Nailal • May 11 2026 • 35 Dilihat

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi peningkatan kualitas kesehatan pelajar kini justru memicu kekhawatiran nasional. Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pelaksana utama mendapat kritik pedas setelah ribuan siswa dilaporkan jatuh sakit, dibarengi dengan munculnya pertanyaan besar mengenai latar belakang para pucuk pimpinannya.
Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), terhitung sejak awal 2025 hingga April 2026, setidaknya 33.626 pelajar mengalami insiden keracunan yang diduga bersumber dari program MBG. Fenomena ini dianggap sebagai sinyal merah kegagalan BGN dalam menjamin standar keamanan pangan di sekolah-sekolah.
Ketajaman sorotan publik tidak hanya berhenti pada teknis lapangan, namun juga menyasar komposisi kepemimpinan di internal BGN. Terungkap bahwa tiga pimpinan tertinggi lembaga ini tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang ilmu gizi:
Publik kini mempertanyakan apakah ketidaksesuaian latar belakang pendidikan ini berdampak pada lemahnya mitigasi risiko keracunan pangan yang terjadi secara masif. Tanpa evaluasi mendalam dan kehadiran tenaga ahli yang tepat di level manajerial, keselamatan puluhan ribu pelajar dalam program Makan Bergizi Gratis diprediksi akan terus berada dalam ancaman.
Sumber : FAJAR.co.id, Suara.com
Jumlah pengunjung : 11 Pembatasan akses gim bagi anak dinilai memerlukan keterlibatan aktif orang tu...
Jumlah pengunjung : 102 Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Virus Han...
Jumlah pengunjung : 66 JAKARTA—Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pe...
Jumlah pengunjung : 92 BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menerima tambahan satu unit bus sekolah ...
Jumlah pengunjung : 89 JAKARTA—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti ...
Jumlah pengunjung : 105 JOGJA—Pemerintah Kota Yogyakarta menilai penerapan rekayasa lalu lintas di...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.