Sarwo • Nov 24 2025 • 133 Dilihat

Muhammad Farid, mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, menorehkan capaian yang membanggakan setelah merampungkan pendidikan sarjananya dengan rekam jejak penelitian yang luar biasa. Selama masa studinya, ia berhasil menerbitkan 19 artikel ilmiah pada jurnal nasional dan internasional bereputasi. Publikasi tersebut meliputi satu jurnal non-Sinta, dua artikel pada jurnal Scopus Q2, satu Scopus Q3, tiga Scopus Q4, lima Sinta 2, lima Sinta 3, satu Sinta 4, serta satu Sinta 5. Tidak hanya itu, beberapa tulisannya kini tengah berada dalam proses copy editing, yakni satu jurnal Sinta 2, dua jurnal Sinta 3, dan lima jurnal Scopus Q4.
Bagi Farid, kegiatan penelitian menjadi sarana pelarian yang positif di tengah padatnya agenda perkuliahan. Aktivitas tersebut kemudian mendorongnya untuk terus berkarya melalui penulisan dan publikasi ilmiah.
“Saya ingin membuktikan kepada diri sendiri dan kepada mereka yang pernah meremehkan saya bahwa saya mampu berkembang dan menjadi versi terbaik dari diri saya,” ujar mahasiswa asal Sleman itu, berdasarkan kutipan dari situs resmi LLDikti 5 Kemendikti saintek, Minggu (16/11/2025).
Selama menempuh pendidikan, Farid juga beberapa kali meraih juara dalam kompetisi Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional. Selain itu, ia turut dipercaya sebagai reviewer di berbagai jurnal nasional dan internasional, seperti Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (Sinta 5), Egyptian Human Genetic (Scopus Q4), Makara Journal of Science (Scopus Q2), serta Folia Medica (Scopus Q4).
Baca juga: PSM UAJY Kembali Ukir Prestasi Internasional di Sarawak Malaysia
Perjalanan Farid dalam dunia riset dimulai pada tahun 2023, saat ia menghadapi masa sulit dan merasakan kebingungan akibat sejumlah hambatan di lingkungannya. Titik balik terjadi ketika ia bertemu dengan mahasiswa Fakultas Farmasi yang tengah mempersiapkan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Dari tiga proposal yang diajukannya, dua di antaranya sukses lolos pada skema PKM-RE (Riset Eksakta) dan PKM-AI (Artikel Ilmiah). Pengalaman tersebut membuka wawasannya mengenai pentingnya membaca, menulis, serta melakukan penelitian secara mendalam.
Pada penghujung tahun itu, Farid akhirnya menulis artikel ilmiah pertamanya yang berjudul “Liposome sebagai Penghantar Obat pada Kasus Resistensi Antibiotik.”
Sumber : Kompas.com
Penulis : Nailal Fauziah Saihan
Jumlah pengunjung : 92 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi gemila...
Jumlah pengunjung : 104 Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengukir prestasi gemilang di kancah n...
Jumlah pengunjung : 123 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses mengukuhkan diri kembali sebagai Juara...
Jumlah pengunjung : 210 Di SMK‑SMTI Yogyakarta sekolah kejuruan terus memperkuat kesiapan siswanya...
Jumlah pengunjung : 169 Paduan Suara Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta (PSM UAJY) kembali m...
Jumlah pengunjung : 178 MAN 3 Bantul merayakan Bulan Bahasa dengan cara yang inspiratif. Dalam punca...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.