Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • UPN Veteran Jakarta dan UPN Veteran Yogyakarta Perkuat Transformasi UMKM Jangkang Indah Craft melalui Teknologi IoT dan Pendampingan Menuju Industri Halal

    Jul 18 20267 Dilihat

    UPN Veteran Jakarta dan UPN Veteran Yogyakarta Perkuat Transformasi UMKM Jangkang

    Kulon Progo – Komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diwujudkan melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan nyata di lapangan. Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kolaborasi Nasional Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) bersama Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) kembali melaksanakan pendampingan kepada UMKM Jangkang Indah Craft di Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kegiatan tahun 2026 ini menjadi tonggak penting karena merupakan tahun ketiga dari roadmap pengabdian yang telah dimulai sejak tahun 2024. Berbeda dengan kegiatan pengabdian yang umumnya bersifat jangka pendek, program kolaborasi ini dirancang secara berkelanjutan sehingga setiap tahun memiliki fokus pengembangan yang saling melengkapi. Pendekatan tersebut memungkinkan proses pemberdayaan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan mitra, mulai dari aspek produksi, manajemen usaha, digitalisasi, hingga penguatan daya saing industri.

    Ketua Tim Pengabdian, Musthofa Galih Pradana, M.Kom., menjelaskan bahwa pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan melalui intervensi dalam waktu yang singkat. Pelaku usaha membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar setiap solusi yang diberikan benar-benar dapat diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

    “Pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada kegiatan pelatihan satu atau dua hari. Kami membangun roadmap tiga tahun agar setiap tahapan saling berkesinambungan. Tahun pertama kami memperkuat proses produksi dan digitalisasi, tahun kedua memperluas inovasi pewarnaan alami serta pemasaran internasional, dan tahun ketiga kami fokus pada transformasi produksi berbasis teknologi Internet of Things serta penguatan manajemen menuju industri halal.”

    Jangkang Indah Craft merupakan UMKM yang bergerak pada bidang kerajinan berbahan dasar serat agel (Corypha gebanga), salah satu kekayaan hayati yang telah lama menjadi identitas masyarakat Kulon Progo. Berbagai produk seperti tas, keranjang, aksesori, dan aneka kerajinan rumah tangga diproduksi menggunakan serat alam yang diproses secara tradisional. Selain memiliki nilai ekonomi, produk-produk tersebut juga mengangkat kearifan lokal karena memanfaatkan sumber daya alam yang tumbuh di wilayah sekitar.

    Potensi besar tersebut menjadi alasan tim pengabdian memilih Jangkang Indah Craft sebagai mitra strategis sejak tahun 2024. Pada tahap awal pendampingan, berbagai permasalahan berhasil diidentifikasi, mulai dari keterbatasan inovasi produksi, penggunaan pewarna sintetis yang belum ramah lingkungan, belum optimalnya tata kelola usaha, hingga minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu antara dosen UPN Veteran Jakarta dan UPN Veteran Yogyakarta, berbagai solusi mulai diterapkan secara bertahap.

    Pada tahun pertama, tim memperkenalkan pewarnaan alami menggunakan bahan ramah lingkungan, melakukan pendampingan pengelolaan usaha, serta membantu digitalisasi UMKM melalui pembangunan media promosi berbasis website. Program tersebut berhasil meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat identitas Jangkang Indah Craft sebagai produsen kerajinan yang mengedepankan konsep ramah lingkungan.

    Keberhasilan tersebut kemudian dilanjutkan pada tahun kedua melalui pengembangan variasi warna alami. Jika sebelumnya hanya tersedia warna merah, maka pada tahun 2025 berhasil dikembangkan variasi warna kuning dan hijau yang berasal dari bahan-bahan alami. Tidak hanya itu, tim juga mendampingi mitra dalam memperluas pasar melalui pemanfaatan marketplace internasional, termasuk pembukaan akun eBay sebagai langkah awal menuju ekspor mandiri.

    Evaluasi terhadap dua tahun pendampingan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Produk semakin beragam, kualitas pewarnaan meningkat, dan kemampuan pemasaran digital mulai berkembang. Namun demikian, masih terdapat tantangan utama yang memengaruhi kapasitas produksi, yaitu proses pengeringan hasil pewarnaan yang sepenuhnya bergantung pada sinar matahari.

    Pada musim hujan atau ketika intensitas cahaya matahari rendah, proses produksi menjadi lebih lambat sehingga pesanan konsumen tidak dapat diselesaikan secara optimal. Kondisi tersebut berpotensi menghambat peningkatan kapasitas usaha apabila tidak segera ditemukan solusi teknologi yang sesuai dengan karakteristik UMKM.

    Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, kegiatan PKM tahun ketiga difokuskan pada transformasi proses produksi melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT). Tim merancang sebuah sistem pengering serat agel yang mengombinasikan lampu ultraviolet, sensor suhu, sensor kelembapan, sistem sirkulasi udara, mikrokontroler ESP32, serta dashboard monitoring berbasis cloud.

    Teknologi tersebut memungkinkan proses pengeringan dilakukan secara lebih terkontrol tanpa harus sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca. Selain meningkatkan efisiensi waktu produksi, sistem monitoring juga memberikan informasi kondisi suhu dan kelembapan secara real-time sehingga kualitas hasil pewarnaan tetap terjaga.

