Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Olimpiade Sains Airlangga (OSA)

    Dec 15 2024806 Dilihat

    Olimpiade Sains Airlangga (OSA)

    Warta Pendidikan Jogja – Olimpiade Sains Airlangga (OSA) yang digelar oleh Universitas Airlangga (UNAIR) selama dua hari, Sabtu-Minggu (14-15/12/2024), berhasil menarik perhatian positif dari masyarakat. Banyak siswa dan sekolah yang rela datang dari jauh ke Surabaya untuk menunjukkan kemampuan akademik mereka. Salah satunya adalah Alya Prasidina Syahri, siswa kelas XII SMAN 9 Bandar Lampung, yang menempuh perjalanan selama 9 jam bersama orang tuanya untuk mengikuti kompetisi ini. Perjalanannya terdiri dari 6 jam perjalanan darat dan sisanya menggunakan pesawat dari Kabupaten Lampung menuju Surabaya.

    Peserta Olimpiade

    “Saya tinggal di daerah Pesisir Barat, ujung Provinsi Lampung. Meski jauh, saya sangat bersemangat mengikuti Olimpiade Sains Airlangga (OSA) di UNAIR. Jarak tidak menghalangi semangat saya,” ujar Alya dengan penuh antusias. Motivasi utamanya mengikuti OSA adalah untuk meraih kesempatan masuk ke universitas impiannya. Alya bercita-cita kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNAIR, mengingat minimnya jumlah dokter gigi di daerahnya. “Di daerah kami, dokter gigi sangat langka. Dulu pernah ada, tapi karena berbagai alasan, beliau akhirnya pindah,” ceritanya.

    Alya mengaku telah mempersiapkan diri dengan tekun untuk menghadapi OSA. Setiap hari, ia menyisihkan waktu 3-4 jam untuk mempelajari materi yang akan diujikan. Menurutnya, soal-soal OSA cukup menantang karena mencakup materi dari semester 1 hingga 5. “Olimpiade ini sangat menantang karena saya harus mengulang materi sejak kelas 10. Tingkat kesulitannya sekitar 8/10. Tapi saya yakin bisa melewatinya,” paparnya. Alya berharap, sertifikat OSA dapat membantunya lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di UNAIR. “Saya ikut OSA karena ingin masuk UNAIR. Saya berharap sertifikat ini bisa menjadi jalan untuk mewujudkan mimpi saya kuliah di FKG, yang sudah saya impikan sejak kelas 10,” harapnya.

    Tidak hanya siswa dari luar kota, sekolah-sekolah di Jawa Timur juga menunjukkan antusiasme tinggi. SMA Ar Rohmah Putri Boarding School Dau, Malang, misalnya, mengirimkan 119 santri putri kelas XI dan XII dengan dua bus rombongan. Nanda, salah seorang guru di SMA Ar Rohmah, mengungkapkan bahwa UNAIR menjadi universitas favorit para siswinya. “UNAIR memang menjadi tujuan utama para santri putri kami. Tahun ini, banyak yang ikut OSA karena mereka ingin melanjutkan studi di UNAIR,” ujarnya.

    Sebagai pendidik, Nanda menyatakan dukungan penuh terhadap siswanya dalam mengejar cita-cita. Sekolah menyediakan fasilitas dan bimbingan belajar intensif untuk mempersiapkan mereka menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). “OSA menjadi salah satu latihan bagi mereka, baik untuk persiapan UTBK maupun sebagai ajang mengasah kemampuan akademik, terutama bagi siswi kelas XI,” jelasnya.

    Tidak Hanya sebagai Ajang Kompetensi

    OSA tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi siswa untuk mengukur kemampuan dan mempersiapkan diri menuju jenjang pendidikan tinggi. Dengan semangat dan dukungan dari berbagai pihak, para peserta berharap dapat meraih prestasi terbaik dan mewujudkan mimpi mereka untuk berkuliah di UNAIR.

    Author: Allif

    Sumber: https://unair.ac.id/ikuti-olimpiade-di-unair-siswa-asal-lampung-tempuh-perjalanan-9-jam/

    Share to

    Related News

    Pembelajaran di sekolah rakyat dinilai semakin stabil setelah berbagai tantangan berhasil diatasi secara bertahap.

    Lulusan Sekolah Rakyat Tak Boleh Mengang...

    by Sep 11 2026

    Jumlah pengunjung : 53 Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pemerintah menyiapkan dua jalur bag...

    Guru PPPK mengajar di ruang kelas saat DPR mengusulkan kenaikan gaji minimal Rp7 juta per bulan bagi guru PPPK penuh waktu sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

    Guru di Sleman Diajak Refleksikan Pembel...

    by Sep 10 2026

    Jumlah pengunjung : 64 Yayasan Dinamika Edukasi Dasar kembali menggelar Jelajah Edukasi Dasar untuk ...

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan orasi ilmiah dalam Wisuda Perbanas Institute Tahun 2026 dan memberikan pesan kepada lulusan untuk adaptif terhadap perkembangan AI serta tetap menjaga integritas.

    Lulusan Perguruan Tinggi Dituntut Adapti...

    by Sep 08 2026

    Jumlah pengunjung : 80 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulia...

    Siswa sekolah dasar mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris di kelas sebagai bagian dari persiapan kebijakan mata pelajaran wajib yang akan diterapkan secara nasional mulai 2027.

    Penggunaan Smartphone dan AI Dinilai Pen...

    by Sep 08 2026

    Jumlah pengunjung : 42 Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) mulai memengaruhi pola inte...

    Kemendikdasmen Atur Pembelajaran Sekolah Terdampak Karhutla Berdasarkan ISPU

    Kemendikdasmen Atur Pembelajaran Sekolah...

    by Sep 07 2026

    Jumlah pengunjung : 39 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan layanan...

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Sekolah, Mendikdasmen Atur PJJ dan Protokol Kesehatan

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Sekola...

    by Sep 07 2026

    Jumlah pengunjung : 35 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengin...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top