Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Mahasiswa KKN-T Alma Ata Yogyakarta Terapkan Gong Ceting di Brebes

    Mar 21 2024195 Dilihat

    Warta Pendidikan Jogja – Untuk membantu mengatasi masalah stunting di Brebes, mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata Yogyakarta melakukan Gong Ceting, juga dikenal sebagai Gotong royong Cegah Stunting. Dr. Muh Mustakim MPdI, Wakil Rektor 1 Universitas Alma Yogyakarta, menyatakan saat penerjunan KKN-T Universitas Alma Ata di Lantai 5 Gedung KPT Brebes pada Rabu (2/8/23), mengatakan, “Sebelumnya, Gong Ceting telah diterapkan bersama 15 Perguruan Tinggi di Yogya ternyata berhasil dalam mencegah stunting, dan para mahasiswa kami akan menerapkannya di Brebes.”

    Mustakim menjelaskan bahwa, sebagai bentuk perwujudan Tri Dharma perguruan tinggi, pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan mahasiswa harus melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui KKN. Sebagaimana dijanjikan oleh Rektor, akan dilaksanakan di wilayah Pantura, termasuk Brebes. “Sinergitas Optimalisasi Potensi Daerah untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan Keluarga dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting” adalah tema KKN kali ini.

    Menurutnya, segala sesuatu dimulai dari sinergi. Mahasiswa tidak akan dapat melakukan apa pun di Desa atau Kabupaten Brebes tanpa bantuan dan arahan dari OPD dan pemerintah terkait. Jika sinergi ini ditemukan setelah KKN, harapannya adalah program yang baik untuk kolaborasi dengan masyarakat dapat diteruskan di daerah setempat.

    “Ada 60 mahasiswa yang kami sebar di Kecamatan Brebes,” katanya. Mereka akan ditempatkan di Desa Tengki, Wangandalem, Limbangan Kulon, Limbangan Wetan, dan Pasarbatang. Menurut Pj Bupati Brebes Urip Sihabudin SH MH, nampaknya apa yang saya bicarakan dengan para Rektor telah terwujud. Pertama, mohon meminta kuliah kerja amali di Brebes, dan kedua, topik. Problem kemiskinan ekstrem dan stunting adalah tantangan besar bagi pemerintah Kabupaten Brebes.

    Urip menyatakan bahwa 75 persen keluarga miskin memiliki anak-anak yang masuk kategori stunting. Urip menyimpulkan, “Sebagaimana arahan Presiden, kemiskinan ekstrem dan stunting di Kabupaten Brebes nol di 2024, tetapi rumah tangga yang masuk kategori miskin ekstrem sekarang masih di angka 35 lebih.”

    Sumber:
    https://brebeskab.go.id/index.php/content/1/mahasiswa-alma-ata-yogyakarta-terapkan-gong-ceting-di-brebes

    Share to

    Related News

    BGN DIY Perkuat Edukasi Gizi dan Keamanan Pangan di Seluruh SPPG

    BGN DIY Perkuat Edukasi Gizi dan Keamana...

    by Sep 03 2026

    Jumlah pengunjung : 53 Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar...

    97 SPPG di DIY Hentikan Operasional, Program MBG Siswa Terdampak

    97 SPPG di DIY Hentikan Operasional, Pro...

    by Aug 21 2026

    Jumlah pengunjung : 89 Sebanyak 97 dari sekitar 380 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Daerah...

    Sri Sultan Hamengku Buwono X meluncurkan Pendidikan Khas Kejogjaan untuk perguruan tinggi di Yogyakarta.

    Sultan Luncurkan PKJ untuk Kampus, Doron...

    by Aug 21 2026

    Jumlah pengunjung : 100 Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X melun...

    Krama Inggil Akan Dibiasakan di Sekolah Yogyakarta, Ini Tujuannya

    Krama Inggil Akan Dibiasakan di Sekolah ...

    by Aug 13 2026

    Jumlah pengunjung : 189 YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama DPRD Kota Yogyakarta m...

    Yogyakarta Kembali Menghela Napas Litera...

    by Aug 10 2026

    Jumlah pengunjung : 127 YOGYAKARTA — Di tengah derasnya arus informasi digital, buku tetap menjadi...

    Universitas Alma Ata Menyelenggarakan Pe...

    by Aug 10 2026

    Jumlah pengunjung : 142 YOGYAKARTA – Universitas Alma Ata secara resmi melepas mahasiswa peserta K...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top