Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • KPI 2026 di Sleman Perkuat Sinergi Daerah untuk Transformasi Pendidikan

    Jul 02 202693 Dilihat

    Suasana pembukaan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta yang mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi pendidikan di Indonesia.

    SLEMAN – Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 resmi digelar di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, sebagai forum kolaborasi yang mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, pendidik, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat untuk mempercepat transformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung pada 1–2 Juli 2026 ini mengusung tema “Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada”.

    Pembukaan konferensi dihadiri sejumlah kepala daerah dan pemangku kepentingan pendidikan, di antaranya Bupati Sleman Harda Kiswaya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang, Dewan Penasihat Lingkar Daerah Belajar (LDB) Najelaa Shihab, serta Rektor UNY Sumaryanto. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat.

    Kolaborasi Jadi Kunci Transformasi Pendidikan

    Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang mandiri, berkarakter, dan sejahtera. Karena itu, setiap daerah perlu menghadirkan kebijakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayahnya.

    “Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang mandiri, berkarakter, dan sejahtera. Karena itu, setiap daerah perlu menghadirkan pendekatan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan tantangannya masing-masing. Melalui Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, kami berharap lahir jejaring, pembelajaran, dan tindak lanjut nyata yang tidak berhenti di forum ini, tetapi menjadi awal dari perubahan bagi pendidikan Indonesia,” ujar Harda Kiswaya.

    Menurutnya, konferensi ini menjadi ruang bersama bagi berbagai daerah untuk berbagi pengalaman, praktik baik, sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

    Baca juga: BRIN Susun Roadmap Riset 2045, Fokus pada Hilirisasi dan Industri Nasional

    Bahas Pendidikan Berkelanjutan dan Berpihak pada Anak

    Salah satu agenda utama pada hari pertama adalah Dialog Berpihak kepada Anak yang membahas penguatan ekosistem pendidikan berkelanjutan serta layanan pendidikan yang lebih terpadu.

    Diskusi tersebut diawali dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, melalui tayangan video, kemudian dilanjutkan dialog bersama sejumlah kepala daerah mengenai strategi menghadirkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas dan inklusif.

    Transformasi Pendidikan Butuh Komitmen Bersama

    Dewan Penasihat Lingkar Daerah Belajar (LDB), Najelaa Shihab, menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

    Menurutnya, pemerintah, sekolah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, hingga keluarga harus membangun kolaborasi yang kuat agar perubahan dalam dunia pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.

    Melalui kolaborasi tersebut, berbagai praktik baik dari daerah diharapkan dapat saling dipelajari dan diimplementasikan untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.

    Perkuat Ekosistem Pendidikan Nasional

    KPI 2026 diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga melahirkan jejaring kerja sama dan komitmen nyata yang mampu mendorong transformasi pendidikan di berbagai daerah.

    Dengan memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, konferensi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pendidikan Indonesia yang lebih inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan.

    Sumber: harianjogja

    Share to

    Related News

    Mengenal Universitas Republik Indonesia, Simak 5 Fakta yang Perlu Diketahui

    Mengenal Universitas Republik Indonesia,...

    by Aug 07 2026

    Jumlah pengunjung : 50 JAKARTA – Universitas Republik Indonesia (URI) menjadi perhatian publik set...

    Guru Besar UMY Prof. Slamet Riyadi memaparkan lima prototipe kecerdasan artifisial (AI) yang dikembangkan untuk membantu deteksi limfoma, tumor otak, penyakit jantung, kanker payudara, dan tingkat stres dalam International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI) 2026.

    UMY Hadirkan Lima Inovasi AI untuk Detek...

    by Aug 06 2026

    Jumlah pengunjung : 27 BANTUL – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan lima proto...

    Perpustakaan di Era AI Tak Lagi Sekadar Penyedia Informasi, Ini Fokus KPDI ke-17

    Perpustakaan di Era AI Tak Lagi Sekadar ...

    by Aug 05 2026

    Jumlah pengunjung : 34 BANTUL – Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) me...

    Partisipasi Semesta Didorong untuk Perluas Akses Buku Bacaan Bermutu

    Partisipasi Semesta Didorong untuk Perlu...

    by Aug 03 2026

    Jumlah pengunjung : 38 KUDUS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak...

    UMY Minta Pendirian 10 Kampus URI Dikaji Matang, Ini Alasannya

    UMY Minta Pendirian 10 Kampus URI Dikaji...

    by Aug 03 2026

    Jumlah pengunjung : 37 BANTUL – Rencana pemerintah mendirikan 10 kampus Universitas Republik Indon...

    uasana sidang Mahkamah Konstitusi saat membacakan putusan terkait anggaran pendidikan yang menegaskan alokasi minimal 20 persen APBN tidak boleh dikurangi.

    Putusan MK: Anggaran Pendidikan Harus Te...

    by Jul 31 2026

    Jumlah pengunjung : 64 JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa anggaran pendidikan tid...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top