    Nurhuda Maulana, M.T., salah satu anggota tim yang bertanggung jawab pada implementasi teknologi IoT, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang menggunakan komponen yang mudah diperoleh sehingga dapat direplikasi oleh UMKM lain apabila terbukti efektif.

    “Kami tidak hanya membuat alat, tetapi juga memastikan teknologi tersebut mudah dioperasikan oleh mitra. Prinsipnya adalah teknologi harus menjadi solusi yang sederhana, murah, namun memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas.”

    Selain fokus pada pengembangan teknologi, kegiatan tahun ini juga memberikan perhatian besar terhadap aspek manajemen usaha menuju industri halal. Selama ini, istilah industri halal lebih banyak dikaitkan dengan produk makanan dan minuman. Padahal, konsep halal juga berkembang pada sektor industri kreatif, termasuk produk kerajinan.

    Melalui pendampingan yang diberikan, mitra memperoleh pemahaman mengenai konsep ekosistem industri halal, peluang pasar halal nasional maupun global, tata kelola usaha yang mendukung sertifikasi halal apabila diperlukan, serta strategi pengembangan bisnis yang sesuai dengan prinsip keberlanjutan.

    Pendampingan aspek manajemen dilakukan oleh tim multidisiplin yang berasal dari bidang manajemen, bisnis, dan kewirausahaan. Materi yang diberikan tidak hanya berupa penyampaian teori, tetapi juga diskusi langsung mengenai kondisi usaha yang dihadapi Jangkang Indah Craft sehingga solusi yang dihasilkan lebih aplikatif.

    “Inovasi teknologi akan memberikan manfaat maksimal apabila diikuti dengan pengelolaan usaha yang baik. Oleh karena itu kami mengintegrasikan aspek produksi, teknologi, dan manajemen sebagai satu kesatuan.”

    Keunggulan lain dari program ini adalah kolaborasi lintas bidang keilmuan. Tim pengabdian terdiri atas dosen dengan kompetensi ilmu komputer, teknologi informasi, kimia, manajemen, hingga bisnis halal. Sinergi tersebut memungkinkan setiap permasalahan UMKM diselesaikan secara komprehensif dari berbagai perspektif.

    Tidak hanya dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung di masyarakat melalui implementasi teknologi, pendampingan produksi, dokumentasi kegiatan, hingga evaluasi program.

    Pemilik UMKM Jangkang Indah Craft menyampaikan apresiasi atas konsistensi pendampingan yang telah dilakukan selama tiga tahun berturut-turut. Menurutnya, keberadaan tim pengabdian tidak hanya membantu menyelesaikan permasalahan teknis produksi, tetapi juga membuka wawasan baru mengenai pengembangan usaha di masa depan.

    “Kami merasakan perubahan yang nyata. Awalnya hanya belajar pewarna alami, kemudian dibantu pemasaran digital sampai membuka peluang ekspor. Sekarang kami mendapatkan teknologi pengering berbasis IoT dan pendampingan menuju industri halal. Pendampingan yang berkelanjutan seperti ini sangat membantu perkembangan usaha kami.”

    Selain memberikan dampak langsung kepada mitra, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan menghapus kemiskinan, menciptakan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, mendorong inovasi industri, serta memperkuat kemitraan dalam pembangunan berkelanjutan. Pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan melalui penggunaan bahan pewarna alami dan teknologi yang lebih efisien.

    Melalui pelaksanaan PKM Kolaborasi Nasional tahun 2026, UPN Veteran Jakarta dan UPN Veteran Yogyakarta kembali menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendampingi transformasi UMKM Indonesia. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan yang berorientasi pada keberlanjutan. Integrasi antara teknologi Internet of Things, produksi ramah lingkungan, penguatan manajemen usaha, serta persiapan menuju industri halal diharapkan mampu menjadikan Jangkang Indah Craft sebagai model pengembangan UMKM berbasis potensi lokal yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki daya saing tinggi, dan siap menghadapi tantangan pasar nasional maupun global.

    Program ini sekaligus mempertegas bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi, pemerintah, mahasiswa, dan pelaku usaha merupakan fondasi penting dalam membangun inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi tersebut, transformasi UMKM tidak hanya berhenti pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga menciptakan usaha yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.

    Share to

    Related News

    Edukasi Kesehatan : KKN-T Universitas Al...

    by Oct 10 2025

    Jumlah pengunjung : 211 Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyakit yang tidak bisa ditularkan dari...

    Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat Mangkuk...

    by Oct 10 2025

    Jumlah pengunjung : 255 Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, kami mahasiswa Kuli...

    Inovasi Daur Ulang Plastik Bernilai Ting...

    by Oct 10 2025

    Jumlah pengunjung : 213 Kendal, 26 September 2025 – Mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata Yogyakart...

    Digitalisasi Kampung Emas: UNY Bantu War...

    by Oct 07 2025

    Jumlah pengunjung : 226 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kini memperkuat eksistensi Kampung Emas ...

    Penyuluhan Gizi Seimbang

    Penyuluhan Gizi Seimbang untuk Remaja : ...

    by Oct 06 2025

    Jumlah pengunjung : 227 Penyuluhan Gizi Seimbang untuk Remaja : Langkah Nyata Cegah Anemia di Posyan...

    Mahasiswa KKN-T Jebed Utara Gelar Sosial...

    by Oct 02 2025

    Jumlah pengunjung : 201 Warta Pendidikan Jogja – Pada Senin, 22 September 2025, mahasiswa Kuli...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top