Fajar A • Jun 09 2026 • 8 Dilihat

JAKARTA – Program Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menumbuhkan harapan besar bagi para siswanya. Salah satunya ditunjukkan oleh I Ketut Arlan, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, yang memiliki cita-cita menjadi Menteri Pendidikan di masa depan.
Keinginan tersebut disampaikan Arlan saat berinteraksi langsung dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam kunjungan ke SRMP 17 Tabanan. Dalam kesempatan itu, Presiden berdialog dengan para siswa untuk mendengar pengalaman serta impian mereka setelah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Saat mendapat kesempatan berbicara, Arlan mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap dunia pendidikan mendorong dirinya bercita-cita menjadi Menteri Pendidikan. Ia berharap suatu hari dapat berperan dalam menciptakan sistem pendidikan yang memberikan manfaat bagi generasi muda Indonesia.
“Cita-cita saya tuh mau jadi Menteri Pendidikan karena saya itu peduli dengan generasi-generasi muda. Jadi, saya itu ingin mendidik dan bisa memberikan hal-hal baik kepada generasi mendatang,” kata Arlan.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu cara untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. Karena itu, ia ingin ikut berkontribusi agar lebih banyak generasi muda memperoleh kesempatan belajar yang layak.
Momen menarik juga terjadi ketika Arlan menyampaikan pesan khusus kepada Presiden Prabowo menggunakan bahasa Inggris. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan melalui Program Sekolah Rakyat.
“Thank you President Prabowo Subianto, thank you for giving us school, food, shelters, teachers and hope. Thank you for Indonesia future belong to every child,” ucap Arlan.
Penyampaian pesan tersebut mendapat sambutan positif. Sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan kepercayaan dirinya, Presiden Prabowo memberikan sebuah pin kepada Arlan.
Baca juga: Sekolah Rakyat Dipercepat, Pemerintah Targetkan Tampung Lebih dari 100.000 Siswa Kurang Mampu
Arlan mengaku pertemuan dengan Presiden menjadi pengalaman yang sangat berkesan baginya. Ia juga teringat pesan yang disampaikan Presiden agar para siswa tetap bersemangat mengejar impian dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
“Saya tuh harus lebih semangat lagi untuk meraih cita-cita. Saya tidak boleh menyerah, apa pun rintangan yang terjadi,” katanya.
Pesan tersebut menjadi dorongan bagi Arlan untuk terus belajar dan mempersiapkan diri demi mewujudkan cita-citanya di bidang pendidikan.
Kunjungan Presiden ke SRMP 17 Tabanan merupakan bagian dari upaya pemerintah memantau pelaksanaan Program Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan pendidikan.
Melalui program ini, pemerintah berupaya menghadirkan kesempatan belajar yang lebih merata sekaligus membantu siswa mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik. Kisah Arlan menjadi salah satu contoh bagaimana akses pendidikan dapat menumbuhkan optimisme dan impian besar bagi generasi muda Indonesia.
Sumber: jogja.antaranews
Jumlah pengunjung : 12 JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat pengembangan Program Sekolah Rakyat ...
Jumlah pengunjung : 21 JOGJA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisainte...
Jumlah pengunjung : 68 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi mengalami...
Jumlah pengunjung : 30 Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhay...
Jumlah pengunjung : 35 Perguruan tinggi didorong untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendukung b...
Jumlah pengunjung : 40 Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) kembali mengharumkan ...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.