Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • SPMB 2026: Sejumlah SD di Sleman Sepi Peminat, Satu Sekolah Hanya Terima 1 Murid

    Jun 25 202698 Dilihat

    Siswa sekolah dasar mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris di kelas sebagai bagian dari persiapan kebijakan mata pelajaran wajib yang akan diterapkan secara nasional mulai 2027.

    SLEMAN – Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sleman menghadapi persoalan serius berupa minimnya jumlah peserta didik baru. Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, puluhan SD tercatat kekurangan murid, bahkan ada sekolah yang hanya memperoleh satu siswa baru.

    Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman karena dapat memengaruhi efektivitas proses pembelajaran dan keberlangsungan sekolah dalam jangka panjang. Fenomena ini juga menunjukkan adanya perubahan preferensi masyarakat dalam memilih sekolah bagi anak-anak mereka.

    Jumlah Pendaftar Tidak Merata

    Ketimpangan jumlah pendaftar terjadi di berbagai wilayah. Beberapa sekolah favorit mengalami kelebihan peminat, sementara sekolah lainnya justru kesulitan memenuhi kuota penerimaan siswa baru.

    Perbedaan lokasi sekolah, jumlah penduduk usia sekolah, hingga persepsi masyarakat terhadap kualitas sekolah menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi distribusi pendaftar.

    Akibatnya, terdapat sekolah yang hanya mendapatkan sedikit siswa baru meskipun proses penerimaan murid telah berlangsung sesuai jadwal yang ditetapkan.

    Penurunan Angka Kelahiran Jadi Salah Satu Faktor

    Selain persaingan antar sekolah, berkurangnya jumlah anak usia sekolah juga disebut menjadi salah satu penyebab menurunnya jumlah peserta didik baru di sejumlah SD.

    Fenomena penurunan angka kelahiran yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir mulai berdampak pada jumlah calon siswa yang masuk ke jenjang pendidikan dasar.

    Kondisi ini tidak hanya terjadi di Sleman, tetapi juga mulai dirasakan oleh sejumlah daerah lain di Indonesia.

    Baca juga: Mulai 2027, Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib untuk Siswa SD

    Evaluasi dan Penataan Sekolah

    Pemerintah daerah terus melakukan evaluasi terhadap kondisi sekolah yang mengalami kekurangan murid. Berbagai langkah dipertimbangkan untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan optimal meskipun jumlah siswa terbatas.

    Evaluasi tersebut mencakup pemerataan kualitas pendidikan, penguatan program sekolah, hingga kemungkinan penataan kelembagaan pendidikan sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing.

    Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa setiap anak tetap harus memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terkendala lokasi maupun kapasitas sekolah.

    Perlu Strategi Menarik Minat Masyarakat

    Pengamat pendidikan menilai sekolah perlu melakukan berbagai inovasi agar mampu meningkatkan daya tarik di tengah persaingan yang semakin ketat.

    Peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan program unggulan, pemanfaatan teknologi pendidikan, hingga pengembangan karakter peserta didik menjadi beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk menarik minat masyarakat.

    Selain itu, sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat juga diperlukan agar pemerataan kualitas pendidikan dapat terwujud.

    Tantangan Pendidikan Dasar ke Depan

    Kasus puluhan SD di Sleman yang kekurangan murid menjadi gambaran tantangan yang dihadapi pendidikan dasar saat ini. Tidak hanya soal kualitas pembelajaran, tetapi juga berkaitan dengan perubahan demografi dan distribusi peserta didik.

    Pemerintah daerah diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang adaptif agar seluruh sekolah tetap dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

    Sumber: HarianJogja

    Share to

    Related News

    Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu di Indonesia.

    Pemerintah Targetkan 100 Sekolah Rakyat ...

    by Aug 12 2026

    Jumlah pengunjung : 60 Pemerintah menargetkan 50 hingga 100 unit Sekolah Rakyat mulai aktif beropera...

    Beasiswa Kuliah ke Malaysia Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

    BOS Madrasah Tahap II 2026 Rp4,1 Triliun...

    by Aug 11 2026

    Jumlah pengunjung : 64 Kementerian Agama (Kemenag) segera menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekol...

    Kemdiktisaintek Dorong Kampus Perkuat Kesiapan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

    Kemdiktisaintek Dorong Kampus Perkuat Ke...

    by Aug 10 2026

    Jumlah pengunjung : 64 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendoro...

    Vidio Drone Tampilkan Kopdes Merah Putih...

    by Aug 10 2026

    Jumlah pengunjung : 129 JAWA BARAT— Sebuah potret udara yang menampilkan bangunan Koperasi Desa (K...

    Mengenal Universitas Republik Indonesia, Simak 5 Fakta yang Perlu Diketahui

    Mengenal Universitas Republik Indonesia,...

    by Aug 07 2026

    Jumlah pengunjung : 73 JAKARTA – Universitas Republik Indonesia (URI) menjadi perhatian publik set...

    Guru Besar UMY Prof. Slamet Riyadi memaparkan lima prototipe kecerdasan artifisial (AI) yang dikembangkan untuk membantu deteksi limfoma, tumor otak, penyakit jantung, kanker payudara, dan tingkat stres dalam International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI) 2026.

    UMY Hadirkan Lima Inovasi AI untuk Detek...

    by Aug 06 2026

    Jumlah pengunjung : 52 BANTUL – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan lima proto...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top