Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Pemerintah Percepat Revitalisasi Sekolah, Target Tak Ada Bangunan Rusak pada 2028

    Jun 18 202692 Dilihat

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan program revitalisasi sekolah yang menargetkan lebih dari 80 ribu satuan pendidikan diperbaiki hingga seluruh sekolah rusak tuntas direhabilitasi pada 2028.

    KUDUS – Pemerintah terus mempercepat program revitalisasi sekolah di berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Hingga 2026, lebih dari 80.000 satuan pendidikan ditargetkan mendapatkan perbaikan infrastruktur, dengan harapan seluruh sekolah yang mengalami kerusakan dapat direhabilitasi secara bertahap hingga tuntas pada 2028.

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa pada 2025 sebanyak 16.167 sekolah telah direvitalisasi. Sementara pada 2026, jumlah tersebut meningkat signifikan dengan target mencapai 71.744 satuan pendidikan.

    “Awalnya kami menargetkan 11.744 sekolah dengan anggaran sekitar Rp14 triliun. Namun kemudian ada tambahan hingga 60.000 sekolah, sehingga totalnya menjadi 71.744 sekolah di tahun ini,” ujarnya.

    Revitalisasi Menjangkau Semua Jenjang Pendidikan

    Program revitalisasi mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. Fokus utama program ini adalah memperbaiki kondisi fisik bangunan sekolah agar lebih aman, nyaman, dan layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

    Selain renovasi bangunan, pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas lingkungan belajar agar mampu mendukung proses pendidikan yang lebih optimal bagi siswa dan tenaga pendidik.

    Baca juga: Sekolah Rakyat Dipercepat, Pemerintah Targetkan Tampung Lebih dari 100.000 Siswa Kurang Mampu

    Penyaluran Anggaran Sudah Mencapai 70 Persen

    Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa proses penyaluran anggaran revitalisasi saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Dengan progres tersebut, sebagian proyek sudah berjalan dan beberapa sekolah diperkirakan dapat segera diresmikan dalam beberapa bulan mendatang.

    “Dalam beberapa bulan ke depan sudah ada sekolah yang bisa diresmikan hasil revitalisasi ini,” katanya.

    Sementara itu, tambahan program revitalisasi untuk sekitar 60.000 sekolah lainnya dijadwalkan mulai berjalan pada Agustus hingga September 2026.

    Pemerintah Targetkan Tidak Ada Sekolah Rusak pada 2028

    Meski puluhan ribu sekolah telah memperoleh bantuan perbaikan, pemerintah mengakui masih banyak satuan pendidikan yang membutuhkan rehabilitasi.

    Karena itu, program revitalisasi akan terus dilanjutkan dalam beberapa tahun ke depan dengan target seluruh sekolah yang mengalami kerusakan dapat ditangani sebelum akhir 2028.

    “Harapannya, pada akhir 2028 tidak ada lagi sekolah rusak yang menghambat proses pendidikan,” tegas Abdul Mu’ti.

    Target tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan melalui penyediaan fasilitas belajar yang lebih baik di seluruh Indonesia.

    Infrastruktur Pendidikan Jadi Prioritas

    Pemerintah menilai keberadaan sekolah yang layak menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman diyakini dapat mendukung konsentrasi siswa, meningkatkan motivasi belajar, serta memperkuat mutu pendidikan secara keseluruhan.

    Melalui percepatan revitalisasi sekolah ini, pemerintah berharap seluruh peserta didik di Indonesia dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih berkualitas tanpa terkendala kondisi bangunan yang rusak atau tidak memadai.

    Sumber: HarianJogja

    Tags:
    Share to

    Related News

    Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu di Indonesia.

    Pemerintah Targetkan 100 Sekolah Rakyat ...

    by Aug 12 2026

    Jumlah pengunjung : 60 Pemerintah menargetkan 50 hingga 100 unit Sekolah Rakyat mulai aktif beropera...

    Beasiswa Kuliah ke Malaysia Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

    BOS Madrasah Tahap II 2026 Rp4,1 Triliun...

    by Aug 11 2026

    Jumlah pengunjung : 64 Kementerian Agama (Kemenag) segera menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekol...

    Kemdiktisaintek Dorong Kampus Perkuat Kesiapan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

    Kemdiktisaintek Dorong Kampus Perkuat Ke...

    by Aug 10 2026

    Jumlah pengunjung : 64 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendoro...

    Vidio Drone Tampilkan Kopdes Merah Putih...

    by Aug 10 2026

    Jumlah pengunjung : 129 JAWA BARAT— Sebuah potret udara yang menampilkan bangunan Koperasi Desa (K...

    Mengenal Universitas Republik Indonesia, Simak 5 Fakta yang Perlu Diketahui

    Mengenal Universitas Republik Indonesia,...

    by Aug 07 2026

    Jumlah pengunjung : 73 JAKARTA – Universitas Republik Indonesia (URI) menjadi perhatian publik set...

    Guru Besar UMY Prof. Slamet Riyadi memaparkan lima prototipe kecerdasan artifisial (AI) yang dikembangkan untuk membantu deteksi limfoma, tumor otak, penyakit jantung, kanker payudara, dan tingkat stres dalam International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI) 2026.

    UMY Hadirkan Lima Inovasi AI untuk Detek...

    by Aug 06 2026

    Jumlah pengunjung : 53 BANTUL – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan lima proto...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top