Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • MPR RI Ganti Seluruh Juri Final LCC Empat Pilar Kalbar, Babak Penentuan Akan Diulang

    May 14 2026140 Dilihat

    MPR RI memutuskan mengganti seluruh dewan juri dalam pelaksanaan ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) setelah muncul polemik penilaian pada pertandingan final.

    Baca Juga : Tanggapan Josepha, Siswi SMAN 1 Pontianak, Usai Viralnya Polemik Penjurian LCC MPR

    Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan, keputusan tersebut diambil untuk menjamin pelaksanaan lomba ulang yang bebas dari pengaruh luar dan tetap netral.

    “Ya, dari sisi pelaksanaan, tentu pelaksanaannya adalah Sekretariat Jenderal MPR, tetapi semua juri yang terlibat adalah orang yang independen, yang tidak terlibat dalam proses kemarin. Yakni, tidak ada unsur dari Sekretariat Jenderal MPR,” kata Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

    Menurut Muzani, pelaksanaan lomba tetap berada di bawah koordinasi Sekretariat Jenderal MPR. Namun, seluruh juri yang bertugas dipastikan berasal dari unsur independen dan tidak memiliki keterlibatan pada pelaksanaan sebelumnya.

    Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menjelaskan bahwa dewan juri pada final ulang nantinya akan berasal dari kalangan akademisi dan dinas terkait.

    “Unsur akademisi. Unsur dinas, akademisi, itu yang akan kita ambil,” ujar Siti Fauziah.

    Muzani juga memastikan final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar akan segera dijadwalkan ulang.

    “Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya,” kata Muzani.

    Ia menambahkan, keputusan tersebut diambil setelah pimpinan MPR mendengarkan penjelasan dari Sekretaris Jenderal MPR mengenai polemik yang terjadi dalam babak final perlombaan tersebut.

    Awal Mula Kontroversi Nilai

    Polemik bermula saat final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026) dan diikuti sembilan SMA dari berbagai daerah di Kalbar. Tiga sekolah yang berhasil melaju ke babak final yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

    Kontroversi terjadi pada sesi rebutan jawaban ketika peserta diminta menjawab pertanyaan mengenai lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

    Baca juga : Viral karena Disalahkan Juri, Josepha Kini Diundang ke MPR dan Ditawari Beasiswa S1 ke China

    Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi kelompok pertama yang menjawab.

    “Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” ujar seorang siswi dari Regu C.

    Namun, dewan juri justru mengurangi nilai Regu C sebesar lima poin dan memberikan kesempatan kepada regu lain untuk menjawab. Pertanyaan kemudian dijawab oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas.

    “Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” jawab peserta Regu B.

    Jawaban tersebut dinyatakan benar oleh juri.

    “Inti jawaban sudah benar. Nilai sepuluh,” ucap juri.

    Keputusan itu langsung diprotes oleh Regu C karena merasa telah memberikan jawaban yang sama.

    “Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” kata peserta Regu C.

    Juri kemudian menjelaskan bahwa Regu C dianggap tidak menyebutkan unsur “pertimbangan DPD”. Namun, Regu C membantah penjelasan tersebut dan meminta audiens memberikan kesaksian. Meski demikian, hasil akhir perlombaan tetap tidak berubah.

    Sumber: Tribun Jatim.com

    Share to

    Related News

    DPR Dorong Kesejahteraan Guru Naik Setelah Status Kepegawaian Diperjelas

    DPR Dorong Kesejahteraan Guru Naik Setel...

    by Aug 20 2026

    Jumlah pengunjung : 68 DPR RI berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru setelah pemerintah dan DPR...

    Guru PPPK Berpeluang Jadi PNS 2027, Status Kepegawaian Dialihkan ke Pusat

    Guru PPPK Berpeluang Jadi PNS 2027, Stat...

    by Aug 19 2026

    Jumlah pengunjung : 72 Pemerintah dan DPR RI menyepakati penataan status kepegawaian guru Pegawai Pe...

    Presiden Prabowo Minta Perguruan Tinggi Terlibat dalam Proyek Giant Sea Wall

    Presiden Prabowo Minta Perguruan Tinggi ...

    by Aug 18 2026

    Jumlah pengunjung : 25 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulia...

    Anggaran Pendidikan 2027 Naik Jadi Rp820,9 Triliun, Ini Rincian Penggunaannya

    Rp820,9 Triliun untuk Pendidikan 2027, I...

    by Aug 14 2026

    Jumlah pengunjung : 77 Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam R...

    Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu di Indonesia.

    Pemerintah Targetkan 100 Sekolah Rakyat ...

    by Aug 12 2026

    Jumlah pengunjung : 82 Pemerintah menargetkan 50 hingga 100 unit Sekolah Rakyat mulai aktif beropera...

    Beasiswa Kuliah ke Malaysia Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

    BOS Madrasah Tahap II 2026 Rp4,1 Triliun...

    by Aug 11 2026

    Jumlah pengunjung : 84 Kementerian Agama (Kemenag) segera menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekol...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top