Fajar A • Aug 18 2026 • 9 Dilihat

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta perguruan tinggi dan peneliti Indonesia terlibat sejak awal dalam pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara Jawa. Keterlibatan tersebut diarahkan untuk memastikan proyek strategis nasional berbasis pada kajian ilmiah, keahlian dalam negeri, serta mendorong terjadinya transfer teknologi.
Brian mengatakan Presiden Prabowo selalu menekankan pentingnya keterlibatan para ahli dan perguruan tinggi dalam setiap proyek strategis nasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi harus ikut memberikan kontribusi melalui penelitian, kajian teknis, hingga pengembangan teknologi.
“Pertanyaan Bapak Presiden hampir selalu sama. Sudah dihitung oleh siapa? Sudah diuji di mana? Dan siapa ahli kita yang menanganinya?. Beliau juga menegaskan tidak boleh ada investasi tanpa transfer teknologi. Maknanya jelas, kampus kita harus ada di dalam, bukan menonton dari luar,” kata Brian.
Kemdiktisaintek telah menandatangani nota kesepahaman yang menempatkan perguruan tinggi sebagai pusat keunggulan atau center of excellence sekaligus penyedia tenaga ahli multidisiplin dalam proyek Giant Sea Wall.
Beberapa perguruan tinggi seperti IPB, ITB, Universitas Diponegoro (Undip), dan ITS telah terlibat dalam penyediaan tenaga ahli, kajian teknis, serta pengembangan teknologi yang berkaitan dengan pembangunan tanggul raksasa tersebut.
Kontribusi perguruan tinggi mencakup berbagai bidang, mulai dari pemodelan hidrodinamika, teknologi konstruksi pantai, pengembangan material, hingga kajian sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.
“Dan ini tidak berhenti di kajian. Para guru besar dan pakar dilibatkan langsung masuk ke dalam tim pelaksana yang dipimpin Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa,” ujar Brian.
Sejumlah teknologi yang dikembangkan perguruan tinggi juga telah melalui tahap pengujian di lapangan, termasuk penerapan teknologi di wilayah Demak dan Semarang.
Pembangunan Giant Sea Wall menjadi salah satu proyek strategis yang dipersiapkan pemerintah untuk memperkuat perlindungan kawasan Pantai Utara Jawa dari ancaman banjir rob dan dampak perubahan lingkungan pesisir.
Presiden Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan proyek tersebut membutuhkan waktu panjang, dengan estimasi sekitar 15 hingga 20 tahun. Proyek direncanakan terbagi menjadi 15 segmen yang membentang dari Provinsi Banten hingga Gresik, Jawa Timur.
Pemerintah berharap pembangunan dapat dilakukan secara bertahap maupun serentak pada sejumlah segmen sehingga waktu penyelesaian proyek dapat dipercepat.
Keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan Giant Sea Wall diharapkan tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga melahirkan teknologi yang dapat diterapkan secara langsung. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan pelaku industri menjadi penting untuk memastikan pembangunan berjalan berdasarkan kebutuhan teknis sekaligus kondisi masyarakat pesisir.
Melalui keterlibatan tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat peran riset dan inovasi dalam pembangunan nasional sekaligus memastikan teknologi yang digunakan dalam proyek strategis dapat dikembangkan dan dikuasai oleh sumber daya manusia Indonesia.
Sumber: jogja.antaranews
Jumlah pengunjung : 9 Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam RA...
Jumlah pengunjung : 71 Pemerintah menargetkan 50 hingga 100 unit Sekolah Rakyat mulai aktif beropera...
Jumlah pengunjung : 76 Kementerian Agama (Kemenag) segera menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekol...
Jumlah pengunjung : 79 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendoro...
Jumlah pengunjung : 141 JAWA BARAT— Sebuah potret udara yang menampilkan bangunan Koperasi Desa (K...
Jumlah pengunjung : 82 JAKARTA – Universitas Republik Indonesia (URI) menjadi perhatian publik set...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.