Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Merantau, Berjuang, dan Menemukan Manisnya Ilmu

    Aug 15 2025185 Dilihat

    Warta Pendidikan JogjaAzmi Sani, wisudawan berprestasi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (BSA FAI UAD), kelulusan bukanlah garis akhir. Ia menyebut momen ini sebagai gerbang menuju perjalanan baru setelah melewati masa kuliah yang penuh tantangan, pelajaran, sekaligus keberkahan.

    Pemuda asal Sorong Utara, Papua Barat, itu memilih merantau ke Yogyakarta demi menuntut ilmu. Prinsip hidupnya terinspirasi dari nasihat Imam Syafi’i yang menegaskan bahwa orang berilmu tidak boleh hanya berdiam diri di kampung halaman. “Tinggalkan negerimu dan hiduplah di negeri orang. Berlelah-lelahlah karena manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang,” kutipnya.

    Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Azmi adalah ketika ia terpilih sebagai anggota tim KKN Madinah UAD 2024. Kesempatan itu ia sebut sebagai sebuah kehormatan. “Sebuah kesyukuran bisa menjadi bagian dari KKN Madinah UAD batch #1 ini,” ujarnya. Menurutnya, pengalaman tersebut bukan hanya memperluas wawasan, tetapi juga mengasah kemampuan berinteraksi dengan masyarakat dalam konteks yang berbeda.

    Seperti mahasiswa lain, perjalanan kuliah Azmi juga diwarnai rasa jenuh, stres, bahkan kegagalan. Namun, ia punya cara tersendiri untuk menghadapinya. Saat penat, ia memilih mengingat kembali tujuan awal merantau, atau sekadar menyegarkan diri dengan jalan-jalan dan kuliner. Menjelang ujian, ia justru memperketat jadwal belajar dan rutin meninjau ulang materi. “Semakin sering kita melakukan review, semakin besar rasa percaya diri menghadapi ujian,” katanya.

    Bagi Azmi, kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses. “Orang sukses itu harus punya nyali untuk gagal. Mereka yang berani gagal tahu bagaimana cara bangkit dan mencoba lagi, sehingga lebih lihai melihat peluang di masa depan,” tuturnya.

    Ia pun menitip pesan kepada mahasiswa yang masih berproses di bangku kuliah agar tidak mudah patah semangat. “Maksimalkan potensi, rancang masa depan sejak dini, jangan abaikan kuliah, dan jadilah mahasiswa yang memberi manfaat bagi siapa saja,” pungkasnya.

    Author: Allif

    Sumber: https://news.uad.ac.id/merantau-berjuang-dan-menemukan-manisnya-ilmu/

    Share to

    Related News

    Gus Hilmy menyoroti wacana sekolah daring dan mengingatkan agar pendidikan tidak dikorbankan demi kebijakan hemat energi.

    Hemat Energi vs Pendidikan, Gus Hilmy An...

    by Apr 09 2026

    Jumlah pengunjung : 107 Wacana penerapan kembali pembelajaran daring sebagai bagian dari kebijakan p...

    Deretan Anak Muda Indonesia yang Tembus ...

    by Dec 02 2025

    Jumlah pengunjung : 113 Panggung global kembali menyoroti kiprah generasi muda yang visioner di teng...

    Profil Melliza Xaviera, Dokter Lulusan U...

    by Nov 29 2025

    Jumlah pengunjung : 86 Indonesia kembali mengukir prestasi gemilang di panggung internasional. Melli...

    Kisah Unik Prawidha Murti, Pengacara Ulu...

    by Nov 28 2025

    Jumlah pengunjung : 60 Di tengah gairah olahraga renang Indonesia yang kian memuncak, ditandai denga...

    Selo Soemardjan

    Selo Soemardjan: Bapak Ilmu Sosial Indon...

    by Jul 24 2025

    Jumlah pengunjung : 443 Selo Soemardjan adalah tokoh penting dalam perkembangan ilmu sosial di Indon...

    Kahar Mudzakkir

    Profil Kahar Mudzakkir: Perumus Pancasil...

    by Jul 17 2025

    Jumlah pengunjung : 185 Abdul Kahar Mudzakkir adalah tokoh penting dari Yogyakarta yang tergabung da...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top