Sharwo • Oct 21 2025 • 232 Dilihat

YOGYAKARTA – Sebuah inovasi untuk mengatasi masalah sampah domestik telah berhasil dikembangkan oleh lima mahasiswa dari program studi Teknologi Rekayasa Elektro, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Lewat Tim Pekan Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI), mereka menciptakan “Gelora”, sebuah insinerator atau alat pembakar sampah portabel yang dirancang spesifik untuk penggunaan skala rumah tangga.
Tim ini beranggotakan Amir Fren Afrizal, Fa’iq Al-Baihaqi, Mohammad Lathif Adani, Muhammad Zulfa Azizi, dan Rahma’ Alya Nabila Damayanti.
Inovasi ini lahir sebagai respons atas keprihatinan terhadap tingginya volume sampah rumah tangga di Indonesia, yang mencapai lebih dari 34 juta ton per tahun, di mana sebagian besarnya belum terkelola secara optimal.
Ketua tim, Amir Fren Afrizal, menuturkan bahwa keterbatasan teknologi pengolahan sampah skala kecil di pemukiman menjadi penghambat partisipasi masyarakat.
“Keterbatasan teknologi pengolahan sampah skala kecil membuat masyarakat kesulitan berpartisipasi aktif dalam pengurangan sampah. Gelora dirancang sebagai solusi sederhana dan efisien yang bisa digunakan langsung di rumah,” Ungkap Amir.
Alat ini dirancang untuk mendukung pengelolaan sampah mandiri dan penerapan ekonomi sirkular langsung di tingkat masyarakat.
Gelora dilengkapi dengan serangkaian fitur utama yang mengedepankan keamanan dan aspek lingkungan. Untuk menekan polusi, alat ini menggunakan sistem pembakaran tertutup yang dilengkapi filtrasi karbon aktif. Sistem filter tersebut dirancang dengan mekanisme plug and play agar mudah diganti oleh pengguna.
Dari sisi keamanan, alat ini memiliki tiga lapisan isolator panas serta material batu tahan api untuk melindungi pengguna saat proses pembakaran berlangsung. Sesuai namanya, incinerator ini juga bersifat portabel, dilengkapi roda dan gagang agar mudah dipindahkan.
Secara teknologi, Gelora memanfaatkan mikrokontroler ESP32 yang terhubung ke layar LCD. Sistem ini memungkinkan pengguna memonitor suhu pembakaran dan kadar emisi gas karbon monoksida (CO) secara real-time, memastikan proses berjalan efisien dan aman.
Saat ini, tim mahasiswa UGM tersebut sedang dalam proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk melindungi desain industri inovasi mereka. Selain itu, mereka juga telah aktif mempublikasikan karya ini melalui berbagai platform media sosial.
Kehadiran “Gelora” diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi rumah tangga untuk mengelola sampahnya secara mandiri. Inovasi ini membuktikan peran aktif mahasiswa dalam menciptakan teknologi tepat guna yang berdampak langsung pada kelestarian lingkungan.
Artikel lainnya: Universitas Alma Ata Gelar Workshop Penelitian: Evidence-Based Manajemen Laktasi
Penulis: Sarwo
Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-alat-pembakar-sampah-portable-skala-rumah-tangga/
Jumlah pengunjung : 1 Isu mengenai jumlah guru di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah muncul...
Jumlah pengunjung : 13 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengingatkan perguruan ti...
Jumlah pengunjung : 21 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengajak generasi muda Indone...
Jumlah pengunjung : 88 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara resmi melakukan ekspansi pro...
Jumlah pengunjung : 67 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan tengah melakukan penjari...
Jumlah pengunjung : 107 Wacana penerapan kembali pembelajaran daring sebagai bagian dari kebijakan p...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.