Fajar A • Jul 21 2026 • 31 Dilihat

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat upaya menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif melalui penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Program ini dirancang untuk memastikan setiap peserta didik memperoleh hak belajar di lingkungan yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, perundungan, serta berbagai bentuk kerentanan lainnya.
Melalui kebijakan tersebut, Kemendikdasmen mendorong seluruh satuan pendidikan membangun lingkungan belajar yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan keamanan digital peserta didik.
Penerapan budaya sekolah yang aman diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal tanpa rasa takut maupun diskriminasi.
Dalam implementasinya, Kemendikdasmen menetapkan enam fokus utama, yakni memperkuat upaya promotif dan preventif, memperluas perlindungan bagi warga sekolah, meningkatkan partisipasi seluruh pemangku kepentingan, memperkuat aspek keamanan dan kenyamanan, mengedepankan penanganan secara kolaboratif, serta mendorong penyelesaian persoalan melalui pendekatan nonlitigasi.
Kebijakan ini melibatkan pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat agar tercipta ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Kemendikdasmen juga menegaskan bahwa seluruh peserta didik harus memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa memandang latar belakang, kondisi fisik, agama, gender, maupun status sosial.
Sekolah didorong menjadi ruang yang menghargai keberagaman serta memberikan perlindungan terhadap seluruh warga sekolah dari berbagai bentuk kekerasan, perundungan, dan diskriminasi.
Melalui penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, pemerintah berharap kualitas pembelajaran dapat meningkat karena peserta didik merasa lebih terlindungi, nyaman, dan percaya diri selama mengikuti proses pendidikan.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, humanis, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 13 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisain...
Jumlah pengunjung : 12 JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk me...
Jumlah pengunjung : 42 JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti...
Jumlah pengunjung : 105 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus...
Jumlah pengunjung : 3,467 JAKARTA – Indonesia tercatat memiliki pengeluaran pendidikan sebesar 1,3...
Jumlah pengunjung : 57 JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul MuR...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.