Fajar A • May 25 2026 • 27 Dilihat

JAKARTA — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya di Papua dan Nusa Tenggara Timur. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas teknologi.
Dalam keterangannya, Gibran menyoroti perlunya penguatan sarana teknologi pendidikan di sekolah-sekolah terpencil melalui pemanfaatan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital. Teknologi tersebut diyakini mampu menciptakan proses belajar yang lebih modern, interaktif, dan efektif bagi para siswa.
“Kita ingin memastikan program pendidikan menyentuh area-area yang selama ini sulit dijangkau. Digitalisasi melalui alat-alat pendidikan modern harus bisa dioperasikan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh guru dan siswa di wilayah 3T,” kata Gibran, Sabtu (23/5/2026).
Program digitalisasi pendidikan itu tidak hanya menyasar pendidikan dasar, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat keterampilan tingkat tinggi atau high skill di jenjang pendidikan menengah. Pemerintah menilai langkah tersebut penting guna menjawab tantangan global sekaligus memanfaatkan bonus demografi Indonesia di masa mendatang.
Baca juga: Strategi Penerapan Bahasa Inggris sebagai Mata Pelajaran Wajib di SD Mulai 2027
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kebijakan pendidikan nasional harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Pendidikan kita harus membumi, hadir di tengah rakyat, dan mampu memberikan solusi atas berbagai problematika. Kita ingin membangun generasi yang tidak hanya menjulang dalam prestasi global, tetapi tetap memiliki integritas dan nasionalisme yang kokoh sebagai kader bangsa,” ujar Mu’ti.
Untuk mendukung strategi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu langkah konkret yang dilakukan ialah mengirimkan talenta unggul, tenaga profesional, hingga alumni penerima beasiswa ke wilayah seperti Papua, Maluku, dan NTT.
Program tersebut bertujuan memberikan edukasi digital, pendampingan teknis, serta motivasi kepada siswa di daerah terpencil agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Pemerintah berharap langkah percepatan digitalisasi di wilayah 3T dapat mengurangi kesenjangan pendidikan sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi perkembangan dunia.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 15 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan bahwa perkembangan...
Jumlah pengunjung : 27 Tidak lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) bukan berarti peluang mel...
Jumlah pengunjung : 35 JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengha...
Jumlah pengunjung : 30 JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaku...
Jumlah pengunjung : 23 YOGYAKARTA — Rencana pemerintah yang disebut akan menutup sejumlah program ...
Jumlah pengunjung : 52 Momentum peringatan 28 tahun Reformasi dimaknai dengan cara berbeda oleh seju...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.