Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Kurikulum Deep Learning: Materi Lebih Ringan, Pembelajaran Lebih Bermakna

    Feb 04 2025431 Dilihat

    Kurikulum Deep Learning

    Warta Pendidikan Jogja – Pendidikan Indonesia akan memasuki era baru dengan diterapkannya Kurikulum Deep Learning. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mukti, menegaskan bahwa kurikulum ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa secara lebih mendalam dan kontekstual.

    Meskipun materi yang diajarkan lebih ringan dibandingkan kurikulum sebelumnya, fokus utama dari Kurikulum Deep Learning adalah pengembangan keterampilan berpikir kritis. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan kurikulum saat ini, di mana beban materi yang terlalu berat mengurangi kesempatan siswa untuk benar-benar memahami pelajaran secara luas.

    Pendekatan Mindful, Meaningful, dan Joyful

    Kurikulum baru ini berpegang pada tiga prinsip utama: Mindful (kesadaran), Meaningful (bermakna), dan Joyful (menyenangkan).

    • Mindful Learning: Guru diharapkan memahami keberagaman karakter dan gaya belajar siswa. Dengan kesadaran ini, mereka dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan mendalam.
    • Meaningful Learning: Materi yang diajarkan harus memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari siswa. Konteks yang jelas akan meningkatkan motivasi belajar dan memastikan bahwa ilmu yang diperoleh lebih dari sekadar hafalan.
    • Joyful Learning: Proses belajar harus menjadi pengalaman yang menyenangkan. Guru diharapkan lebih kreatif dalam menyampaikan materi sehingga siswa dapat lebih aktif dan antusias dalam belajar.

    Fleksibilitas bagi Guru, Interaksi bagi Siswa

    Salah satu keunggulan dari Kurikulum Deep Learning adalah ruang improvisasi yang lebih luas bagi guru. Kurikulum ini memungkinkan metode pengajaran yang lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan siswa, tidak lagi kaku dan seragam.

    Siswa juga akan lebih banyak berinteraksi, berdiskusi, dan menerapkan langsung apa yang mereka pelajari. Dengan model pembelajaran berbasis pengalaman ini, siswa tidak hanya menghafal teori tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif yang sangat dibutuhkan di era modern.

    Mengapa Belajar Itu Penting?

    Dalam Kurikulum Deep Learning, setiap pembelajaran selalu diawali dengan pertanyaan mendasar: Mengapa kita mempelajari ini? Apa manfaatnya dalam kehidupan kita? Dengan pendekatan ini, setiap materi yang diajarkan memiliki makna yang jelas bagi siswa, memastikan bahwa pembelajaran tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi sebuah pengalaman yang bermanfaat dan bermakna.

    Abdul Mukti sendiri terinspirasi dari pengalaman pribadinya saat mempelajari konsep Deep Learning di Australia pada tahun 1995. Kini, konsep tersebut akan diimplementasikan dalam sistem pendidikan Indonesia untuk menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

    Penulis: Aizan Syalim

    Sumber Gambar: https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/0x0/webp/photo/p2/82/2024/09/03/Fan-pelajar-SMA-Kota-2331006837.jpg

    Sumber Berita: https://radarmojokerto.jawapos.com/berita-terbaru/825290852/materi-lebih-ringan-inilah-konsep-kurikulum-deep-learning-yang-akan-diterapkan-di-dunia-pendidikan-indonesia?page=2

    Share to

    Related News

    Pembelajaran di sekolah rakyat dinilai semakin stabil setelah berbagai tantangan berhasil diatasi secara bertahap.

    Lulusan Sekolah Rakyat Tak Boleh Mengang...

    by Sep 11 2026

    Jumlah pengunjung : 53 Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pemerintah menyiapkan dua jalur bag...

    Guru PPPK mengajar di ruang kelas saat DPR mengusulkan kenaikan gaji minimal Rp7 juta per bulan bagi guru PPPK penuh waktu sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

    Guru di Sleman Diajak Refleksikan Pembel...

    by Sep 10 2026

    Jumlah pengunjung : 65 Yayasan Dinamika Edukasi Dasar kembali menggelar Jelajah Edukasi Dasar untuk ...

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan orasi ilmiah dalam Wisuda Perbanas Institute Tahun 2026 dan memberikan pesan kepada lulusan untuk adaptif terhadap perkembangan AI serta tetap menjaga integritas.

    Lulusan Perguruan Tinggi Dituntut Adapti...

    by Sep 08 2026

    Jumlah pengunjung : 83 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulia...

    Siswa sekolah dasar mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris di kelas sebagai bagian dari persiapan kebijakan mata pelajaran wajib yang akan diterapkan secara nasional mulai 2027.

    Penggunaan Smartphone dan AI Dinilai Pen...

    by Sep 08 2026

    Jumlah pengunjung : 42 Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) mulai memengaruhi pola inte...

    Kemendikdasmen Atur Pembelajaran Sekolah Terdampak Karhutla Berdasarkan ISPU

    Kemendikdasmen Atur Pembelajaran Sekolah...

    by Sep 07 2026

    Jumlah pengunjung : 40 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan layanan...

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Sekolah, Mendikdasmen Atur PJJ dan Protokol Kesehatan

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Sekola...

    by Sep 07 2026

    Jumlah pengunjung : 35 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengin...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top