Wanda Latifah • Nov 28 2025 • 84 Dilihat

Di tengah gairah olahraga renang Indonesia yang kian memuncak, ditandai dengan lonjakan peserta di Kejuaraan Nasional Akuatik (IOAC) 2024, muncul seorang sosok pelatih berprestasi dengan latar belakang yang tak biasa dia adalah Prawidha Murti.
Alih-alih datang dari latar belakang pendidikan olahraga, Prawidha adalah seorang lawyer profesional lulusan S1 Hukum Universitas Indonesia (UI). Selama puluhan tahun, kariernya teguh di bidang hukum, melayani banyak klien. Namun, kemampuan Prawidha tak berhenti di ruang sidang. Ia juga dikenal piawai dalam mencetak dan melatih bakat-bakat muda Indonesia menjadi atlet renang yang berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan.
Bagi Prawidha, renang bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang refleksi dan sumber ketenangan. Di tengah padatnya kesibukan sebagai profesional hukum, ia menemukan kedamaian di kolam renang, tempat ia mengasah kedisiplinan sejak muda. Filosofinya sangat kuat: renang adalah proses pembentukan karakter, bukan sekadar pengejaran kemenangan.
“Air mengajarkan saya untuk menyesuaikan diri tanpa kehilangan arah,” ujar Prawidha kepada Kompas.com pada Jumat (28/11/2025).
Geliat ekosistem renang Indonesia yang ditunjukkan oleh 900 atlet dari 176 klub yang mengikuti IOAC 2024 semakin menegaskan peran penting Prawidha. Ia mendirikan Warriors Swimming Club, sebuah klub yang berfokus pada pembinaan jangka panjang dengan pendekatan seimbang antara penguasaan teknik, pencapaian prestasi, dan pembentukan mental juara. Prawidha secara langsung mendampingi para atlet, memastikan mereka tumbuh menjadi individu yang kuat, konsisten, dan berkarakter, di samping menjadi perenang cepat.
Kiprah Prawidha semakin meluas, kini ia juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Akuatik Indonesia Pengurus Wilayah Jakarta Selatan. Ia mengakui bahwa pengalaman dan kemampuan manajerialnya di dunia hukum sangat membantu dalam pengelolaan, tata kelola, dan pengembangan pembinaan akuatik di wilayahnya.
Prawidha kemudian membagikan tips utamanya bagi perenang muda yang ingin berkembang: jangan pernah merasakan tekanan berlebihan. Kunci sukses terletak pada keseimbangan antara kekuatan dan ketenangan, sebuah ritme yang juga menjadi prinsip hidupnya. Perenang harus memandang renang sebagai perjalanan untuk membangun integritas dan ketangguhan diri.
“Setiap pukulan tangan mengajarkan kesabaran dan keberanian. Yang terpenting bukan seberapa cepat mencapai garis akhir, tetapi bagaimana kita menjalani proses untuk sampai ke sana,” pungkasnya.
Sumber: Kompas.com
Penulis: Nailal Fauziah Saihan
Jumlah pengunjung : 68 Latar belakang ekonomi yang sederhana bukanlah penghalang untuk mengukir pres...
Jumlah pengunjung : 136 Panggung global kembali menyoroti kiprah generasi muda yang visioner di teng...
Jumlah pengunjung : 120 Indonesia kembali mengukir prestasi gemilang di panggung internasional. Mell...
Jumlah pengunjung : 218 Warta Pendidikan Jogja – Azmi Sani, wisudawan berprestasi Program Studi Ba...
Jumlah pengunjung : 499 Selo Soemardjan adalah tokoh penting dalam perkembangan ilmu sosial di Indon...
Jumlah pengunjung : 207 Abdul Kahar Mudzakkir adalah tokoh penting dari Yogyakarta yang tergabung da...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.