Indonesia, Jumat (21/11). Dalam momen tersebut, Irene memberikan motivasi kepada para siswa untuk tampil maksimal.
“Perjalanan mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga ke tahap ini tentu tidak mudah. Adik-adik harus semangat, percaya diri, dan jaga kesehatan,” pesan Irene.
Selama berkompetisi di Rusia, para siswa didampingi oleh tim pembina ahli, antara lain Budhy Kurniawan dan Agustino dari Universitas Indonesia, Iriawati dari Institut Teknologi Bandung, serta Yuniaty Ambarsari Setyawati dari Puspresnas. Budhy Kurniawan menjelaskan bahwa persiapan tim meliputi materi teori dan eksperimen yang diberikan dalam dua tahap pembinaan.
“Kami tim pembina dan Puspresnas berupaya memberikan pembinaan yang optimal bagi siswa-siswa. Harapannya melalui kerja keras para siswa selama pembinaan mereka bisa membawa pulang medali. Mohon doanya,” ujar Budhy.
Rasa bangga terpancar dari Neo Haven Tanuwijaya, siswa asal Sikka, Nusa Tenggara Timur. Ia menyatakan kesiapannya untuk berjuang demi medali emas.
“Saya sangat bangga bisa mengikuti IJSO. Semoga saya dan teman-teman bisa mendapatkan medali emas saat kembali pulang ke Indonesia,” kata Neo. Ia juga menambahkan, “Terima kasih kepada Kemendikdasmen dan Pupsresnas karena dengan adanya pembinaan ini saya optimis dan siap berkompetisi di ajang IJSO.”
Senada dengan Neo, optimisme juga disuarakan oleh Matthew Pranawinata Tarigan asal Binjai, Sumatra Utara. Ia merasa pembinaan yang didapat menjadi bekal berharga yang melengkapi ilmu dari sekolah.
“Dengan adanya pembinaan dari Puspresnas saya jadi dapat pengetahuan baru yang sebelumnya tidak ada di sekolah. Kesempatan berharga ini akan kami manfaatkan sungguh-sungguh dengan meraih prestasi terbaik di IJSO,” tutur Matthew.
Sebagai informasi, IJSO menguji kemampuan siswa SMP di ranah Fisika, Kimia, dan Biologi. Saat ini, seluruh anggota delegasi telah tiba di Sochi, Rusia, dan siap memberikan performa terbaik untuk Indonesia.
Sumber: Kemendikdasmen
Penulis: Sarwo
Jumlah pengunjung : 60 Pemerintah menargetkan 50 hingga 100 unit Sekolah Rakyat mulai aktif beropera...
Jumlah pengunjung : 94 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperk...
Jumlah pengunjung : 64 Kementerian Agama (Kemenag) segera menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekol...
Jumlah pengunjung : 64 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendoro...
Jumlah pengunjung : 129 JAWA BARAT— Sebuah potret udara yang menampilkan bangunan Koperasi Desa (K...
Jumlah pengunjung : 73 JAKARTA – Universitas Republik Indonesia (URI) menjadi perhatian publik set...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.