Syalim • Jan 16 2025 • 306 Dilihat

Warta Pendidikan Jogja – Di tengah tantangan pendidikan nasional, sekolah alternatif hadir sebagai jawaban atas kesenjangan akses bagi anak-anak kurang beruntung. Salah satu contohnya adalah Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA), yang berlokasi di Pengarengan, Jakarta Timur.
Pada awal tahun 2000-an, kawasan ini menjadi tempat berkumpulnya anak-anak jalanan. Awalnya, SAAJA berfungsi sebagai kelompok belajar sederhana untuk membantu anak-anak mengenal baca tulis dan berhitung. Setelah berjalan sekitar dua tahun, sekolah ini berkembang menjadi lembaga pendidikan yang lebih terstruktur.
Menurut Agus Supriyanto, selaku Pembina SAAJA, sekolah alternatif menjadi bentuk kritik terhadap ketimpangan akses pendidikan.
“Kami menghadirkan SAAJA sebagai bentuk protes terhadap ketidakadilan dalam dunia pendidikan yang masih dialami masyarakat,” jelasnya.
Banyak anak terpaksa tidak bersekolah karena berbagai faktor, seperti jarak sekolah yang jauh, kendala ekonomi, hingga tuntutan untuk membantu orang tua mencari nafkah. Padahal, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak.
Selain itu, kurikulum yang tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri. Banyak materi pembelajaran di sekolah formal yang belum sesuai dengan kebutuhan nyata para siswa.
Salah satu contoh lain dari sekolah alternatif adalah Sekolah Pagesangan, yang didirikan oleh Diah Widuretno di Gunung Kidul, Yogyakarta, pada tahun 2008. Berbeda dengan sekolah formal, Sekolah Pagesangan tidak menggunakan kurikulum dari pemerintah, melainkan menyusun sendiri metode pembelajaran yang lebih sesuai dengan kehidupan masyarakat pedesaan.
Diah menekankan bahwa tujuan sekolah ini adalah memberikan pendidikan yang lebih kontekstual bagi masyarakat desa.
“Pendidikan bukan hanya soal akses, tetapi juga tentang kesesuaian kurikulum dengan kehidupan nyata peserta didik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk menyelaraskan materi pembelajaran dengan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Dengan begitu, sekolah dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi para siswa.
Penulis: Aizan Syalim
Sumber Gambar: https://kbr.id/artikel-podcast/uang-bicara/sekolah-alternatif-menjawab-masalah-pendidikan-indonesia
Sumber Berita: https://kbr.id/artikel-podcast/uang-bicara/sekolah-alternatif-menjawab-masalah-pendidikan-indonesia
Jumlah pengunjung : 40 Wacana penerapan kembali pembelajaran daring sebagai bagian dari kebijakan pe...
Jumlah pengunjung : 39 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong agar tugas-tugas ma...
Jumlah pengunjung : 35 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Lembaga Pengelola Dana Pend...
Jumlah pengunjung : 35 JAKARTA— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi m...
Jumlah pengunjung : 127 Gotong royong merupakan salah satu nilai budaya paling penting dalam kehidup...
Jumlah pengunjung : 67 Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, meng...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.