Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Peran Orang Tua dalam Pembatasan Akses Gim bagi Anak di Era Digital

    May 15 202610 Dilihat

    Pembatasan akses gim pada anak dinilai membutuhkan peran aktif orang tua agar penggunaan teknologi tetap sehat dan terkontrol.

    Pembatasan akses gim bagi anak dinilai memerlukan keterlibatan aktif orang tua agar penggunaan teknologi digital dapat berjalan secara sehat dan terkontrol. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, anak-anak memiliki akses yang lebih mudah terhadap berbagai jenis permainan digital melalui perangkat elektronik.

    Penggunaan gim sebenarnya dapat memberikan manfaat tertentu, seperti melatih kemampuan strategi dan kreativitas. Namun, tanpa pengawasan yang tepat, penggunaan berlebihan berpotensi menimbulkan dampak negatif, mulai dari menurunnya konsentrasi belajar hingga gangguan interaksi sosial.

    “Pembatasan akses gim perlu peran orang tua,” ujarnya.

    Orang tua dinilai memiliki peran penting dalam menentukan durasi penggunaan perangkat digital serta memilih jenis gim yang sesuai dengan usia anak. Pendampingan juga diperlukan agar anak mampu menggunakan teknologi secara lebih bijak dan bertanggung jawab.

    Baca juga: Wamen Stella Christie Tekankan Pentingnya Berpikir Kritis bagi Talenta Digital di Era AI

    Selain pengawasan dari keluarga, edukasi mengenai literasi digital juga perlu diperkuat di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, anak-anak dapat lebih memahami manfaat dan risiko penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

    “Pengawasan dan komunikasi dalam keluarga menjadi faktor penting dalam penggunaan teknologi oleh anak,” katanya.

    Ke depan, kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan sehat bagi anak-anak. Dengan pengawasan yang tepat, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan pengembangan kreativitas secara positif.

    Sumber: https://jogja.antaranews.com/berita/828445/pembatasan-akses-gim-perlu-peran-orang-tua

    Share to

    Related News

    Di Balik Puluhan Ribu Kasus Keracunan da...

    by May 11 2026

    Jumlah pengunjung : 42 Sorotan Kompetensi Pimpinan BGN Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sehar...

    Waspada Penularan Virus Hanta dari Tikus...

    by May 09 2026

    Jumlah pengunjung : 103 Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Virus Han...

    Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong regenerasi petani muda sebagai langkah strategis memperkuat pertanian dan ketahanan pangan nasional.

    Regenerasi Petani Muda Dipercepat, Menta...

    by Dec 22 2025

    Jumlah pengunjung : 66 JAKARTA—Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pe...

    “Pemkab Bantul menerima tambahan bus sekolah gratis dan mematangkan rute layanan untuk pelajar. Persiapan armada dan rute sedang finalisasi.”

    Gratis untuk Pelajar! Bantul Tambah Bus ...

    by Dec 19 2025

    Jumlah pengunjung : 92 BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menerima tambahan satu unit bus sekolah ...

    mendikdasmen ajak peserta didik jadi anak indonesia hebat program anak indonesia hebat kemendikdasmen cara membentuk karakter anak sejak dini pendidikan karakter siswa di indonesia kebiasaan positif anak di sekolah

    Mendikdasmen Dorong Peserta Didik Bangun...

    by Dec 17 2025

    Jumlah pengunjung : 90 JAKARTA—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti ...

    rekayasa lalin kotabaru, parkir nataru;ekayasa lalu lintas kotabaru jogja;parkir tambahan nataru jogja; pemkot jogja, libur nataru

    Kotabaru Lebih Lancar, Pemkot Jogja Ungk...

    by Dec 16 2025

    Jumlah pengunjung : 105 JOGJA—Pemerintah Kota Yogyakarta menilai penerapan rekayasa lalu lintas di...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top