Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Gibran: Pelajar dan Guru Harus Jadi Penguasa Teknologi AI, Bukan Sekadar Pengguna

    Jun 18 202611 Dilihat

    Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan pentingnya penguasaan kecerdasan buatan atau AI bagi pelajar dan guru dalam menghadapi perkembangan teknologi di era digital.

    JAKARTA – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, mengajak para pelajar dan guru di seluruh Indonesia untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna menghadapi percepatan transformasi digital yang terjadi di berbagai sektor kehidupan.

    Menurut Gibran, perkembangan teknologi saat ini berlangsung sangat cepat sehingga masyarakat tidak bisa hanya menjadi pengguna pasif. Generasi muda, tenaga pendidik, dan orang tua perlu memahami serta memanfaatkan AI agar mampu bersaing di masa depan.

    “Kita tidak bisa lagi menutup mata, atau sekadar menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain, kita harus menjadi penguasa teknologi tersebut,” kata Gibran.

    AI Jadi Bagian Penting Literasi Digital

    Gibran menjelaskan bahwa dunia saat ini telah bergerak dari era literasi baca tulis menuju literasi digital yang semakin kompleks. Salah satu puncak perkembangan tersebut adalah hadirnya teknologi AI yang kini mulai digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan.

    Ia menilai AI dapat membantu proses belajar menjadi lebih efektif, mulai dari pencarian informasi, pembelajaran bahasa asing, hingga penyelesaian berbagai persoalan akademik.

    Namun, penggunaan teknologi tersebut harus dilakukan secara bijak agar tidak menimbulkan ketergantungan yang justru menghambat kemampuan berpikir mandiri.

    Pelajar Diminta Tetap Berpikir Kritis

    Wapres menekankan bahwa AI seharusnya menjadi alat bantu untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas, bukan menggantikan kemampuan manusia dalam berpikir dan mengambil keputusan.

    Karena itu, pelajar diharapkan tetap mengembangkan kemampuan bernalar, berpikir kritis, dan memecahkan masalah secara mandiri meskipun memanfaatkan teknologi AI dalam kegiatan belajar sehari-hari.

    “Kabar baiknya, banyak sekali teknologi AI canggih yang sekarang sifatnya open source. Ilmu gratis, kodenya terbuka, bisa diakses siapa saja,” ujarnya.

    Baca juga: Wamendiktisaintek Stella Christie: SDM Jadi Kunci Sukses Pemanfaatan AI

    Guru dan Orang Tua Perlu Meningkatkan Kompetensi Digital

    Selain menyasar pelajar, Gibran juga mengingatkan para guru dan orang tua untuk terus meningkatkan kemampuan digital agar mampu mendampingi anak-anak menghadapi perkembangan teknologi.

    Menurutnya, pemanfaatan AI secara tepat dapat membantu guru mengurangi beban administratif, menyusun materi pembelajaran yang lebih menarik, hingga melakukan evaluasi pembelajaran secara lebih efisien.

    Dengan demikian, tenaga pendidik dapat lebih fokus pada proses pembelajaran dan pengembangan karakter peserta didik.

    Penggunaan AI Harus Tetap Beretika

    Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Gibran mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam penggunaan AI. Ia menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak boleh dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi palsu, melakukan plagiarisme, maupun melanggar privasi orang lain.

    Menurutnya, penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai integritas dan tanggung jawab agar manfaat AI dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

    “Kuasai teknologinya, pegang teguh etikanya. Mari kita jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih maju, lebih cerdas, dan lebih bermartabat,” tutur Gibran.

    Dukung Persiapan Indonesia Emas 2045

    Gibran menilai penguasaan teknologi digital, termasuk AI, menjadi salah satu kunci penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

    Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan literasi digital dan pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan agar generasi muda Indonesia memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

    Melalui penguasaan AI yang dibarengi kemampuan berpikir kritis dan etika yang kuat, pelajar Indonesia diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan global.

    Sumber: jogja.antaranews

    Tags:
    Share to

    Related News

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan program revitalisasi sekolah yang menargetkan lebih dari 80 ribu satuan pendidikan diperbaiki hingga seluruh sekolah rusak tuntas direhabilitasi pada 2028.

    Pemerintah Percepat Revitalisasi Sekolah...

    by Jun 18 2026

    Jumlah pengunjung : 16 KUDUS – Pemerintah terus mempercepat program revitalisasi sekolah di berbag...

    Perwakilan Kemdiktisaintek dan Badan Pusat Statistik membahas penguatan integrasi data untuk mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi dan peningkatan ketepatan sasaran program bantuan pendidikan.

    Integrasi Data Pendidikan Tinggi Diperku...

    by Jun 17 2026

    Jumlah pengunjung : 25 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisain...

    Mahasiswa internasional mengikuti kegiatan perkuliahan di universitas Rusia yang membuka program beasiswa kuliah gratis bagi pelajar Indonesia melalui skema pendanaan pemerintah Rusia.

    Kuliah Gratis di Rusia 2026, Mahasiswa I...

    by Jun 17 2026

    Jumlah pengunjung : 65 JAKARTA – Kesempatan menempuh pendidikan tinggi di luar negeri kembali terb...

    Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Kemdiktisaintek Mukhamad Najib menyampaikan arahan dalam seleksi Beasiswa KNB 2026 untuk mendorong peningkatan jumlah mahasiswa internasional di perguruan tinggi Indonesia.

    Kemdiktisaintek Dorong Kampus Indonesia ...

    by Jun 12 2026

    Jumlah pengunjung : 37 YOGYAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktis...

    Guru dan tenaga kependidikan mengikuti proses seleksi PPPK Sekolah Rakyat 2026 yang membuka 8.180 formasi untuk mendukung pengembangan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Indonesia.

    Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dibuk...

    by Jun 12 2026

    Jumlah pengunjung : 72 Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dibuka, Simak Formasi dan Besaran Gajinya ...

    Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan peningkatan jumlah peserta Program Sekolah Rakyat yang mencapai lebih dari 32.000 siswa pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

    Jumlah Siswa Sekolah Rakyat Tembus 32.00...

    by Jun 11 2026

    Jumlah pengunjung : 41 JAKARTA – Program Sekolah Rakyat yang dijalankan pemerintah terus mengalami...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top