Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Pilu, Mandala Siswa SMKN 4 Samarinda Meninggal Dunia Karena Sepatu yang Kekecilan

    May 09 2026197 Dilihat

    Kisah pilu datang kembali datang di dunia pendidikan Indonesia. Siswa SMK dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur meninggal karena sepatu yang terlalu sempit. Beliau adalah Mandala Riski Syahputra, seorang siswa kelas 11 Pemasaran 2 di SMK Negeri 4 Samarinda, menghembuskan nafas terakhirnya pada 24 April 2026. Beliau menjalani aktivitas sekolah dengan menahan rasa sakit pada kakinya dikarenakan sepatu sekolah yang sudah sangat sempit namun tetap ia paksakan agar tidak membebani orang tuanya.

    Mandala adalah sosok anak dan siswa yang tegar, sabar, dan berbakti pada ibunya, Ratnasari. Mandala berasal dari keluarga yang keterbatasan ekonomi hingga terpaksa mengenakan sepatu yang sudah kecil dengan ukuran 40 yang seharusnya Mandala memakai ukuran 44 dan menimbulkan rasa sakit pada kakinya yang bermula pegal pada bagian jari-jari kaki, hingga semakin hari rasa sakit itupun meningkat dan menyebar ke baian punggung dan pinggang.

    Beliau menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang mewajibkannya untuk berdiri seharian, namun tidak ada keluhan dari sosok Mandala. Bahkan, untuk mengakali rasa sakitnya, ia pernah mengganjal ujung jari kakinya dengan busa pembungkus buah dengan harapan saat memakai sepatu terasa lebih lembut.

    Menurut data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, kondisi mandala menurun drastis pada awal April 2026. Pada tanggal 20 April, Mandala pernah mengirimkan foto keadaan kakinya yang sudah infeksi dan bengkak kepada pihak sekolah dengan harapan pihak sekolah dapat memberikan bantuan. Pihak sekolah telah berupaya untuk memberikan bantuan pengobatan dan bantuan dana. Namun sayangnya status BPJS tidak aktif, sehingga layanan kesehatan terhambat. Ibunya, Ratnasari pernah mengajak Mandala untuk berobat ke rumah sakit, namun Mandala menolak karena beliau tidak ingin membebani keluarga.

    “Jangan Bu, untuk hidup kita aja susah, makan pun satu hari sekali. Bagaimana Ibu bisa mengupayakan biaya pengobatan?” papar Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur, Rina Zainun, menirukan ungkapan Risky yang dikutip oleh Selamat Pagi Indonesia, Rabu 6 Mei 2026.

    Keinginan terakhir

    Malam sebelum beliau menghembuskan nafas terakhirnya, sempat terjadi percakapan yang memilukan antara Mandala dengan ibunya. Malam itu Mandala mengutarakan keinginannya untuk mempunyai sepatu baru agar dapat kembali sekolah dan menjalani aktivitas sekolah dengan nyaman. Mandala menyadari bahwa kondisi keuangan keluarganya belum cukup untuk mewujudkan keinginannya. Ratnasari merupakan penjual risol keliling yang menjadi tulang punggung keluarganya, karena suami beliau telah meninggal dunia. Mandala menyadari hal tersebut dan langsung mengurungkan niatnya.

    “Ibu belom punya uang,” ungkat Ratnasari.

    “Oh iya Bu, Mandala lupa ya kalau Mandala ini anak yatim.” Jawab Mandala.

    Pada dini hari tanggal 24 April, Mandala ditemukan telah meninggal dunia di tempat tidurnya.

    Sangat disayangkan terdapat hambatan birokrasi dan ketidaktahuan warga pendatang mengenai akses untuk bantuan sosial di lingkungan setempat karena Mandala dan ibunya merupakan warga baru yang menyewa rumah, maka dari itu tidak terdata dalam bantuan RT/RW setempat.

    Tim TRC PPA Kalimantan Timur kini berfokus untuk memulihkan kondisi psikis sang ibu yang mengalami tekanan setelah kehilangan anaknya serta mendapati hujatan dari beberapa pihak di media sosial. Tidak bisa memenuhi keinginan anaknya untuk memiliki sepatu baru merupakan sebuah penyesalan terbesar dari sang ibu.

    Sumber: Metro TV

    Share to

    Related News

    Anggaran Pendidikan 2027 Naik Jadi Rp820,9 Triliun, Ini Rincian Penggunaannya

    Rp820,9 Triliun untuk Pendidikan 2027, I...

    by Aug 20 2026

    Jumlah pengunjung : 22 Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam R...

    Mendiktisaintek Brian Yuliarto bertemu Dubes Arab Saudi untuk Indonesia membahas penguatan kerja sama pendidikan tinggi, riset bersama, dan pertukaran mahasiswa.

    Indonesia-Arab Saudi Perkuat Kolaborasi ...

    by Aug 12 2026

    Jumlah pengunjung : 112 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memper...

    Senyum Sumringah Mahasiswa Baru UGM Warn...

    by Aug 04 2026

    Jumlah pengunjung : 126 YOGYAKARTA – Ribuan mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) tampak pe...

    Program AKSARA Mahasiswa 2026 Dorong Mahasiswa Hadirkan Solusi untuk Masyarakat

    Program AKSARA Mahasiswa 2026 Dorong Mah...

    by Jul 30 2026

    Jumlah pengunjung : 119 DENPASAR – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisa...

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menerima audiensi pengurus ABPPTSI untuk membahas penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta dalam mendukung pembangunan nasional.

    Kemdiktisaintek Perkuat Sinergi PTN-PTS,...

    by Jul 29 2026

    Jumlah pengunjung : 119 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisai...

    Peserta mengikuti seleksi sekolah kedinasan sebagai salah satu jalur pendidikan yang membuka peluang berkarier sebagai aparatur sipil negara (ASN) setelah lulus.

    Cara Jadi CPNS Lewat Sekolah Kedinasan, ...

    by Jul 29 2026

    Jumlah pengunjung : 124 JAKARTA – Sekolah kedinasan kembali menjadi salah satu jalur yang diminati...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top