Fajar A • Jul 10 2026 • 41 Dilihat

JAKARTA – Indonesia tercatat memiliki pengeluaran pendidikan sebesar 1,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menjadikannya salah satu yang terendah di antara negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Angka tersebut masih berada di bawah sejumlah negara tetangga seperti Vietnam (2,9 persen), Thailand (2,5 persen), dan Singapura (2,2 persen).
Berdasarkan data Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), Swedia menjadi negara dengan proporsi pengeluaran pendidikan terhadap PDB tertinggi di kelompok ekonomi besar dunia, yakni 7,3 persen, disusul Denmark 6,4 persen dan Belgia 6,3 persen. Negara lain seperti Inggris, Amerika Serikat, Brasil, dan Korea Selatan juga mengalokasikan anggaran pendidikan yang lebih besar dibandingkan Indonesia.
Besarnya populasi usia sekolah di Indonesia membuat kebutuhan investasi pada sektor pendidikan semakin tinggi. Namun, dengan porsi belanja pendidikan terhadap PDB yang relatif rendah, tantangan dalam pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas guru, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendidikan masih cukup besar.
Sebaliknya, beberapa negara di kawasan Asia Tenggara mampu mengalokasikan porsi anggaran pendidikan yang lebih tinggi meski memiliki jumlah penduduk yang lebih sedikit.
Data OECD menunjukkan besarnya anggaran pendidikan tidak hanya dipengaruhi kondisi ekonomi suatu negara, tetapi juga ditentukan oleh prioritas kebijakan pemerintah.
Secara global, negara-negara seperti Kiribati, Tuvalu, Mikronesia, Namibia, dan Aljazair bahkan mengalokasikan persentase PDB yang lebih besar untuk sektor pendidikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa komitmen terhadap pembangunan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam penentuan kebijakan anggaran.
OECD menilai pengeluaran pendidikan mencerminkan keseimbangan antara prioritas politik, kondisi demografi, dan kapasitas fiskal masing-masing negara.
Di Indonesia, anggaran pendidikan harus bersaing dengan kebutuhan belanja lain, seperti pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, dan subsidi. Meski demikian, investasi di sektor pendidikan dinilai perlu terus diperkuat karena memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta daya saing bangsa di masa depan.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 18 JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti...
Jumlah pengunjung : 74 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus ...
Jumlah pengunjung : 39 JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul MuR...
Jumlah pengunjung : 84 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi ...
Jumlah pengunjung : 68 JAKARTA – Pemerintah berencana menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelaj...
Jumlah pengunjung : 205 SLEMAN – Kabupaten Sleman akan menjadi tuan rumah Konferensi Pendidikan In...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.