Fajar A • Jun 18 2026 • 10 Dilihat

KUDUS – Pemerintah terus mempercepat program revitalisasi sekolah di berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Hingga 2026, lebih dari 80.000 satuan pendidikan ditargetkan mendapatkan perbaikan infrastruktur, dengan harapan seluruh sekolah yang mengalami kerusakan dapat direhabilitasi secara bertahap hingga tuntas pada 2028.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa pada 2025 sebanyak 16.167 sekolah telah direvitalisasi. Sementara pada 2026, jumlah tersebut meningkat signifikan dengan target mencapai 71.744 satuan pendidikan.
“Awalnya kami menargetkan 11.744 sekolah dengan anggaran sekitar Rp14 triliun. Namun kemudian ada tambahan hingga 60.000 sekolah, sehingga totalnya menjadi 71.744 sekolah di tahun ini,” ujarnya.
Program revitalisasi mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. Fokus utama program ini adalah memperbaiki kondisi fisik bangunan sekolah agar lebih aman, nyaman, dan layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Selain renovasi bangunan, pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas lingkungan belajar agar mampu mendukung proses pendidikan yang lebih optimal bagi siswa dan tenaga pendidik.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa proses penyaluran anggaran revitalisasi saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Dengan progres tersebut, sebagian proyek sudah berjalan dan beberapa sekolah diperkirakan dapat segera diresmikan dalam beberapa bulan mendatang.
“Dalam beberapa bulan ke depan sudah ada sekolah yang bisa diresmikan hasil revitalisasi ini,” katanya.
Sementara itu, tambahan program revitalisasi untuk sekitar 60.000 sekolah lainnya dijadwalkan mulai berjalan pada Agustus hingga September 2026.
Meski puluhan ribu sekolah telah memperoleh bantuan perbaikan, pemerintah mengakui masih banyak satuan pendidikan yang membutuhkan rehabilitasi.
Karena itu, program revitalisasi akan terus dilanjutkan dalam beberapa tahun ke depan dengan target seluruh sekolah yang mengalami kerusakan dapat ditangani sebelum akhir 2028.
“Harapannya, pada akhir 2028 tidak ada lagi sekolah rusak yang menghambat proses pendidikan,” tegas Abdul Mu’ti.
Target tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan melalui penyediaan fasilitas belajar yang lebih baik di seluruh Indonesia.
Pemerintah menilai keberadaan sekolah yang layak menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman diyakini dapat mendukung konsentrasi siswa, meningkatkan motivasi belajar, serta memperkuat mutu pendidikan secara keseluruhan.
Melalui percepatan revitalisasi sekolah ini, pemerintah berharap seluruh peserta didik di Indonesia dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih berkualitas tanpa terkendala kondisi bangunan yang rusak atau tidak memadai.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 10 JAKARTA – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, mengajak para pelajar ...
Jumlah pengunjung : 25 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisain...
Jumlah pengunjung : 65 JAKARTA – Kesempatan menempuh pendidikan tinggi di luar negeri kembali terb...
Jumlah pengunjung : 37 YOGYAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktis...
Jumlah pengunjung : 68 Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dibuka, Simak Formasi dan Besaran Gajinya ...
Jumlah pengunjung : 41 JAKARTA – Program Sekolah Rakyat yang dijalankan pemerintah terus mengalami...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.